Ice Coffee Americano

Ice Coffee Americano
Bab 63 MENGUNJUNGI KELANA


__ADS_3

Setelah konser selesai Kelana dan Vania keluar dari venue bersama fans yang lain, sesampainya di gerbang luar venue HP Kelana bergetar tanda ada panggilan masuk.


Terrrrtt


Kelana mencari tempat yang agak lapang untuk mengangkat telfon sambil memberi kode ke Vania untuk berhenti sebentar.


📱 Hallo...


Sapa Kelana dari balik HP nya.


📲 Hallo sayang, apa kamu sudah keluar dari Venue?" Tanya seseorang dari balik telfon yang ternyata adalah Gavin.


📱 Iya sayang aku sedang menuju parkiran untuk mencari Taxi. Jawab Kelana.


📲 Kamu tunggu di situ jangan kemana-mana aku akan suruh staff untuk mengantar kalian pulang. Pintah Gavin pada Kelana.


📱 Tidak usah sayang kami bisa pulang sendiri." Jawab Kelana dengan penuh keyakinan.


📲 Tidak...tidak kalian harus di antar staff ini sudah malam." Tolak Gavin atas pintah Kelana.


📱 Kamu di parkiran bagian mana?" tanya Gavin.


📲 Di parkiran pintu B." Jawab Kelana.


📱 Oke kalian tunggu di situ sebentar lagi ada staff yang mengantar kalian.


📲 Tap_." Kelana belum menyelesaikan kata-katanya Gavin sudah menutup telfonnya.


" Ck.... Main tutup aja." Gerutu Kelana sambil memasukkan hpnya ke dalam tas.


" Ada apa kak?" Tanya Vania sambil melihat ke arah Kelana.


" Gavin melarang kita pulang pakai Taxi katanya ini sudah malam jadi dia nyuruh staff untuk mengantar kita pulang." Jawab Kelana.


" Bukannya kalian belum ada yang tau kalau kalian pacaran, kenapa Kak Gavin malah menyuruh staff untuk mengantar kita?" Tanya Vania dengan wajah penasaran.


" Mungkin Gavin akan bilang kalau kita temannya ke staff itu." Jawab Kelana sambil melihat ke sekeliling venue untuk mencari mobil staff.


" Kak Gavin begitu protektif ya kak." sambil terkekeh.


" Sangat protektif bahkan dengan teman kerjaku sendiri dia cemburu." Jawab Kelana sambil membuang nafas kasar.


" Tapi menurut aku itu bagus Kak, artinya Kak Gavin sayang sama Kak Kelana dan nggak mau kehilangan Kak Kelana." Ucap Vania dengan mimik wajah yang kagum atas perhatian Gavin.


" Betul juga sih, cuma aku terkadang agak risih kalau Gavin seperti itu tapi mau bagaimana lagi aku harus menerimanya karena aku juga sayang dengan Gavin.


" Ngomong-ngomong sudah berapa lama hubungan kalian?" tanya Vania yang penasaran.


" Sudah satu ta_," kata-kata Kelana tiba-tiba terputus.


" Kenapa Kak." Tanya Vania sambil mengerutkan alisnya karena panik.


" 3 Hari lagi Anniversary 1 tahun hubunganku dengan Gavin, kenapa aku bisa lupa." Jawab Kelana sambil menepuk jidatnya.


" Hah... Serius kak?" tanya Vania dengan muka heran.


" Kalau kamu tidak bertanya soal hubungan kami aku pasti tidak akan ingat." Jawab Kelana.


" Jadi kalian akan merayakannya?" Tanya Vania dengan wajah yang menggoda.


" Aku tidak tau apakah Gavin ingat atau lupa juga seperti aku tapi yang pastinya aku ingin membelikan sesuatu untuknya." Jawab Kelana dengan wajah berbinar-binar.

__ADS_1


Di tengah-tengah obrolan mereka akhirnya staff yang akan mengantar merekapun sampai lalu mereka di persilahkan naik ke mobil dan merekapun di antar pulang.


○○○


Keesokan harinya sebelum ke studionya Gavin mampir dulu ke tempat kerja Kelana, ada hal yang ingin dia sampaikan pada Kelana. Setelah sampai di tempat kerja Kelana, Gavin masuk dengan wajah yang di tutup masker dan topi yang hampir menutupi matanya. Kelana sudah tau akan kedatangan Gavin karena semalam Gavin ngechat Kelana.


