
Happy Reading...
.
.
.
Bears Poker adalah sebuah permainan yang tidak jauh berbeda dengan Poker pada umumnya, hanya saja disini tidak ada kartu Hati, Sekop dan lainnya. Kartu yang disini hanya ada angka dari 1-4 dan setiap angka memiliki 5 kartu dan juga ada satu kartu kematian jadi total kartunya adalah 21 kartu.
Siapa yang nilainya paling besar itulah yang jadi pemenangnya. Dalam permainan ini juga hanya ada One Pair, Tripel, Straight dan Four Card, lalu fungsi kartu kematian adalah siapapun yang mendapatkan kartu itu sudah dipastikan akan kalah.
"Taruhan kali ini senilai $10.000 USD, ada 7 ronde permainan dan kita tidak diperbolehkan untuk menukar kartu lawan. Siapa yang memenangkan banyak ronde dialah pemenangnya. Apa kalian sudah mengerti?" tanya flower sembari menatap mereka berdua yang membuat Bianca dan pria itu mengangguk.
"Tentu saja jika kalian ingin ronde tambahan maka kalian harus membayar uang lebih."
Bianca menatap Flower dengan tatapan sinis, Bianca rasa itu tidak akan berlaku di permainan ini. Kalau begitu Bianca harus memenangkannya dengan cepat.
'Walaupun sebenarnya tidak harus menang juga sih.'
Bianca menghela nafas, ini menyusahkan. Kalau bukan untuk menambah sekutu Bianca tidak akan mau melakukan hal ini.
"Akan saya bagikan kartunya." ujar Flower yang langsung membagikan kartu-kartu tersebut sebanyak 4 kartu.
Bianca mengambil kartu itu dan mengelusnya. Sepertinya kartu ini terbuat dari bahan khusus dan emas, teksturnya agak kasar namun sedikit berkelip di bagian motifnya.
"Ah iya saya hampir lupa, Kalian hanya memiliki 100 chip." Bianca terdiam terkejut. Kalau 100 chip di kali dengan $10.000 USD berarti $1.000.000 USD untuk 7 ronde? Tapi bisa saja bertambah.
Itu cukup gawat karena Bianca masih di bawah umur jadi Bianca tak memiliki uang pribadi alias ia selalu menggunakan uang milik kedua kakaknya. Bahkan Terry yang mendengarnya pun sangat syok. Itu mungkin gaji Terry selama setahun, itupun kalau dirinya bekerja dengan mempertaruhkan nyawa.
Bahiyyih dan Kai yang baru datang juga terkejut mendengarnya.
Tapi kalau sudah begini apa boleh buat? Ya Bianca juga tidak bisa melakukan apapun selain maju terus, mungkin setelah ini dirinya akan di ceramahi habis-habisan oleh Daniel, apalagi tadi ia juga minum segelas wine. Duh, Bianca jadi menangis dalam hati.
"Silakan dimulai, pasang taruhan kalian."
"Raise 8 chip." ujar pria itu sembari meletakan 8 chip di meja. Pria itu bahkan belum melihat kartunya tapi sudah langsung pasang taruhan, sepertinya membuang uang sebanyak apapun tak masalah untuknya karena akhirnya sudah pasti.
__ADS_1
Bianca melirik kearah chip miliknya, bahkan chip nya pun terbuat dari emas. Mungkin saja ini adalah chip yang memiliki harta tinggi.
Bianca membuka kartu miliknya, wajahnya memang terlihat datar tapi sebenarnya dalam hati ia sungguh mengeluh. Baru mulai saja dirinya sudah mendapatkan kartu jelek. Duh, benar-benar kalau Bianca tidak memutar otak dirinya pasti sudah kalah telak.
Bianca memiliki dua kartu angka 1 dan dua kartu angka 2. Tapi kartu ini tidak di sebut Two Pair tapi di sebut One Pair 1 dan One Pair 2. Bianca menghela nafas.
"Raise 2 Chip." ujar Bianca sembari memberikan chip nya.
"Buka kartu kalian." Flower melirik Bianca dan tertawa kecil.
'Dia meledek ku ya?!' Entah kenapa Bianca jadi kesal.
"Tuan Nishimura mendapatkan kartu Tripel 4 dan Nona Siegfried mendapatkan kartu One Pair 1 dan One Pair 2. Tuan Nishimura pemenang ronde 1."
"Sudah kuduga Tuan Nishimura pasti menang."
"Sudah terlihat dari ronde pertama ya."
"Nona Siegfried mana mungkin bisa memenangkannya."
"Wajar kalau dia tidak bisa menang."
"Lanjut ronde kedua."
"Raise 10 chip." ujar pria itu yang lagi-lagi belum membuka kartunya. Sepertinya Bianca mulai paham dengan caranya bermain. Kalau begitu Bianca akan mengikutinya.
"Raise 10 chip."
Pria itu menatap Bianca dan tertawa. "Apa kartu mu bagus?"
Bianca tersenyum. "Entahlah, saya belum membuka nya." Bianca mengambil kartu miliknya dan melihat kartu itu. Kartunya cukup bagus, sepertinya tidak sia-sia Bianca memasang taruhan tinggi.
"Buka kartu kalian." seru Flower sembari menatap kartu mereka berdua. "Tuan Nishimura Tripel 4 dan Nona Siegfried Straight. Pemenangnya Nona Siegfried."
"Wah sepertinya dia sedang beruntung ya." bisik orang-orang yang ada disana, namun bisikan itu sama sekali tidak mempengaruhi Bianca.
"Kau sedang beruntung ya Nona, tapi maaf keberuntungan anda hanya sampai disini." pria itu tersenyum dan Bianca pun membalas senyumnya.
__ADS_1
Sepertinya Bianca bisa menirunya. Ah, ini seru.
Skor sekarang adalah 1:1.
...🌺...
Kai terdiam, ia menatap pertunjukan di hadapannya dengan seksama. Setau Kai keluarga Siegfried itu membenci perjudian, apa Ben dan Bianca bisa selamat dari amukan kakaknya?
Apalagi Daniel yang sangat rasional dan adil.
"Oh kau sudah sadar." ucap Riki yang berdiri di belakang Kai. Apa Riki tau kalau Kai pingsan?
"Jangan menatap ku begitu, aku tau sendiri kok bukan dari keluarga Siegfried. Saat kau di gendong oleh Ben aku tak sengaja melihatnya, kau juga berbau nikotin." jelas Riki yang hanya membuat Kai terdiam.
"Hey, walaupun disini kita seperti musuh tapi di sekolah kan kita teman, kau jangan menyembunyikan semuanya sendirian. Tapi sebentar lagi kita kan jadi sekutu. Ini juga tau sendiri kok, memangnya apa yang tidak aku tau di dunia ini." Riki tersenyum yang membuat Kai menghela nafas.
Disekolah pun Riki selalu mengetahui gosip terhangat, tapi tidak mungkin kalau ia tau begitu saja. Apa si kembar memang tidak berniat untuk menyembunyikannya?
"Tapi kau akan berpihak pada siapa?"
"Apa? Bukannya mereka satu?"
FYI : 🤗
$10.000 USD \= Rp. 146, 653, 000
$1.000.000 USD \= Rp. 14, 349, 390, 000
One Pair \= Dua kartu yang angkanya sama.
Tripel \= Tiga kartu yang angkanya sama.
Straight \= Empat kartu yang angkanya berurutan.
Four Card \= Empat angkatnya sama.
__ADS_1