
Para member sedang bersiap-siap untuk latihan dance hanya saja mereka masi menunggu Gavin yang belum datang ke ruang latihan.
"Apakah Kak Gavin belum datang ke kantor?" Tanya Jamal sebagai leader dance.
"Tadi Kak Gavin berangkat dari rumah bersama aku tapi aku liat Kak Gavin masuk ke studionya dulu." Jawab Edgar.
"Kita tunggu saja sebentar lagi pasti Kak Gavin datang." Tidak beberapa detik perkataan Aland, Gavin pun muncul dari balik pintu.
"Itu Kak Gavin sudah datang." jawab Jimmy
"Kalau begitu ayo kita latihan agar kita bisa cepet menghafal semua gerakan." ujar Jamal
Mereka pun fokus latihan dengan menyesuaikan lagu, irama dan gerakan. mereka terus mengulang gerakan jika ada salah satu dari mereka yang salah gerakan ataupun salah posisi. Mereka latihan sangat serius sehingga membuat semua tenaga mereka terkuras, keringat mereka bercucuran membasahi tubuh mereka nafas mereka seakan-akan ingin lepas dari tubuh mereka. dan setalah mereka latihan selama 6 jam akhirnya latihan mereka selesai semua member terkapar di lantai karena kelelahan.
"Huuuuff...." akhirnya latihan hari ini selesai juga." kata Chal dengan suara ngos-ngosan.
"Hari ini latihan kita tidak sia-sia semua gerakan sangat sempurnah sesuai dengan harapan kita." Jamal menunjukkan kepuasaannya pada semua member atas kerja keras mereka selama ini.
"Ya betul sekali hampir semua gerakan tidak ada yang salah," terimakasih Jamal telah sabar mengajari kami dance." Brian berterimakasih pada Jamal.
"Ini karena kerja keras kalian sendiri yang mau serius untuk berlatih." jawab Jamal.
"Oh ya Kak Gavin.." kemarin waktu aku bertemu Kakak di koridor kantor dengan tergesa-gesa Kak Gavin mau kemana dan ada apa dengan Kelana?" Aland masih penasaran soal Gavin yang tergesa-gesa.
Serentak semua mata tertuju pada Gavin dan melihat Gavin dengan mata yang penuh dengan tanda tanya.
"We.." kenapa kalian melihatku seperti ingin menerkamku secara bersamaan." Gavin menjadi salah tingkah dengan tatapan para member.
"Ada apa dengan Kelana Kak?" Jimmy mengulang pertanyaan Aland tadi.
"Waktu 2 malam yang lalu ada seseorang yang menguntit Kelana diam-diam sehingga Kelana ketakutan lalu tidak sengaja dia menelfon ke nomorku dan meminta bantuanku."
__ADS_1
"Bukannya Kelana mengendarai motor kalau berangkat kerja?" Chal bertanya pada Gavin.
"Motor Kelana tiba-tiba rusak saat mau berangkat kerja jadi dia memutuskan untuk naik angkot sore itu untuk berangkat ke tempat kerjanya," saat itu pelanggannya lagi ramai jadi dia pulang agak tengah malam saat menunggu angkot ada yang mengintainya."
"Siapa yang mengintai Kelana..?" apakah maling atau copet?" jimmy mulai menerka-nerka.
"Aku juga tidak tau karena saat aku tiba di Caffe tempat kelana bekerja orang itu sudah tidak ada." Gavin menjawab pertanyaan Jimmy.
"Atau jangan-jangan salah satu dari netizen kita karena mereka tau kalau Kakak selama ini sering jalan bareng Kelana?" Chak ketularan Jimmy menerka-nerka.
"Terkaan Chal dan Jimmy ada benarnya juga sih Kak karena saat ini Kakak sangat sering berduaan dengan Kelana." Aland membenarkan terkaan Jimmy dan Chal
"Itu artinya Kelana dalam masalah besar nyawanya terancam." Jamal mulai mendramatisir keadaan dengan memasang wajah serius.
"Hei Jamal..." jangan membuat keadaan menjadi tegang," bisa saja salah satu fans dari kita yang ingin kenal Kelana agar lebih mudah untuk dekat dengan kita," atau mungkin saja orang itu penggemar rahasia kelana secara Kelana gadis yang cantik jadi wajar kalau banyak lelaki yang menyukainya." Aland mencoba berfikir positif dengan masalah Kelana.