Kelana menghampiri Gavin yang duduk di meja paling pojok agar tidak terlihat dengan customer lain.


" Kenapa tidak ngomong di chat aja." sapa Kelana dengan berbisik sambil melirik kesekeliling caffee.


" Tidah sah kalau aku kasih tau lewat chat." Jawab Gavin dengan santai.


" Alasan saja, bilang saja mau ketemu aku iya kan ngaku?! " Kelana meledek Gavin dengan percaya diri.


" Salah satunya itu." Jawab Gavin sambil terkekeh.


" Cepat sayang mau ngomong apa? Pelangganku sudah mulai rame aku takut ada yang mengenalmu." Pintah Kelana.


" Iya...iya... Aku cuma mau bilang besok malam ada party di kantor managementku party untuk merayakan kesuksesan Astronot telah mengadakan konser tanpa ada kendala." Jawab Gavin dengan detail maksud kedatangannya ke caffee Kelana.


" Terus apa hubungannya dengan aku?" tanya Kelana.


" Aku ingin kamu hadir di party itu bersama Vania." Pintah Gavin.


" Tidak...tidak...!" aku tidak mau kamu terkena masalah karena aku, bukannya di party nanti banyak artis-artis lain yang akan hadir.?" Kelana menolak permintaan Gavin.


" Tenang saja aku akan bilang pada mereka kalau kamu sahabat kecilku yang baru bertemu lagi." Gavin telah membuat alasan untuk menyembunyikan hubungan mereka nanti di hadapan teman-teman artisnya.


" Apa kamu yakin alasan itu akan berhasil dan buat mereka percaya." Tanya Kelana dengan wajah ragu-ragu.


" Pasti mereka percaya kamu tenang saja." Gavin meyakinkan Kelana agar mau hadir.


" Tapiii... Ucapan Kelana terpotong.


" A_aku tidak punya gaun yang bagus untuk menghadiri party semewah itu." Kelana tertunduk lesu.


" Nanti jam makan siang aku menjemputmu kita ke butik untuk membeli gaun." Ucap Gavin dengan santai.


" Tidak ada penolakan lagi titik." Tekan Gavin yang membuat Kelana tidak bisa berkata apa-apa lagi.


" Baiklah." Jawab Kelana pasrah dengan keputusan Gavin.


" Terus bagaimana dengan Vania, Bukannya tadi kamu bilang kalian akan mengundang Vania juga?" Kelana masih penasaran soal Vania.


" Soal Vania nanti Jimmy yang mengurusnya yang jelasnya Jimmy tidak mau kalah denganku yang mengundangmu, padahal mereka berdua belum ada hubungan berbeda dengan kita." Sambil terkekeh.


" Ih sombong banget sih," sambil memukul lengan Gavin.


" Aoww sakit sayang," Gavin meringis kesakitan padahal pukulan Kelana tidak ada sakitnya sama sekali cuma Gavin ingin menggoda Kelana.


" I..i..ih sana-sana pergi ini sudah jam berapa kamu mau sampai di studio jam berapa..." Kelana meminta Gavin untuk pergi ke studionya sebelum pelanggannya sadar kalau ada Gavin di Caffee ini.


" Kamu mengusirku sayang," Gavin memasang wajah memelas.


" Aku tidak mengusirmu sayang aku tidak mau sampai Caffeeku jadi heboh karena kamu nongkrong di sini sayang." Jawab Kelana ssmbil memegang kedua pipi Gavin.


" Baiklah kalau begitu aku pergi dulu, jangan lupa jam makan siang aku menjemputmu." Gavin mengingatkan kesepakatan mereka tadi.


" Iya iya aku tidak akan lupa sayang." Jawab Kelana sambil mengantar Gavin keluar dari Caffee menuju parkiran mobil.


Gavinpun melajukan mobilnya meninggalkan Kelana dan menuju kantor managementnya.

__ADS_1


Setelah kepergian Gavin, Kelana terkejut dengan sosok yang dari tadi memperhatikannya dari meja kasir yup siapa lagi kalau bukan Anggi si putri kepo.


" Na...! Tadi itu Gavin ya?" Anggi mendekati Kelana dengan perasaan kepo.


