Innefabel {END}

Innefabel {END}
Sebelum Menjalankan Misi


__ADS_3

Happy Reading...


.


.


.


Beberapa hari pun berlalu dengan damai, di kembar dan Terry pun mengikuti mengikuti ujian dengan tenang. Begitu ujian selesai mereka kembali berkumpul seperti biasa.


"Mungkin selama beberapa hari kami hanya akan mengikuti sekolah online." ucap Bahiyyih tiba-tiba yang sontak membuat mereka semua menatapnya.


"Kenapa tiba-tiba? Ku pikir kalian akan cuti beberapa tahun untuk sekolah." kata Sunoo.


"Ya niatnya juga begitu tapi kakek kami hanya mengizinkan untuk cuti selama setahun jadi saat kelas dua kami akan sekolah online dan jika ada waktu kami baru akan mengikuti kelas offline seperti biasa." jelas Kai.


Membahas kakeknya Bianca jadi ingat cerita tentang keluarga Huening yang pernah diceritakan oleh Bahiyyih. Keluarga Huening cukup kacau dalam mendidik keturunannya.


"Sejujurnya kami juga." sahut Terry yang membuat Ben mengangguk.


"Kakak kakak kami ada tugas diluar negeri selama beberapa bulan jadi kami harus mengikuti mereka." jelas Ben.


"Duh kalau kalian pergi begitu rasanya akan jadi sepi." wajah Sunoo seketika murung. Memang sih masih ada Riki tapi kan lebih seru kalau ramai-ramai seperti ini.


"Ya kalau begitu kami akan menunggu kalian." ucap Riki sembari tersenyum.


"Benar kalian bisa datang kapan saja ke restauran ku."


"Ya aku pasti akan sering berkunjung." Bianca tertawa kecil. Rasanya sayang juga kalau harus meninggalkan sekolah, tapi apa boleh buat? Walaupun mereka tidak ada niatan untuk meneruskan posisi ketua tapi mereka harus menjalani tugas mereka sebagai keluarga Mafia dan juga pelajaran untuk menjadi kuat.


Apalagi para musuh masih merajalela sekarang. Sepertinya kehidupan damai memang tidak begitu cocok untuk Bianca karena pada akhirnya Bianca tetap harus berenang di lautan darah juga.


...🌺...

__ADS_1


Macau, China.


Di Mansion.


07.00 Am.



Sudah dua hari mereka berada di mansion ini, begitu selesai ujian dan pengambilan raport mereka semua langsung berangkat ke China untuk menjalankan tugas resmi pertama bagi si kembar dan Terry.


"Nanti malam pukul 10 malam kita akan langsung pergi ke pesta." jelas Daniel ketika mereka selesai sarapan, bahkan sekarang mereka masih berada di meja makan.


Ini adalah pesta yan gw di adakan oleh bangsawan China yang memiliki perusahaan besar di Asia, hanya orang-orang tertentu yang di undang untuk mendatangi pesta ini.


Orang-orang yang mendapatkan undangan di berikan kartu khusus sesuai dengan jumlah keluarga mereka. Terry yang sudah di adopsi oleh keluarga Siegfried pun secara resmi mendapatkan kartu itu dan namanya juga tercantum dalam kartu keluarga secara resmi.


Terry Rosenberg Siegfried. Satu orang yang memiliki dua marga.


"Dalam kasus ini ada yang perlu kita perhatikan." ucap Daniel. "Pertama adalah narkotika yang diselundupkan dalam kapal, kedua penjualan manusia secara ilegal dan yang ketiga adalah pertemuan rahasia suatu perkumpulan."


Mungkin pertemuan rahasia adalah hal memang harus mereka tangani karena ada hubungannya dengan keluarga Siegfried, tapi untuk penyeludupan narkoba dan penjualan ilegal itu rasanya mereka tidak perlu turun tangan.