Berbeda dengan Gavin, setelah mendengarkan perkataan Aland barusan, Gavin merasa khawatir kalau benar orang yang menguntit Kelana adalah salah satu lelaki yang menyukainya. itu artinya saingan Gavin bertambah satu lagi setelah lelaki yang di temui Kelana waktu di mall itu. Sepertinya Gavin harus mempercepat untuk menyatakan perasaannya pada Kelana sebelum penguntit itu mendahuluinya.
"Ah tidak apa-apa," aku hanya berfikir kalau perkataan Jamal itu ada benarnya bisa saja penguntit itu mencelakai Kelana," apalagi akhir-akhir ini Kelana selalu pulang agak malam karena pelanggan di Caffe nya semakin malam semakin ramai."
"Kalau begitu sebaiknya kamu jemput saja Kelana setiap pulang kerja," bukannya kamu juga sering pulang dri studio agak malam..?" Brian memberi saran pada Gavin.
"Betul kata Kak Brian sebaiknya Kakak jemput saja saat Kakak sudah mau pulang." Chal menyetujui saran Brian.
"Jika Kakak sedang sibuk dan tidak sempat menjemput Kelana kami siap untuk menjemputnya." Jimmy menawarkan diri dan member lain untuk membantu Gavin menjemput Kelana.
"Baiklah mulai hari ini biar aku yang menjemput Kelana saat pulang kerja." Gavin menerima saran dari para member demi keselamatan Kelana.
"Aku akan usahakan sebisa mungkin untuk menjemput Kelana," sebaiknya kalian jangan menjemput Kelana aku tidak mau kalian terkena sorotan media dan netizen," cukup aku saja yang sudah terlanjur terkena sorotan akun gosip." Gavin tidak mau member lain terkena masalah kalau ikut menjemput Kelana.
"Tenang saja Kak kami akan berhati-hati saat menjemput Kelana," kami tidak akan tertangkap media." Jimin meyakinkan Gavin.
__ADS_1
"Tapi.."
"Tidak usah Kakak fikirkan soal itu kami akan bantu Kakak soal menjemput Kelana," Kakak telfon saja salah satu dari kami kalau Kakak lagi sibuk dan tidak sempat menjemput Kelana." Edgar ikut meyakinkan Gavin.
"Terimakasih sudah mau membantuku.." jawab Gavin dengan wajah yang sangat senang.
"Kita semua saudara," kita bukan sekedar teman tapi melainkan sudah termasuk keluarga jadi Kakak tidak perlu sungkan pada kami."
7 lelaki yang sangat berkharismatik saling berpelukan sebagai bukti kalau mereka saling menyayangi satu sama lain.
Tidak terasa sore pun beranjak petang dan semua member bersiap-siap untuk pulang kerumah.
Berbeda dengan Gavin yang harus menyelesaikan kerjaannya di studio sekalian menunggu jam pulang kerja Kelana agar bisa menjemput Kelana dan mengantarnya pulang.
Tok.. tok..tok..."
Terdengar seseorang mengetuk pintu studio Gavin.
"Ya masuk saja.." Jawab Gavin dari dalam.
"Ceklek..."
"Apakah Kakak mau pulang bersama kami..?" tanya Edgar dari balik pintu sambil menongolkan kepalanya.
"Tidak..." aku akan menjemput Kelana dulu di tempat kerjanya." jawab Gavin.
"Baiklah kalau begitu kami pulang duluan." Edgar merapatkan pintu studio Gavin dan meninggalkan Gavin yang berada di dalam Studionya.
Sambil menyelesaikan pekerjaannya yang masi menumpuk setiap menit Gavin memperhatikan jam yang berada di dinding studionya dia tidak mau sampai telat menjemput Kelana, dia khawatir si penguntit itu mengganggu Kelana lagi dan membuat Kelana menjadi ketakutan seperti kemarin.
✎ (❁ᴗ͈ˬᴗ͈) ༉‧ ♡*.✧
__ADS_1
︶︶︶︶︶︶︶︶︶༉‧₊˚.