Innefabel {END}

Innefabel {END}
Akhir


__ADS_3

Happy Reading...


.


.


.


"Nona, apa yang paling anda inginkan di dunia ini?"


"Hm? Aku ingin hidup dengan tenang dan bahagia. Kalau kau?"


"Saya ingin hidup bersama nona selamanya. Saya berharap bisa menjadi pasangan nona atau adik nona."


"Apa bagusnya jadi adik ku?" wanita itu tertawa.


||•||•||


"Nona, saya harap keinginan anda terwujud. Kalau saya reinkarnasi saya ingin menjadi adik nona."


||•||•||


"Kakak, di kehidupan selanjutnya ayo kita jadi adik kakak yang paling bahagia di dunia."


||•||•||


"Walaupun harus mengulang kehidupan seratus kali pun aku akan tetap memilih menjadi kakak mu, Bianca."


||•||•||


"Kau adalah harta berharga yang aku miliki, Aku selalu ingin menjadi ibu mu."


||•||•||


"Nona, kau harus bangun. Tubuh mu akan sakit kalau terus tidur."


...🌺...


Bianca mengerjapkan matanya menyesuaikan dengan cahaya yang tiba-tiba memasuki retina matanya. Selang oksigen terpasang di hidungnya.


"Apa ini surga? Tidak, aku mana mungkin masuk surga, kalau begitu apa ini neraka?" gumamnya lirih.


"Ini rumah sakit bodoh! Akhirat juga tidak mau menerima orang seperti kau." ucap Ben dengan mata yang bengkak. Apa anak itu menangis?


"Bianca, hikss... Kenapa kau tidur lama sekali? Hiks... Aku sangat khawatir...." tangis Bahiyyih seraya memegang tangan tangan Bianca yang tidak di infus.


Bianca melirik kearah cairan infus yang ada disana, cairan itu berwarna kuning. Aneh sekali, padahal biasanya berwarna bening.


"Itu cairan penetralisir racun, didalam tubuh mu banyak racun." ucap Terry yang baru saja datang.


"Bianca, apa kau bermimpi indah sampai-sampai sudah 3 minggu kau tidur." ucap Daniel yang tersenyum lega.


"Iya mimpi ku sangat indah." air mata keluar dari netranya. Lagi-lagi dirinya di berikan kesempatan untuk hidup kembali, apa kali ini dirinya disuruh untuk hidup tenang? Entahlah.

__ADS_1


...🌺...


...Satu Bulan Kemudian......


Shanghai, China.


Disneyland Park.


07.00 Am.


"Ini kan hari terakhir kita di China, kita harus bersenang-senang." ucap Bahiyyih penuh semangat.


Pada akhirnya ketua Dewan Huening di penjara atas penggelapan dana dan perdagangan manusia, ia di penjara seumur hidup. Lalu Jack juga di temukan tewas setelah 3 hari pencarian di laut itu, di temukan satu jasad pria lainnya.


Pemimpin Sapphire meminta maaf atas apa yang terjadi, ia berkata jika tidak tau apapun tentang hal ini dan dianggap kurang mendidik para bawahannya. Ia pun bertanggungjawab atas banyak hal namun tempat penelitian itu tidak di tutup.


Lalu Bianca juga sudah sembuh, ia tetap hidup sebagai dirinya sendiri dengan ingatan kehidupan yang sebelumnya. Mereka semua juga sudah menerima kematian Steve.


Begitu mendengar jika Bianca kritis Bahiyyih langsung pergi ke China dan menemani Bianca, Ya Bahiyyih memang sabahat yang baik.


Bahiyyih menjadi pemimpin perusahaan dan keluar dari dunia entertainment namun karena masih di bawah umur perusahaan itu masih di tanggung oleh orang kepercayaannya, lalu Kai memilih untuk tetap berada di dunia entertainment, itu adalah bakat yang dimilikinya jadi Kai tidak ingin membuangnya.


Daniel sibuk dengan seluruh perusahaan yang harus ia urus, mungkin salah satu perusahaan itu akan Bianca ambil alih jika sudah cukup umur, Ben juga sibuk memantaskan diri untuk menjadi pemimpin Shanka, ya itu tidak mudah.


