
Happy Reading...
.
.
.
Berdasarkan informasi dari Terry ada topeng khusus yang digunakan untuk masuk kedalam tempat penjualan ilegal, topeng yang memiliki lambang yang sama.
Lalu jika ingin ke tempat itu kita harus turun ke ruangan yang letaknya paling bawah di kapal pesiar itu lalu ucapkan kata sandinya dengan begitu penjaga akan membiarkan mereka masuk.
Permasalah yang Daniel hadapi adalah dirinya tidak tau kata sandi itu. Bianca sendiri hanya menduga-duga saja tapi ia tidak yakin jika kata sandi itu benar. Acara yang di adakan setiap malam berbeda tapi inti dari acara itu sama yaitu menjadikan barang langka sebagai taruh atau diperjual belikan.
Bianca menatap dua orang penjaga yang berdiri didepan pintu. Ini adalah lantai terbawah dari kapal pesiar, biasanya lantai terbawah di gunakan sebagai gudang tapi siapa yang menyangka jika gudang itu justru ada di lantai kelima.
Total lantai di kapal pesiar ini adalah 6 lantai, lantai terbawah digunakan sebagai tempat perjalanan ilegal.
"Tempatnya lebih bagus dari bayangan ku." gumam Bianca yang membuat Daniel mengangguk.
"Pakai topeng mu." ucap Daniel yang membuat Bianca mengangguk. Berbeda dengan Bianca yang topengnya menutupi seluruh tubuh, Daniel memakai topeng yang hanya menutupi bagian matanya saja.
"Memangnya kau tau apa kata sandinya?"
"Tidak."
"Apa yang harus kita lakukan kalau begitu?"
Mereka berdua terdiam, mencari informasi disaat mepet begini bukanlah keahliannya.
Netra Bianca terpaku pada seorang pria yang baru saja memasuki ruangan itu dengan lancar. "Bukankah itu Riki?" gumam Bianca pelan.
"Siapa?" tanya Daniel bingung.
"Mohon maaf kuotanya sudah penuh tolong datang besok lagi." ujar penjaga itu yang membuat mereka berdua tersentak. Jadi tempat itu memiliki kuota yang terbatas.
"Harusnya aku datang lebih cepat."
"Benar. Kalau begitu apa acaranya besok?"
"Permainan dengan taruhan hadia yang besar."
__ADS_1
Bianca mendengar ucapan itu dengan seksama, seketika terbesit sebuah ide di kepalanya.
"Kak, ayo pulang. Aku memiliki rencana untuk besok." Bianca tersenyum kecil.
"Baiklah."
...🌺...
"Ini labirin ya?" Terry mengelap keringat yang mengalir di di wajahnya, padahal sudah 4 jam mereka berkeliling kapal ini tapi mereka sama sekali tidak menemukan apapun.
"Harusnya tidak begini." Ben sendiri memijat kepalanya yang terasa pening.
Tapi tunggu sebentar, Ben mencium bau yang asing dan menyengat.
"Huekk. Bau apa ini?" Terry menutup hidungnya dan mengibaskan tangannya berusaha menghalau bau itu.
Ben juga menutup hidungnya, tapi sepertinya ia tau ini bau apa. "Apa ini bau narkoba?"
"Darimana kau tau?"
Ben lirik Terry. "Hanya menebak, bagaimana jika kita mengikuti bau ini."
"Ide bagus, kalau baunya menyengat seperti ini sepertinya tempat itu tidak jauh dari sini."
Seharusnya lantai empat adalah gudang atau lainnya, berarti bisa disimpulkan kalau tempat ini memiliki lebih dari 4 lantai. Kalau begitu apa lantai kelima adalah gudang?
...🌺...
"Dimana kakak mu?" tanya sang kakek seraya menatap Bahiyyih dengan dingin.
Gawat, Kai tidak pernah meninggalkan dirinya ditempat asing selama ini, sebenarnya kemana Kai? Bahiyyih jadi khawatir.
"Kakak sedang berkumpul dengan teman-temannya." jawab Bahiyyih gemetar.