Bianca tau betul jika itu bukanlah urusan Mafia, kecuali jika pemerintah dan orang-orang tertentu yang meminta mereka dan anggota Mafia itu mendapatkan keuntungan yang besar. Tapi Mafia Butterflies dan Mafia Shanka tidak mungkin mau melakukan tugas remeh itu, paling-paling juga mereka menyuruh bawahannya.


Apalagi Steve dan Daniel tidak suka dengan pesta.


"Sebenarnya apa tujuan kakak? Kami tau kalau kakak tidak suka pesta, apa untungnya menangkap mereka?" ucap Ben. Oh ternyata Terry, Ben dan Bianca satu pemikiran.


Steve dan Daniel saling berpandangan. "Narkoba, penjualan ilegal dan perkumpulan rahasia itu saling berhubungan. Kita tidak mendapatkan keuntungan dari hal ini secara kelompok, tapi secara pribadi kita memiliki keuntungan besar untuk membalas dendam. Entah anggotanya atau pemimpinnya, tapi sepertinya pemilik acara itu juga ada sangkut pautnya dengan kelompok yang kita cari." jelas Daniel.


"Balas dendam atas perlakuan mereka pada Bianca?" kata Terry. Padahal mereka tidak perlu sampai segitunya.


Daniel mengangguk. "Narkoba itu adalah jenis narkoba yang cukup mematikan dan di pasarkan secara ilegal, beberapa anggota Shanka dan Butterflies ada yang terkena narkoba itu bahkan ada yang menjadi bandarnya dengan membawa-bawa nama kelompok Mafia kita. Lalu penjualan ilegal itu juga membawa nama ketua Shanka terdahulu."

__ADS_1


'Eh? Sudah mati pun masih menimbulkan masalah? Malang sekali hidup ku.' Bianca jadi meratapi nasib dan menyesal kenapa dulu ia berbuat jahat.


"Apa kalian tidak tau? Kai juga menggunakan narkoba itu." ucap Steve tiba-tiba.


Deg. Kai memakai narkoba?


"Sejak saat itu kakak jadi menyentuh alkohol, rokok dan ganja hanya untuk mengatasi rasa kesakitannya. Kakak mungkin berpura-pura kuat dan tersenyum didepan ku tapi sebenarnya itu hanya bentuk agar aku tidak perlu mengkhawatirkannya."


Bianca jadi mengingat ucapan Bahiyyih, bagi Bahiyyih Kai adalah keluarga satu-satunya yang dia miliki kalau Bahiyyih sampai kehilangan Kai, Bahiyyih bisa kacau. Bianca tidak akan membiarkan hal itu terjadi.


"Bianca pasti mengetahui sesuatu tentang keluarga Huening." ucap Steve yang membuat mereka semua kini menatapnya.


"Kau tau sesuatu?! Kenapa tidak bilang pada ku?!" ucap Ben sambil mengguncang tubuh Bianca.


Bianca menepis tangan Ben dan menatapnya kesal. "Itu bukan hak ku, sialan! Aku tidak bisa menceritakan kisah orang lain tanpa seizinnya."


Benar juga sih, tapi bagaimanapun juga mereka harus menolong Kai. Tapi benar juga, Bianca kan belum melihat lambang yang dimaksud.


"Aku ingin melihat lambang yang kalian maksud."


"Oh, apa kau belum melihatnya? Tunggu sebentar." Daniel mengutak-atik ponselnya mencari sebuah foto dan begitu sudah ketemu Daniel langsung memberikan ponselnya pada Bianca. "Ini."



"Bianca?" ucap Terry bingung begitu melihat Bianca terdiam.


Deg. Mereka semua terkejut melihat ekspresi marah Bianca. Bianca bahkan sampai menggigit bibirnya sampai berdarah hanya untuk menahan amarahnya.


'Akan ku bunuh. Aku bersumpah akan membunuhnya. Orang yang membuat hidupku hancur .'



__ADS_1



__ADS_2