
Di perjalanan pulang dari liburan Kelana lebih banyak diam sangat berbeda saat perjalanan menuju vila, Kelana masi marah dengan kata-kata Gavin tadi ke Jimmy walaupun itu mungkin saja cuma bercanda namun Kelana tidak suka kalau Gavin sampai tebar-tebar pesona kesetiap wanita Kelana takut jika wanita itu sampai baper dan benar-benar suka dengan Gavin, Kelana tau resiko punya kekasih seorang artis besar bukan hal yang mudah pasti banyak godaan dan ujian yang harus di hadapinya.
" Sayang kamu kenapa, dari tadi muka kamu cemberut aja? " tanya Gavin pada Kelana yang dari tadi hanya diam saja.
" Nggak apa-apa kok, aku cuma lagi malas ngomong aja." jawab Kelana tanpa memalingkan wajahnya dari jendela mobil.
" Kamu marah dengan ucapanku tadi pada Jimmy ya? " tanya Gavin untuk memastikan penyebab Kelana diam selama perjalanan.
" Itu kamu tau kenapa nanya lagi? " celetuk Kelana dengan ketus.
" Astaga sayang itu aku cuma becanda agar Jimmy semakin percaya diri untuk mengejar gadis impiannya, lagian ngapain aku mau tebar-tebar pesona lagi secara sekarang aku sudah punya gadis impianku." Gavin memberikan pengertian sambil mengoda Kelana.
" Serius kamu nggak tebar-tebar pesona lagi ke cewek-cewek kalau aku tidak ada di samping kamu? " Kelana memastikan Gavin agar kata-katanya bisa di pegang.
" Aku janji sayang selama kamu masi jadi kekasihku yang kelak menjadi istriku aku tidak akan pernah tertarik dengan wanita mana pun." Sambil menaikkan jari telunjuk dan jari tengahnya untuk berjanji.
" Awas ya kalau sampai melanggar." dengan tatapan tajam sambil sedikit memajukan bibirnya kelana menekankan kata-katanya.
Gavin pun tiba-tiba mencium bibir Kelana dengan cepat.
" Eh kok malah di cium." dengan kaget Kelana protes atas perbuatan Gavin.
__ADS_1
" Kamu memajukan bibirmu berarti kamu minta cium kan." tandas Gavin sambil senyum-senyum penuh kemenangan.
" Iiih aku bukan minta cium." Kelana protes sambil memukul lengan Gavin.
" Kalau gitu anggap aja itu ucapan perminta maafan aku karena buat kamu kesal." jawab Gavin dengan senyum tipis.
" Ih curang masa minta maaf main nyosor kaya gitu." ucap Kelana sambil pasang wajah cemberut.
" Iya iya aku minta maaf sayang atas perbuatan aku tadi." sambil mengusap kepala Kelana Gavin meminta maaf.
" Iya iya di maafkan." sambil tersenyum Kelana memaafkan kekasihnya.
" Iya..Em memangnya ada restoran di sekitar sini?" tanya Kelana.
" Tadi aku cek di google maps ada restoran tepi pantai di dekat-dekat sini." jawab Gavin.
"Sayang tolong sambungkan kesalah satu nomor member, aku mau tanya apa mereka mau ikut makan juga." sambil menyerahkan Handphone nya ke Kelana.
Kelana mengambil Handphone yang di berikan Gavin lalu menyambungkan ke salah satu nomor member, setelah telfonnya tersambung Kelana memberikan Handphone itu ke tangan Gavin.
" Halo...! Kak Brian apa kalian mau ikut makan? Kami berencana akan singgah makan di sebuah restoran di tepi pantai." tanya Gavin pada Brian lewat telfon.
__ADS_1
" Tentu saja kami mau ikut di sini kami juga kelaparan." jawab Brian dengan keputusannya sendiri tanpa bertanya ke member lain dulu.
" Baiklah kalau begitu kalian ikuti mobilku saja." sambil menutup telfonnya Gavin meluncur ke sebuah restoran yang dia maksud.
Tidak berselang beberapa menit merekapun ssmpai di sebuah restoran yang letaknya di tepi pantai dengan view laut lepas dan suara deburan ombak, mereka sudah tidak sabar dan langsung memesan menu yang mereka inginkan.
Sambil menunggu pesanan mereka datang Gavin mengajak Kelana untuk berjalan-jalan menyusuri tepi pantai sambil menikmati angin laut sepoi-sepoi, genggaman Gavin tidak pernah lepas dari tangan Kelana yang membuat member lain irih melihat kemesraan mereka.
" Kak Gavin...!! makanannya sudah siap." teriakan Chal membuat Gavin dan Kelana mengakhiri jalan-jalannya di tepi pantai.
Semuanya berkumpul untuk menikmati makan siang bersama dengan menu seafood yang mereka pesan, berbeda dengan Aland dan Jimmy mereka lebih memilih memesan ayam bakar dan ayam goreng karena mereka berdua alergi seafood.
Setelah mereka menikmati makan siang mereka melanjutkan lagi perjalanannya yang membutuhkan waktu 15 menit lagi untuk sampai ke rumah, di tengah perjalanan Gavin berpisah arah dengan member lain karena Gavin harus mengantarkan Kelana ke kontrakannya.
Tidak memakan waktu lama akhirnya Gavin dan Kelana sampai di kontrakan Kelana, Gavin membantu memasukkan barang bawaan Kelana masuk ke dalam rumah. Lalu membuang dirinya ke atas sofa yang berada di ruang tamu.
Karena kelelahan akhirnya Gavin ketiduran di sofa, Kelana tidak tega membangunkannya dan membiarkan Gavin tertidur pulas di atas sofa.
✎a❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧
︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧₊˚.
__ADS_1