"Apa kau yakin? Anak itu tidak membuat masalah lagi kan? Kalau sampai dia membuat masalah aku akan menghukumnya dengan keras, kalau perlu aku akan mengirimnya ke lembaga penelitian itu."
Tubuh Bahiyyih gemetar ketakutan, gawat dirinya harus cepat-cepat mencari Kai, kalau tidak bisa bahaya.
"Hallo Bahiyyih." ucap seorang pria bertubuh tinggi yang sontak membuat Bahiyyih menoleh kearahnya.
"Kak Steve." gumam Bahiyyih.
"Kau siapa?" tanya sang kakek.
__ADS_1
"Saya kakak dari temannya Bahiyyih." jelas Steve sembari tersenyum manis.
Sang kakek tua itu menatap Steve dengan seksama namun netranya membulat begitu melihat pin yang Steve pakai, itu adalah pin yang memiliki lambang Shanka, hanya ketua kelompok Mafia saja yang memiliki pin itu.
Seketika wajahnya menjadi cerah. "Maaf atas ketidak sopanan saya, saya tidak mengenali ketua Mafia Shanka yang baru."
Memang dibandingkan siapapun kelompok Mafia adalah derajat yang paling tinggi dan setara dengan pemerintah karena selain memiliki kekuasaan besar secara mutlak rata-rata kelompok mafia adalah kelompok yang melindungi negara dari balik bayangan.
'Sungguh pencitraan yang memuakkan.'
"Bahiyyih, Bianca menunggu mu dikamarnya. Aku akan mengantarmu kesana."
Eh? Bianca menunggu dirinya? Aneh sekali. Bukankah tadi Bahiyyih melihat Bianca bersama kakak tertuanya ke ruangan bawah?
"Baik kak, terimakasih."
"Sama-sama. Kalau begitu tuan Huening, saya harap anda mengizinkan saya membawa Bahiyyih menginap di kamar adik perempuan saya."
"Ah tentu saja, mana mungkin saya melarang anak muda untuk bermain." Bahiyyih menggeram marah. Padahal kalau Kai tidak bersujud dan memohon kakek tua itu tidak mungkin mengizinkan Bahiyyih untuk keluar dari kamar. Bahiyyih mengepalkan kedua tangannya.
...🌺...
"Bukankah anda bilang Bianca menunggu saya?" tanya Bahiyyih bingung ketika tidak ada Bianca didalam kamarnya.
"Tunggu sebentar saja, Bianca pasti akan segera kembali. Ngomong-ngomong nona Bahiyyih, sejak kapan kakak anda memakai narkoba?"
Deg. Kenapa Steve bisa tau? Padahal Bahiyyih sudah menyembunyikannya dengan baik. Apa Steve akan mengadukan semua ini pada kakeknya? Atau Steve akan melaporkan kakaknya?
"Nona tidak perlu khawatir, saya tidak akan melakukan apapun pada kalian. Kalian adalah teman-teman adik saya yang berharga, mana mungkin saya menyakiti kalian. Tapi nona juga tau kan kalau kedatangan kami kesini bukan untuk berpesta melainkan untuk menjalankan tugas."
"Tugas?"
"Itu rahasia dan penjelasannya panjang, tapi jika kakak anda memakai narkoba maka kami harus merehabilitasi nya, tenang saja hal ini tidak akan di ketahui oleh kakek anda. Saya menjamin hal itu, karena itu tolong beri tau saya sejak kapan Kai mengonsumsi narkoba?"
Bahiyyih terdiam, apa dirinya bisa percaya dengan Steve? Tapi Steve adalah kakak Bianca.
"Apa nona tau? Kai sedang ada di kamar Ben dan diberikan perawatan intensif karena menggunakan narkoba dalam dosis tinggi."
Ucapan Steve mampu membuat Bahiyyih terkejut, jantungnya seakan berhenti mendengar ucapan itu. Padahal akhirnya Bahiyyih menceritakan semua yang ia tau kepada Steve dan juga Bahiyyih berkata jika kakeknya memasuki organisasi penelitian yang aneh.
__ADS_1