
Happy Reading...
.
.
.
...Beberapa Jam Sebelumnya......
"Aku sudah tau sejarah tentang keluarga Huening dan aku juga baru tau jika kakek Kai bukanlah penerus resmi dan tidak akan pernah menjadi penerus resmi." ucap Ben sembari menatap Bianca dan Bahiyyih.
"Itu benar, sebenarnya ada sebuah perusahaan yang diteruskan oleh keluarga kami secara turun temurun sejak generasi pertama, tapi karena kakek tidak bisa menjadi pewaris resmi karena tidak memiliki benda itu jadi kakek marah dan memutuskan untuk hanya mengambil gelar anggota Dewan." jelas Bahiyyih sembari memegang tangan Kai yang masih tertidur. Sudah hampir sehari tapi Kai belum bangun juga.
"Dia rela membunuh kakaknya sendiri, hanya untuk kekuasaan. Dia berharap keturunannya bisa menjadi pewaris sempurna yang tidak ada tandingannya." ujar Bianca.
"Bagaimana kau bisa tau sedetail itu?" ucap Terry bingung.
"Aku punya informan khusus."
"Oh iya Bahiyyih, apa rumah mu yang di Brazil ada ruang bawah tanahnya? Apa kau pernah memasuki tempat itu?"
"Aku dan Kai pernah melihatnya tapi kami tidak pernah bisa memasuki tempat itu karena terkunci rapat dan kami tidak bisa menemukan kuncinya." Bahiyyih menatap Bianca dengan bingung. Namun yang ditatap malah menatap kembarannya.
"Aku dan Bianca akan membantu kalian." sahut Ben.
"Eh? Apa maksudnya?"
"Penjelasannya nanti saja saat Kai bangun, sekarang aku harus mengambil hadia untuk kalian." ucap Bianca.
"Tapi Bianca kenapa kau bisa tau di rumah utama ku ada ruang bawah tanah?"
Bukannya menjawab pertanyaan Bahiyyih, Bianca hanya tertawa dan keluar dari tempat itu. Tentu saja Bianca tau kan dirinya yang membunuh pewaris utama keluarga Huening dengan imbalan yang sangat besar dan juga dirinya yang menjual barang itu di pasar gelap dengan harga tinggi.
'Harusnya aku simpan saja.'
__ADS_1
...🌺...
...Kembali Ke Masa Sekarang......
"Bagaimana bisa tiba-tiba hadia berganti?" ucap Riki terkejut, jelas-jelas kemarin pembawa acara itu bilang jika hadia permainan kali ini adalah pedang milik keluarga Yakuza, tapi tiba-tiba berganti jadi kunci emas?
"Bisa jadi karena hadia itu berharga maka akan dijadikan barang taruhan untuk besok. Ku dengar akan ada permainan seru besok." ucap Daniel yang membuat Riki kesal. Kalau pedang itu tidak bisa ia dapatkan maka sia-sia saja Riki ketempat ini.
"Tenang lah, mau besok atau sekarang atau bahkan tidak dijadikan bahan taruhan sekalipun aku bisa mendapatkannya kembali. Tugas mu hanyalah menyiapkan hadia yang ku minta." Bianca berujar santai. Aneh sekali, padahal tadi ia marah tapi sekarang Bianca bersikap tenang. Apa gadis itu memiliki kepribadian ganda?
Bianca menompangkan dagunya dengan tangan kanan, tapi tumben sekali Bianca memakai Jam tangan, apa mungkin jam tangan itu berfungsi untuk pengganti ponsel?
Bianca terus memperhatikan game itu dengan seksama, ia mencoba mencari celah pada game tersebut. Sudah sejam berlalu, setiap peserta yang ingin menambah ronde pemain harus membayar sebanyak 10.000 USD dan banyak yang menambah beberapa ronde namun belum ada satupun yang menang.