" Koq kamu tau?" Tanya Kelana sambil berbisik.


" Ya taulah siapa lagi cowok yang berani nyamperin kamu ke caffee kalau bukan Gavin secarakan Gavin pacarmu." Jawab Anggi dengan lancar tanpa pakai rem.


" Ssssttt," Kelana menyumpel mulut Anggi dengan tangannya sambil memperhatikan sekeliling. " Suaranya bisa di pelankan sedikit tidak? "


" Emmmm," dengan mulut masi di bekap dengan Kelana, Anggi cuma bisa mengaggukkan kepalanya tanda mengiyakan perkataan Kelana.


Kelanapun melepaskan bekapannya dari mulut Anggi.


" Huff.. Huff... Hampir saja kamu membunuhku Kelana karena kehabisan nafas." Keluh Anggi dengan nafas yang ngos ngosan.


" Ya salah kamu sendiri siapa suruh berisik." Kelana menyalahkan Anggi.


" Iya iya aku minta maaf deh." Pintah Anggi atas kesalahanny.


" Tapi itu betulan Gavin kan?" Tanya Anggi yang masi penasaran.


" Iya dia Gavin." Jawab Kelana sambil membereskan pekerjaannya.


" Ada keperluan apa sampai Gavin datang kesini?" Anggi terus membuntuti Kelana kemanapun Kelana melangkah demi memuaskan ke kepoannya.


" Ih mau tau aja deh." Jawab Kelana sambil melenggang menuju kesebuah meja yang akan di bersihkannya.


" Ayolah Na kamu mau buat aku mati penasaran ya?" Dengan wajah memelas Anggi terus saja membuntuti Kelana.


" Iiih apaan sih lebay banget deh." Kelana semakin membuat Anggi penasaran.


" Na please kasi tau dong." Anggi semakin memohon.


" Iya iya aku kasih tau," Kelana capek di buntuti terus dengan Anggi akhirnya Kelana menyerah.


" Gavin mengajakku ke party di managementnya besok malam." Jawab Kelana sambil mengelap meja.


" Hah...!! Serius Na." Sambil membalikkan badan Kelana dengan paksa agar berhadapan dengan dirinya.


Kelanapun terkejut dengan perlakuan Anggi yang reflek sehingga tubuh Kelana dengan entengnya berbalik ke hadapan Anggi dengan mata yang tidak berhenti berkedip Kelana menjawab dengan singkat. " Serius Nggi."


" Waaah kamu luar biasa Na, tidak gampang lho untuk bisa ikut party dengan kalangan artis terkenal." Sambil memeluk sahabatnya, Anggi menunjukkan rasa bangganya pada sahabatnya.


" T_terimakasih Nggi, tapi aku malah takut masuk lebih dalam lagi kedunia Gavin Nggi." sambil membuang nafas dengan kasar.


" Kamu pasti memikirkan soal karir Gavin dan fans-fans mereka kan?" Tanya Anggi.


" Iya." Kelana membalas sambil mengaggukkan kepalanya lesu.


" Kamu tidak usah memikir soal itu biar Gavin yang cari solusinya, karena Gavin tidak akan tinggal diam kalau kamu di ganggu dengan fans atau haters mereka. Anggi memberikan semangat buat sahabatnya.


" Tapi bagaimanapun aku tidak tega kalau melihat karir Gavin hancur karena hubungan kami." Dengan tertunduk sedih Kelana bercerita pada sahabatnya.


Anggi memegang kedua pipi sahabatnya agar bisa menatap mata sahabatnya yang sudah mulai mengeluarkan air mata. " Lihat aku baik-baik untuk saat ini kamu jalani saja hubungan kalian ini nikmati masa-masa pacaran kalian, untuk kedepannya pasti ada solusinya."


Kelana langsung memeluk tubuh sahabatnya dan menangis. " Terimakasih ya Nggi sudah memberiku kekuatan dan meyakinkanku.


" Sama-sama Na itulah gunanya sahabat untuk mendengarkan keluh kesah sahabatnya." Jawab Anggi sambil memeluk Kelana.


Setelah mereka saling berpelukan mereka melanjutkan pekerjaan mereka yang masih terbengkali karena mendengarkan cerita Kelana.

__ADS_1


✎a❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧


︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧₊˚.


__ADS_2