
Happy Reading...
.
.
.
PLAK. Sebuah tamparan mendarat dengan mulus di wajah Kai, Kau terdiam menahan perih di wajahnya. Tak apa ia sudah biasa, asalkan Bahiyyih baik-baik saja maka dirinya juga akan baik-baik saja.
Pria tua yang baru saja menampar Kai itu pun berjalan ke sudut ruangan dan mengambil sebuah tongkat golf.
"Ka-kakek tunggu!" ujar Bahiyyih takut-takut sembari berdiri dihadapan Kai menghadang kakeknya agar tidak memukul Kai berlebihan.
"Apa? Kau juga ingin dipukul Bahiyyih." ucapnya tegas. Wajah Bahiyyih jadi pucat dan ketakutan.
Kai memegang bahu Bahiyyih. "Aku baik-baik saja. Kau pergilah Bahiyyih." Kai tersenyum, ujung bibirnya mengeluarkan darah, kepalanya juga berdarah. Apa tadi Kai terpentok sesuatu?
"Bukan begitu kakek, hanya saja sebentar lagi kan pesta segera di adakan, kalau kakak pergi dengan wajah terluka seperti ini akan menimbulkan pertanyaan dari banyak pihak ja-jadi—" suara Bahiyyih gemetar, ia sangat takut dan marah.
Mendengar ucapan Bahiyyih sang kakek membuang tongkat golf itu dan pergi begitu saja. Bahiyyih langsung jatuh lemas dan menangis.
"Bahiyyih tidak apa-apa kau tak perlu menangis. Tidak apa-apa." Kai memeluk Bahiyyih dengan erat. Saat ini satu-satunya harta berharga yang Kai miliki hanyalah Bahiyyih jadi Kai harus melindunginya Kai tidak ingin kehilangan lagi.
...🌺...
__ADS_1
Kai dan Bahiyyih adalah anak diluar nikah berbeda ibu. Berbeda dengan Bahiyyih yang ibunya meninggal setelah melahirkannya, ibu Kai adalah seorang PSK dari rumah bordir di Korea.
Ayah Kai adalah seorang publik figur dan juga salah satu anggota partai terkemuka di Cina, Kakeknya adalah pemimpin partai tersebut. Keluarga Kai sangatlah keras, awalnya karena mereka tidak memiliki anak lelaki akhirnya kakak perempuan pertama yang satu ibu dengan Bahiyyih yang akan dijadikan sebagai pewaris dan pemimpin partai selanjutnya.
Tapi ayah Kai ingat jika ia memiliki anak lelaki di Korea, ia pun menjemput Kai. Ibu kandung Kai yang membenci Kai dan sering menyiksanya itu diberikan uang kompensasi karena telah melahirkan Kai dan membesarkan selama 8 tahun. Sejak saat itu Kai tidak pernah melihat ibunya lagi dan ia hanya melihat ibunya ketika ibunya membutuhkan uang.
Walaupun begitu tak masalah, ia memiliki kakak dan adik perempuan yang manis dan hangat. Kakeknya juga cukup senang karena punya cucu lelaki walaupun berasal dari wanita rendahan. Kakeknya selalu bilang jika ia bersyukur memiliki cucu lelaki walaupun berasal dari wanita rendahan.
Tapi semuanya berubah ketika usia Kai 10 tahun, ia melihat kakak perempuannya disiksa oleh sang kakek. Kakeknya menginginkan pewaris yang sempurna, karena itu didikan yang keras adalah jawaban yang kakeknya miliki. Sampai pada akhirnya sang kakak perempuan meninggal karena bunuh diri.
Bukannya bersedih karena cucu pertamanya meninggal sang kakek hanya mengumpat dan merasa kesal.
"Padahal dia adalah pewaris yang sempurna, anak perempuan itu benar-benar tidak berguna ya." itulah yang kakeknya katakan saat kakak perempuannya meninggal.
Lalu saat itu tersisa Kai dan Bahiyyih dan akhirnya Bahiyyih yang di ambil untuk jadi pewaris selanjutnya. Tapi Kai tidak ingin Bahiyyih pergi.
"Bukankah kau akan menjadi publik figur seperti ayahmu? Kau cocok menjadi publik figur."
Tubuh kecil Kai gemetar, ia takut tapi ia tidak ingin kehilangan Bahiyyih. "Akan saya lakukan semuanya, menjadi artis, menjadi penyanyi, pemimpin perusahaan dan ketua partai. Akan saya lakukan semuanya, saya akan menjadi pewaris yang sempurna. Tapi saya mohon jangan usik Bahiyyih, biarkan dia memilih jalan hidupnya sendiri, tolong jangan sentuh Bahiyyih."
Setelah berbicara seperti itu kehidupan Kai yang bagaikan neraka di mulai. Setiap hari Kai selalu memiliki berbagai macam luka. Bahiyyih hanya bisa menangis dan disaat itu Kai hanya bisa tersenyum dan mengatakan jika dirinya baik-baik saja.
Lalu saat usia Kai 13 tahun Kai mulai menyentuh rokok, alkohol dan ganja hanya untuk mengurangi rasa sakitnya, walaupun berkurangnya rasa sakit itu hanya sementara. Saat kakeknya mengetahui hal itu pendidikan keras untuk Kai pun semakin parah, bahkan Kai pernah beberapa kali hampir tewas karena pendidikan itu.
Ayahnya tidak peduli dan ibu kandungnya juga menyiksanya sejak kecil. Sejak dulu kehidupan Kai tidak pernah berjalan sesuai dengan keinginannya. Kai bersumpah tidak akan memaafkan mereka, kematian kakak perempuannya pasti akan ia balas. Kai juga berjanji atas hidupnya jika Bahiyyih harus bahagia dengan jalan yang ia inginkan.
__ADS_1
Karena itu Kai harus menghancurkannya.
...🌺...
"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Terry ketika melihat Bianca melamun di ruang tengah. Bianca sudah menggunakan gaun dan tinggal berangkat saja tapi saudara-saudaranya belum ada yang siap, kecuali Terry.
"Tidak ada. Hanya mengingat cerita seseorang."
Terry mendudukan diri disamping Bianca. "Wajah mu sangat marah tadi, apa bibir mu baik-baik saja? Steve sangat panik saat kau mengigit bibir mu sampai berdarah."
"Aku cukup baik, itu luka kecil."
"Hey, apa yang kau sembunyikan dari kami?" Terry memincingkan matanya dengan curiga, Bianca yang tidak suka melihatnya pun menatap Terry tajam.
"Jangan melewati batas Terry, kalian tidak berhak tau tentang privasi ku."
Terry menghela nafas. "Bianca, aku tidak bersumpah setia pada mu. Aku bersumpah setia pada keluarga Siegfried. Jadi jika kau melakukan sesuatu yang membahayakan keluarga ini tentu aku tidak akan tinggal diam. Kau sangat marah saat melihat lambang itu dan aku yakin kalau kau pasti tau sesuatu tentang lambang itu."
Itu benar, sekarang dirinya bukan ketua Shanka tapi keluarga Siegfried. Ia juga bersumpah akan melindungi keluarganya yang sekarang, tapi bukan berarti ia tidak bisa membalas dendam pada orang yang membuat hidupnya hancur dan pada orang yang telah membunuh Cristhoper.
"Kalian akan tau nanti, aku akan mencari kelemahan pemimpin itu jadi jangan khawatirkan apapun dan fokus saja pada tugas kali ini."
Benar, jika ingin membalas dendam maka Bianca harus menghancurkannya sampai akar hingga tidak ada yang tersisa sama sekali. Bianca harus melakukannya dengan sempurna.
__ADS_1