"Sayang sekali sudah sepuluh peserta yang gagal, apa sekarang ada yang ingin mencobanya lagi?" tanya pembawa acara itu. Apa mungkin tempat ini akan tutup sebentar lagi? Kalau begitu dirinya juga harus cepat kan?
Bianca mengangkat tangannya. "Ah, nona yang ada disana. Anda ingin mencobanya?" Bianca tidak menjawab ia hanya mengangguk. Bianca bangkit dari duduknya dan berdiri di tengah panggung.
"Wah apa dia akan berhasil?"
"Sepertinya tidak mungkin."
Bisikan-bisikan itu Bianca hiraukan, tak ada gunanya juga mendengarkan bisikan sesat itu.
"Baiklah nona, disini ada koin dengan dua sisi yang berbeda. Nona ingin pilih gambar apa?" ucapnya seraya memperlihatkan koin itu.
"Aku pilih lambang." ucap Bianca yang membuat orang itu tersentak.
Rupanya Bianca memakai alat pengubah suara. Pembawa acara itu terdiam dan sepertinya ia tersenyum.
"Lalu koin yang satunya? Anda bisa memilih gambar yang berbeda."
"Lambang, aku memilih lambang."
__ADS_1
"Kalau begitu keduanya lambang ya." pembawa acara itu berkata dengan ramah, ia memberikan aba-aba sebelum melemparnya.
Dalam satu permainan ada 5 ronde dan kita harus menang 5 kali berturut-turut, lalu untuk biaya 10.000 USD itu untuk mengulang dari awal, karena jika tidak menang sebanyak 5 kali berturut-turut akan di nyatakan gagal. Karena itu permainan ini bernama Lucky yang berarti keberuntungan.
Permainan yang mengandalkan keberuntungan. Keberuntungan itu tidak mungkin datang secara berturut-turut. Tapi mungkin akan berbeda jika keberuntungan itu dipadukan dengan pengetahuan.
"Wah anda langsung menang di ronde pertama." ucap pembawa acara itu sembari tertawa senang.
"Baiklah di ronde kedua, apa yang nona pilih?"
Bianca terdiam sebentar. "Ikan dan lambang."
Beberapa menit kemudian...
Mustahil. Semua orang yang berada ditempat itu tercengang. Hanya dalam sekali percobaan gadis itu berhasil memenangkan permainan.
Itulah yang mereka semua pikirkan, bahkan pembawa acaranya pun juga terdiam, namun sepertinya ia tersenyum mendengar suara ramahnya yang masih sama.
"Sepertinya keberuntungan anda sangat bagus. Kalau begitu hadia ini sudah pasti milik nona."
Pembawa acara itu memberikan kunci nya, Bianca sendiri menatap kunci itu dan merabanya dan ternyata itu kunci yang benar. Setelah puluhan tahun akhirnya ia melihat kunci ini lagi, ya pada dasarnya kunci ini memang harus kembali pada pemiliknya.
"Selamat atas kemenangan anda saya harap besok anda juga bisa berpartisipasi dalam permainan itu." pembawa acara itu mendekat dan berbisik di telinga Bianca. "Sekedar informasi, permainannya sudah dimulai sejak malam ini tapi permainan utamanya memiliki hadia tak ternilai karena milik kelompok Yakuza. Saya harap anda juga bisa memenangkannya."
Suaranya tak asing ditelinga Bianca. Bianca tidak menjawab, ia hanya mengangguk dan kembali ke tempat duduknya. Sepertinya ada sedikit acara tambahan dalam acara terakhir ini.
...🌺...
"Sedang apa kau Ben?" tanya Steve yang melihat Ben hanya berbaring di sofa. Karena kamarnya di pakai oleh Kai alhasil Ben tidur di kamar Steve.
Ben tersenyum melihat ponselnya, lalu ia meletakan ponsel itu dan menatap Steve.
"Aku hanya menonton film."
__ADS_1
Sekedar informasi guys😁 10.000 USD itu setara dengan Rp. 146.563.000 (itu untuk tahun ini yaa... harga dolar setiap tahunnya berbeda) 😋