Lalu Riki yang sudah menjadi ketua Yakuza, namun karena masih sekolah Yakuza masih dipegang oleh kakeknya. Semuanya berakhir bahagia.


Bulan besok mereka akan kembali ke Lav Vegas untuk melanjutkan sekolah offline mereka, mereka sudah jelas 2 sekarang.


"Benar, aku tidak sabar ingin sekolah." sahut Kai.


"Karena itu, ayo kita nikmati waktu kita yang sekarang." seru Bianca semangat.


Angin berhembus musim semi sepertinya akan tiba sebentar lagi. Sungguh musim yang sangat menghangatkan tubuh. Bianca menyukai musim semi.


Dug. Bianca menabrak punggung Riki yang tiba-tiba berhenti.


"Auch." ringisnya. "Kenapa tiba-tiba berhenti sih?!"


Riki menunjuk kearah kirinya. Ekspresinya sungguh terkejut. "Bukankah dia mirip dengan Steve?" tanya Riki yang sontak membuat mereka menoleh ke arah yang Riki tunjuk.


"Wah mirip sekali." kata Terry dengan mata yang berkaca-kaca, bedanya anak itu terlihat lebih kecil dari Steve dan memakai kacamata, wajahnya juga terlihat lebih dingin.


Mereka semua terdiam menatap anak itu yang sepertinya juga sedang bersama saudara-saudaranya.


Merasa di tatap anak itu menyerit dan menoleh kearah mereka. "Apa liat-liat?!" ucapnya jutek.


"Sifatnya gk mirip." ucap Bahiyyih.


"Benar." kata Terry setuju.


Plak. Seseorang memukul punggung anak itu hingga anak itu meringis sakit.


Deg. Bianca terdiam, anak yang paling besar itu mirip sekali dengan adiknya atau lebih tepatnya nyonya keluarga Siegfried.

__ADS_1


Lalu terlihat juga dua anak kembar yang entah kenapa mirip dengan dirinya yang dulu dan Cristhoper dan anak yang ada di gendongan gadis itu mirip dengan Jack.


'Semoga sifatnya gk mirip Jack.' entah kenapa Bianca jadi khawatir.


Gadis kecil yang sepertinya seumuran dengan mereka itu menunduk. "Maaf kan kami."


"Ah, tidak apa-apa." ucap Bahiyyih sembari tersenyum.


"CK. Sudahlah ayo kembali, nanti Mommy bisa marah kalau kita menghilang terlalu lama."


"Betul! Aku juga lapar."


"Iya, ayo kembali."


Mereka semua langsung pergi dari tempat itu. Apa orang-orang yang ia cintai bereinkarnasi? Apa mereka hidup bahagia? Sepertinya begitu.


Bianca tersenyum lega. Ceritanya tidak akan berakhir disini kan?


"Sudahlah ayo kita main." kata Ben.


Suara tawa memenuhi remaja itu, gadis yang menggendong anak kecil itu menoleh.


"Ada apa kak?"


"Tidak, entah kenapa rasanya mereka tidak asing."


"Benar juga." ucap anak lelaki yang kembar itu.


Sudahlah tak perlu dipikirkan.


...🌺...


Daniel berlari memasuki restauran, karena ditahan oleh beberapa wartawan ia jadi membuat client nya menunggu. Sungguh tidak sopan.


"Maaf, saya terlambat tadi ada sedikit hambatan." ucap Daniel yang langsung duduk di hadapan wanita itu.


Wanita itu terdiam sejenak lalu menoleh kearah Daniel, ia tersenyum.


Deg.


"Tidak apa, kita mulai saja sekarang."


Daniel terdiam sesaat, wajahnya memanas dan agak memerah.


'Wanita ini, sangat mempesona.'


...THE END.......


Horee.... 🤗 benar sekarang sudah tamat. Kayaknya endingnya gk sesuai sama ekspektasi ya? Sama sih Choco juga mikir begitu. Masih banyak juga rahasia yang belum terbongkar.



__ADS_1



__ADS_2