Innefabel {END}

Innefabel {END}
Misi Daniel & Bianca


__ADS_3

Happy Reading...


.


.


.


"Kami sudah menemukannya dalam kondisi yang sekarat seperti ini. Beruntung Terry memberikan pertolongan pertama dan melarikan diri dari sana." jelas Ben kepada lima orang dihadapannya. Sekarang Bianca, Daniel, Steve, Bahiyyih, Terry dan Ben berada dikamar Ben, lalu jangan lupakan Kai yang masih tak sadarkan diri setelah menghirup narkoba itu.


Bahiyyih mendudukan diri disamping Kai, ia tidak menangis tapi Bianca tau kalau Bahiyyih sedang sedih.


Kemarin setelah mereka mengikuti bau menyengat itu akhirnya mereka sampai di sebuah ruangan tapi sayangnya ruangan itu di kunci dengan kartu akses khusus tapi entah dengan apa cara apa Terry dan Ben berhasil membuka pintunya.


Tentu mereka berdua sangat terkejut ketika melihat Kai dan beberapa orang lainnya tepat begitu saja. Ben hanya membawa Kai dan beberapa barang bukti lalu dengan segera kembali ke kamar Ben. Kai diberikan pertolongan pertama oleh Terry.


Seharusnya mereka memanggil dokter tapi mereka tidak bisa dan juga tidak ada rumah sakit ditengah laut. Memanggil dokter di kapal pesiar ini hanya akan menimbulkan masalah. Bahkan kemari mereka sampai berbohong ketika ketauan membawa Kai oleh petugas.


"Dosisnya cukup tinggi, lalu ini adalah narkoba yang baru aku lihat. Bentuknya seperti lilin aromaterapi." kata Steve. "Aku akan menelitinya nanti."



"Lalu kabar apa yang kalian bawa?" tanya Terry yang membuat Daniel dan Bianca menatapnya.


"Kami gagal untuk memasuki tempat itu kemarin." ujar Daniel.


"Tak apa, tugas itu memang sangat susah, tapi masih ada dua hari lagi untuk menyelidikinya."


Bianca bangkit dari duduknya. "Itu benar, tapi aku punya rencana."


"Rencana?" gumam Ben.


"Apa rencana mu?" tanya Bahiyyih.

__ADS_1


"Kalian akan tau nanti tapi yang jelas aku akan membawa hadia yang bagus nanti."


"Hadia?"


...🌺...


"Sudah ku duga, ternyata benar kau ya?" ucap Bianca ketika melihat Riki yang baru saja keluar dari kamarnya. Bianca sengaja menunggu Riki keluar dari kamar biar kesannya agak dramatis aja, padahal kaki Bianca sudah pegal karena menunggu Riki keluar dari kamar selama 3 jam.


"Apa maksud mu? Dan juga apa kau menunggu ku?" Riki menyeritkan keningnya tak mengerti.


"Yang di pelelangan ilegal itu kau kan?" bisik Bianca. "Apa kau anggotanya? Atau kau hanya sedang mencari harta Karun?" Bianca tersenyum manis.


Riki menatap Bianca dengan tajam. "Bagaimana kau bisa tau?" itu adalah rahasia yang hanya diketahui oleh keluarganya saja.


"Bagaimana aku bisa tau? Itu rahasia. Aku akan melakukan penawaran khusus pada mu."


"Penawaran?" Riki menampilkan smirk nya. "Menarik."


"Aku akan membantu mendapatkan dua harta karun itu, sebagai gantinya berikan informasi tentang penelitian Sapphire."


"Kau boleh minta kompensasi apapun."


"Apapun?"


Bianca mengangguk pasti. "Ya apapun, tapi kalau aku berhasil berikan aku hadia tambahan."


Riki menjulurkan tangan kanannya. "Setuju." Bianca tersenyum dengan senang hati Bianca menerima uluran tangan itu. Untuk membalas dendam, Bianca harus sebisa mungkin menarik banyak orang-orang penting kedalam lingkarannya.


Target pertama Bianca adalah orang terdekatnya, yaitu kandidat penerus pemimpin Yakuza, Nishimura Riki.


...🌺...


Berkat bantuan Riki, akhirnya Bianca dan Daniel berhasil memasuki tempat itu dengan lancar. Ternyata tempat itu akan di buka dari jam 12 malam sampai jam 3 pagi. Bianca pikir tidak ada batas waktu ternyata ada ya.

__ADS_1


"good evening ladies and gentlemen on today's event we will start a game." ujar seorang pria yang berdiri diatas podium itu dengan bangga. Bianca dapat melihat jika semua orang yang ada disini memiliki topeng dengan lambang yang sama.


Awalnya Bianca pikir huruf S yang ada dibawah mata itu hanya hiasan tapi ternyata seluruh topeng yang ada disini juga ada huruf S di bawah mata dengan warna yang berbeda. Bisa disimpulkan jika warna itu lah yang menentukan tinggi atau rendahnya status mereka dalam organisasi itu.


"Tapi karena besok kita memiliki acara khusus di pesta ini jadi sekarang adalah hari terakhir kita untuk pelelangan barang."


'APA?!'


Bianca spontan menoleh kearah Riki yang juga hanya menggidikan bahunya tak tau.


Bianca mengepalkan kedua tangannya, Bianca belum mendapatkan apa yang dia mau, bagaimana bisa acara ini berakhir begitu saja?! Bianca tidak bisa menerimanya.


Sebuah usapan lembut di kepalanya membuat Bianca tersentak kaget. Bianca menoleh kearah Daniel.


"Tak apa Bianca, sekalipun acaranya berakhir bukan berarti semua nya berakhir juga." bisik Daniel. Benar, karena emosi Bianca jadi tidak bisa berpikir jernih.


Untuk saat ini yang harus Bianca lakukan adalah mendapatkan kunci itu dan mendapatkan harta karun milik Riki. Balas dendam itu akan Bianca lakukan pelan-pelan.


"Permainan kali ini adalah Lucky Game, seperti yang ada lihat semua saya memegang dua koin gambar koin bagian depan dan belakang jelas berbeda. Kalian bisa memilih gambar koin ini lalu saya akan melemparkannya jika koin yang keluar adalah koin yang anda pilih maka anda pemenangnya." jelasnya. "Anda bisa memilih gambar yang berbeda, tapi kalau gambarnya tak sesuai anda akan kalah. Tidak ada peraturan khusus dalam game ini dan juga tak ada hukuman apapun."


"Apa? Kenapa tiba-tiba tidak seru begitu?" seru salah satu penonton.


"Karena sesuatu yang istimewa akan hadir di pesta penutupan besok jadi persiapkan saja besok dan hadia untuk besok juga sangat sesuai. Anggap saja ini sebagai pemanasan." pembawa acara itu terkekeh pelan.


"Baiklah untuk hadia kali ini adalah sebuah kunci yang terbuat dari emas dan berlian." ujarnya sembari memperlihatkan sebuah kancing kemeja yang terlihat ada sebuah lambang.


'Apa?! Hadia nya diganti?!'


"Tapi kunci itu terlihat tidak asing." gumam Daniel.


Dibalik topeng Bianca mengeluarkan smirknya. Apapun yang terjadi Bianca harus mendapatkan kunci itu, bahkan jika kecurangan itu dibutuhkan.


__ADS_1




__ADS_2