
Happy Reading...
.
.
.
Sebulan berlalu, keadaan Bianca mulai membaik walaupun ia harus tetap menjalani perawatan intensif di rumah. Selama sebulan Bianca terpaksa harus sekolah online. Jika ditanya siapa yang menggantikan Bianca sekolah selama 17 hari penuh saat Bianca tidur maka jawabannya adalah Benvolio.
Wajah Bianca dan Ben sangat mirip dan jam pelajaran untuk belajar online dan offline berbeda, jadi Ben hanya perlu menggenakan wig untuk mengelabui para guru.
"Jadi kapan Bianca diperbolehkan untuk sekolah offline?" Tanya Riki.
"Mungkin bulan depan." Ucap Ben tidak yakin mengingat jika Steve semakin protektif dalam menjaga Bianca.
"Apa dia hanya sekolah untuk ujian saja." Ucap Sunoo mengingat bulan depan ada ujian dan setelah ujian akan ada libur musim panas selama 2 minggu atau lebih.
Ben tertawa kecil. "Mungkin."
"Apa kalian sudah menentukan mau liburan musim panas kemana?" Tanya Sunoo ceria.
Riki menghela nafas saat mendengar pertanyaan Sunoo. "Sudah pasti aku akan kembali ke Jepang, kakek ku merengek ingin bertemu dengan ku."
"Haha itu berarti kakek mu sangat sayang pada mu, kalau kau dan Terry?"
"Entahlah, Bianca juga masih sakit jadi mungkin kami hanya akan mengontrol perkembangannya." Sunoo mengangguk mendengar ucapan Terry. Saat ini yang mereka tau adalah Terry yang merupakan penjaga si kembar.
"Ya aku juga tidak mau kemana pun sih, sepertinya bermain game di rumah lebih baik. Akhir-akhir ini aku tidak bisa menikmati game ku karena Daniel yang rusuh." Sahut Ben yang memang benar adanya.
Ketika Ben baru saja bersantai dan bermain game, Daniel pasti akan langsung menyeret Ben untuk latihan dengan alasan Ben harus meneruskan posisinya karena Bianca yang hanya ingin menjadi pengangguran kaya raya.
"Kau sendiri kemana?" Tanya Terry.
"Ah aku mau ke Hawai."
__ADS_1
"Hawai? Kau pasti sangat menantikannya." Ucap Riki yang tau jika Sunoo sangat ingin ke Hawai. Sunoo tertawa cerah, astaga Sunoo memanglah anak yang polos.
"Hawai ya." Gumam Ben.
"Oh bukankah Ben juga sudah pernah ke Hawai?" Tanya Terry yang membuat Ben menatapnya.
Ya itu memang benar, hanya saja ia ke Hawai bukan untuk liburan tapi untuk menangkap bandar narkoba. Ya ampun kenapa Terry harus mengingatkan tentang hal itu.
"Benarkah? Seperti apa di Hawai?" Tanya Sunoo berbinar yang sontak membuat Riki dan Terry harus menahan tawa.
Melihat dari raut wajah Ben saja sudah jelas jika ia ke Hawai untuk meledakan sebuah kapal dan berakhir dengan pantai Hawai yang di penuhi oleh api dan mayat-mayat.
'Bagaimana cara aku mengatakan pada Sunoo jika aku meledakan sebuah kapal disana?'
"Cukup menarik." Kata Ben kaku yang sontak membuat tawa Riki dan Terry meledak begitu saja.
Berbeda dengan Ben yang menatap mereka kesal, Sunoo justru menatap mereka dengan bingung. Sepertinya ia bertanya-tanya apa yang lucu dari Hawai.
...🌸...
Tapi sangat disayangkan, Bianca tidak mengikuti ujian offline karena Steve melarangnya, pada akhirnya selama dua bulan lebih Bianca tetap menjalani sekolah online.
Liburan musim panas tiba, keluarga Huening memutuskan untuk liburan sambil bekerja, Riki juga kembali ke kampung halamannya di Jepang dan Sunoo pergi ke Hawai seperti yang dia bicarakan sebelumnya.
Kecuali keluarga Siegfried dan Terry Rosenberg yang sibuk di Amerika. Daniel dan Ben sibuk adu mulut dengan Bianca yang susah di atur, Terry sibuk berlatih dan menjaga si kembar yang semakin meresahkan sedangkan Steve sibuk mencari resep kue manis yang baru untuk di sajikan pada Bianca.
Bianca sendiri sibuk meneliti sesuatu sambil menjahili adik kembar dan kakak sulungnya. Sungguh liburan yang sangat damai di kediaman keluar Siegfried yang di penuhi dengan teriakan Daniel.
Sampai akhirnya liburan musim panas tinggal seminggu lagi dan si kembar bersama Terry sedang merencanakan sesuatu, yang tak lain adalah...
"Aku akan mengajukan demo." ujar Ben penuh semangat yang membara.
"Bukankah kau sendiri yang bilang kalau tidak ingin kemana pun dan hanya bermain game di rumah?" ledek Bianca.
Ben sendiri menghela nafas. "Aku memang bilang begitu tapi setelah seminggu di rumah tanpa melakukan apapun aku jadi sangat bosan, sebaiknya kita liburan."
__ADS_1
Bianca berpikir, benar juga Bianca juga sudah dua bulan lebih terkurung di rumah dan dirinya sangatlah bosan.
Berbeda dengan Terry yang justru berpikir lebih enak dirumah. Ya pada dasarnya si kembar memang tidak bisa diam dirumah jadi wajar saja jika mereka mengeluh bosan.
"Ayo ajukan liburan." ucap Bianca yang mendapat anggukan setuju dari mereka berdua.
...🌸...
"Tidak bisa." tolak Daniel yang membuat ketiga anak SMA itu mendesah kecewa.
"Kenapa?!" ujar Ben tak terima.
"Karena kami sangat sibuk, jadi kami tidak bisa mengajak kalian liburan." jelas Steve.
"Kalau gitu kami saja yang liburan kalian yang bekerja." sahut Bianca yang sukses memperoleh jitakan dari Daniel.
"Kalau hanya kalian tidak akan menjamin kalau kalian tidak berbuat onar."
"Kami hanya ingin liburan." protes Bianca.
"Kami butuh liburan." celetuk Ben.
"Liburan juga bisa membuat ku jadi lebih sehat."
"Pokoknya kami harus liburan!"
"Harus."
Disaat sikembar sibuk melakukan demo untuk liburan, Terry lebih memilih untuk diam dan berdiri disudut ruangan. Takut-takut ia juga mendapatkan semprotan dari Daniel.
Apalagi wajah Daniel sudah menahan kesal melihat kedua adiknya yang terus berisik.
Pletak.
__ADS_1