Innefabel {END}

Innefabel {END}
Hubungan Jack Dan Ketua Shanka


__ADS_3

Happy Reading...


.


.


.


"Apa hubungan Ketua Shanka yang dulu dengan Jack?" tanya Flower sembari menatap Bianca yang tengah menatap dokumen-dokumen yang ada di meja.


"Kenapa kau ingin tau?"


"Saat menyelinap kemarin ada sebuah ruangan yang berisikan patung-patung yang wajah dan tubuhnya mirip dengan Ketua Shanka dan yaa ada jasad orang tua mu dan jasad Ketua Shanka yang di awetkan dalam tabung." jelas Flower yang membuat Bianca cukup terkejut.


'Sepertinya dia memang sudah gila.'


"Entahlah, seseorang menganggapnya hanya sekedar teman dan seseorang lainnya menganggap hubungan mereka spesial, tapi setelah kedatangan orang baru segalanya jadi hancur."


"Kau tau dari mana?" Flower heran bagaimana bisa Bianca tau sampai sedetail itu.


"Informan ku bukan hanya kau."


Benar awal dari semua ini terjadi adalah karena dirinya sendiri. Ia jadi harus menuai apa yang sudah dirinya tanam.


Pertemuan mereka dimulai sejak usia 12 tahun saat dirinya kabur dari rumah dan menangis di taman bermain. Saat itu Jack bagaikan malaikat penyelamat untuknya yang selalu menghibur dirinya.


Tapi siapa yang mengira kalau Jack memiliki kelainan yang sedikit aneh, walaupun sebenarnya keluarganya sangat harmonis namun kelainan yang Jack miliki sungguh membuat seluruh keluarganya takut, Jack suka sekali menyiksa hewan-hewan dan ketika marah ia akan selalu membunuh hewan-hewan dengan cara yang menyedihkan.


Walaupun mengetahui hal itu dirinya tetap ingin berteman dengan Jack karena Jack adalah teman pertamanya.


"Kalau kau tidak menyukainya kenapa tidak kau hancurkan saja semuanya?"

__ADS_1


Itu yang Jack ucapkan ketika gadis itu bercerita bahwa ia membenci keluarganya. Saat itu ia masih naif dan berpikir jika apa yang Jack ucapkan benar. Hingga akhirnya ia membunuh seluruh keluarganya dan naik ke posisi menjadi Ketua Shanka yang kejam.


Disatu sisi gadis itu tau kalau Jack menyukainya, namun gadis itu tidak menggubrisnya. Bagi dirinya Jack hanyalah batu loncatan sekaligus teman seperjuangan, tidak ada yang spesial dengan hal itu sampai akhirnya Ketua Shanka membeli seorang anak asing yang membuat Jack ketakutan.


"*Kenapa kau membelinya?"


"Apa? Entahlah, dia terlihat menarik jadi aku membelinya."


"Kau tidak membuat dia berdiri disamping mu kan? Hanya aku yang ada disamping mu kan*?"


Saat itu Ketua Shanka menyadari ketakutan Jack namun ia memenangkannya.


"Kau tetap menjadi nomor satu untuk ku Jack."


Tapi bagi Jack semua itu seperti kebohongan untuk menenangkannya, Jack merasa cemburu setiap kali anak yang baru di beli itu selalu berada di dekatnya. Apalagi saat mengetahui kalau anak bernama Cristhoper itu lebih unggul dalam segala hal melebihi Jack.


"Tidak, kalau begini aku tidak bisa berdiri disampingnya, kalau begini aku akan tersingkirkan. Aku tidak mau."


"*Nona, kepada siapa kelompok ini akan nona wariskan?"


"Entahlah, bagaimana jika aku memberikannya kepada mu saja?"


"Apa? hahaha, saya tidak menginginkannya. Saya hanya ingin berada disamping nona*."


"*Kalau begitu terserah kau saja, kau bisa menulisnya sesuai keinginan mu."


"Kalau begitu*..."


Setelah itu Cristhoper memberikan surat yang ia tulis pada pengacara, Jack yang mengetahui hal itu pun marah dan terlibat perkelahian dengan Cristhoper hingga akhirnya Cristhoper tewas.


Ketua Shanka yang mengetahui hal itu sangat marah dan membenci Jack. Jack tentu tidak bisa menerima semua ini dan Jack pun di usir dari Shanka, setelah itu entah apa yang Jack lakukan tiba-tiba saja dia kembali sebagai anggota resmi Sapphire yang merupakan lembaga penelitian terbesar.

__ADS_1


Namun saat mendengar kabar kematian Ketua Shanka Jack kembali menggila.


"Cinta itu sangat mengerikan ya." ujar Bianca.


"Alasan Jack mencintai Ketua Shanka sampai sebegitu nya pasti karena hanya wanita itu yang mau menerima Jack apa adanya tanpa menuntut apapun. Walaupun sebenarnya lebih ke obsesi."


Alasan kematian suaminya Ketua Shanka adalah karena Jack juga, sebenarnya pria itu tidak benar-benar membenci Ketua Shanka entah ancaman apa yang Jack berikan pada pria itu hingga dia berpura-pura membenci Ketua Shanka.


Pria itu tidak pergi bersama selingkuhannya melainkan pergi untuk memperkuat kekuatannya bersama beberapa orang temannya namun pesawat yang sudah di sabotase itu jatuh dan menyebabkan mereka semua tewas. Sayangnya Ketua Shanka hanya tau kalau suaminya itu sangat membencinya dan meninggalkan dirinya demi bersama mantan istrinya.


'Rumit sekali.'


Tapi semua itu sudah tak berarti lagi sekarang dan alasan Flower merasa sangat bersalah adalah karena yang menyabotase pesawat itu adalah dirinya. Bisa di bilang dirinya juga berkontribusi dalam pembunuhan itu.


"Aku dengan Ben menghubungi mu dan mencegah mu untuk menyerang markas Sapphire." ucap Flower yang membuat Bianca mengangguk.


"Dia meminta ku untuk menunggu, tapi aku tidak bisa menunggu lebih lama."


Ucapan Bianca membuat Flower tertawa kecil. "Ku rasa Ben juga sedang terburu-buru karena kau. Daniel dan Terry sedang memperkuat kekuatannya kan? Kai dan Bahiyyih juga sedang mencari bukti-bukti kakeknya agar menjadi skandal yang bisa menghancurkan kakeknya."


"Sekarang semuanya sedang serius ya, aku tidak bisa melihat senyuman kalian lagi. Padahal kalian masih anak-anak harusnya kalian menikmati masa anak-anak kalian dengan damai."


Bianca tersenyum. "Kalau kami dibesarkan dalam keluarga yang biasa saja mungkin kami hanya menghadapi masalah yang sepele tapi sayangnya takdir kami berbeda dan sekarang kami hanya sedang memilih untuk hidup atau mati."


"Lalu kau pilih apa?"


"Sepertinya aku memilih untuk mati."



__ADS_1


__ADS_2