Innefabel {END}

Innefabel {END}
Apa Ini Reuni?


__ADS_3

Happy Reading...


.


.


.



Kapal pesiar yang mewah terlihat di hadapan keluarga Siegfried. Jika Steve, Daniel dan Terry menggunakan tuxedo hitam maka si kembar kompak memakai warna merah.


Bianca dengan rambut yang di sanggul yang beberapa helai rambutnya di biarkan menjuntai, gaun merah pendek, sepatu bewarna emas dan dompet berwarna putih berhiaskan berlian yang indah, jangan lupakan anting dan kalung berlian Bianca.



"Bukankah kapal pesiar ini sangat mewah? Kemana kita akan berlabuh?" tanya Terry.


"Mereka akan mengadakan pesta selama 3 hari berturut-turut di atas laut jadi mungkin dia akan berlayar ke laut China." ujar Daniel.


"Oh, apa kita akan ke selat Malaka?" tanya Ben.


"Entah lah. Tapi mungkin begitu." jawab Steve.


"Hǎojiǔ bùjiàn, nǐ hǎo ma?" (Lama tidak berjumpa, apa kabar?) Seorang pria paruh baya terlihat tengah menyapa Steve dan Daniel. Mereka berdua terlihat tersenyum formal.


"Wǒmen de xiāo xí bùcuò, nǐ kàn qǐlái bu cuò." (Kabar kami cukup baik, kau terlihat sehat) Pria tua itu terlihat tertawa senang mendengar ucapan Steve.


"Mereka bicara apa?" tanya Terry yang membuat Bianca dan Ben menggidikan bahu tak tau. Mereka berdua hanya bisa bahasa Korea dan Indonesia, mereka tidak mengerti bahasa China dan juga setiap harinya mereka berbicara bahasa Inggris.


"Mereka hanya berbincang ringan tentang kabar mereka." ucap seorang gadis dari belakang mereka yang sontak membuat mereka terkejut.


Mereka kompak menoleh kebelakang dan mendapatkan Bahiyyih dan Kai yang tersenyum manis menatap mereka.


"Wah apa ini reuni?" dari sebelah kiri mereka juga terdengar suara seorang pria yang mereka kenal.

__ADS_1


"Riki? Sedang apa kau disini?" tanya Ben bingung. Apa sebenarnya Riki adalah orang penting?


"Tentu saja dia di undang. Riki kan putra bungsu dari keluarga Yakuza." ucap Bianca yang sama sekali tidak terkejut.


Benar juga Keluarga Huening kan cukup berpengaruh di beberapa negara, termaksud China jadi wajar saja jika mereka ada disini.


"Eh? Aku tidak tau." ucap Ben.


"Sepertinya hanya kau yang tidak tau." kata Terry. Loh tumben sekali Ben ketinggalan berita. Bianca bahkan sudah tau sejak pertama kali melihat marga Riki.


"Ya itu benar, ayah dan kakak-kakak ku tidak bisa datang jadi aku yang mewakilkan mereka. Baru saja aku ingin mengomel karena bosan tapi ternyata ada kalian, aku tidak jadi mengomel." Riki tertawa kecil.


Para pria menggunakan tuxedo hitam kecuali Ben yang menggunakan tuxedo merah. Bahiyyih juga menggunakan gaun berwarna biru dengan tiara yang cantik menghina rambut pirangnya.



"Ini akan menyenangkan." ucap Bahiyyih senang, setidaknya Bahiyyih tidak akan kesepian.


"Tapi sepertinya kita bisa berkumpul nanti, aku ada urusan." Riki tertawa kecil, entah kenapa mereka merasa ada yang Riki ditempat ini.


"Benar, aku juga ada urusan." ucap Kai.


"Itu ide bagus." ujar Riki, "Sampai jumpa besok."


...🌺...


Kai berjalan memasuki sebuah ruangan yang berdinding putih, di dalam ruangan yang cukup mewah hanya ada 5 orang yang seumuran dengannya.



"Aku tidak menyangka jika kita mengadakan acara disini." ujar seorang pria berkulit hitam dengan logat bahasa Inggrisnya yang tidak begitu lancar.


"Siapa yang menyangka kan." ucap Kai santai dan mendudukan dirinya di sofa. "Jadi narkoba baru jenis apa? Dan siapa yang membuatnya?"


"Kau tidak sabar sekali ya."

__ADS_1


"Kau tidak akan kecewa. Ini adalah narkobanya dan ini adalah nama dan foto pembuatnya." Ia memberikan sebuah kertas dan lilin yang berbentuk seperti lilin aromaterapi.


Itu benar-benar narkoba jenis baru, bau dan bentuknya berbeda. Mungkin ini harus dibakar. Kai melirik sekitarnya yang ternyata masing-masing memegang satu.


"Bagaimana kalau kita coba bakar sekarang secara bersamaan?"


"Itu ide bagus." Kai mengeluarkan sebuah korek dan mulai membakar lilin itu. Namun begitu jantung Kai langsung berdebuk kencang.


Tunggu satu lilin saja dosisnya sangat tinggi, ini gila! Kai tidak pernah menggunakan narkoba dengan dosis setinggi ini. Nafas Kai mulai sesak. Ia meraba-raba kertas itu dan melihat siapa yang membuatnya.


Begitu ia melihat foto itu jantungnya terasa berhenti berdetak. Sialan! Ini menyebalkan, ia sangat marah dan ingin segera keluar dari ruangan ini. Tapi tidak bisa, kakinya terlalu lemas, matanya berkunang-kunang dan pada akhirnya Kai pun tak sadarkan diri. Tubuhnya seperti melayang.


...🌺...


"Ayo kita bagi kelompok." ucap Steve begitu seluruh keluarganya berkumpul, mereka tidak ingin menghabiskan banyak waktu jadi kalau bisa sebelum tiga hari mereka harus menemukan apa yang mereka cari.


"Terry dan Ben kau mencari ruangan tempat narkoba itu berada, Daniel dan Bianca kalia mencari tempat penjualan ilegal itu dilaksanakan dan aku akan mencoba mencari informasi tentang perkumpulan misterius itu."


"Ku pikir kita akan mencarinya bersama-sama." ujar Ben.


"Kami menggunakan metode tercepat, lebih cepat selesai lebih baik. Walaupun tidak bisa menangkap pimpinannya secara langsung setidaknya kita bisa mendapatkan sebuah bukti. Aku yakin pesta ini bukan hanya sekedar pesta ulang tahun perusahaan X saja." jelas Daniel yang membuat mereka mengangguk paham.


"Tapi apa kalian yakin cara ini akan berhasil? Kita bahkan tidak menemukan petunjuk apapun tentang ketiga hal itu." kata Bianca yang benar adanya, petunjuk mereka hanyalah lambang yang sama di kapal pesiar. Mereka tidak memiliki informasi yang lebih jauh.


"Apa maksudmu tentang informasi yang lebih dalam?" ujar Steve yang membuat Bianca mengangguk. "Jangan khawatir, Terry sudah mengurus hal itu."


Terry tersenyum. "Itu benar, walaupun aku tidak tau lokasi pastinya tapi aku tau tentang beberapa informasi agar kita bisa menemukan tempat tersembunyi itu."


"Kalau begitu katakan bagaimana caranya?" kata Ben.




__ADS_1




__ADS_2