Innefabel {END}

Innefabel {END}
Bertemu


__ADS_3

Happy Reading...


.


.


.


Pada akhirnya Kai, Bahiyyih dan Ben pergi ke Brazil, lalu Steve dan Terry ada urusan di luar negeri, alhasil Bianca dan Daniel berdua saja dan menetap di China untuk beberapa waktu. Setidaknya sampai saudara-saudaranya kembali.


Sudah seminggu berlalu sejak kepergian mereka, Bianca benar-benar sangat bosan. Bianca tidak bisa bahasa China ia juga tidak tau tempat hiburan apa yang ada di China, dirinya hanya bisa berbaring di sofa seperti ini.


"Kalau kau terus berbaring di sofa kau tak akan pernah bisa tumbuh tinggi." ucap Daniel yang melihat adiknya seperti tidak memiliki gairah hidup.


"Omong kosong macam apa itu? Lagipula aku tidak tau apa yang ingin aku lakukan, makanya aku berbaring begini." Bianca mengubah posisinya dan menghadap Daniel. "Kak bagaimana kalau kita jalan-jalan."


"Aku sibuk." jawabnya langsung.


"Apa?! Setidaknya pikirkan dulu! Kau jahat sekali sih, aku kan sedang bosan." rengek Bianca yang membuat Daniel menutup kedua telinganya. Daniel itu gk suka sama yang namanya dunia luar tau, bukannya lebih enak di rumah dan rebahan seperti Bianca.


"Ya sudah kalau begitu aku pergi sendiri." Bianca bangkit dari tidurnya.


"Kau kan tidak bisa bahasa China, kalau kau kesasar aku tidak ingin mencari mu. Aku sibuk." kata Daniel yang memilih pergi meninggalkan Bianca.


"AHH BENERAN DEH!"


...🌺...


Pada akhirnya karena kasian Daniel pun memutuskan untuk membawa Bianca jalan-jalan, selain karena kasian, Bianca terus merengek sampai-sampai membuat Daniel kesal.


Mereka berdua memutuskan untuk pergi ke museum yang berada di Macau. Maksud Daniel tempat itu lebih dekat daripada tempat hiburan lainnya, eh tapi museum tidak termaksud tempat hiburan kan? Entahlah.


"Bukan kah ini sangat keren, benar-benar lukisan yang indah." kagum Bianca saat melihat sebuah lukisan pegunungan.


"Lukisan ini juga cantik."

__ADS_1


"Patung ini bagus sekali."


Bianca terlihat bersemangat dan hal itu membuat Daniel cukup puas.


'Tidak buruk juga mengajak Bianca ke museum.'


Daniel tersenyum dan menggandeng tangan Bianca. "Kau akan tersesat jika terus berlari kesana kemari."


"Habisnya semua pajangan disini keren sekali. Seumur hidup ku, aku baru pertama kali mengunjungi art museum." Bahkan di kehidupan yang sebelumnya ia sama sekali tidak pernah bersenang-senang.


Daniel terdiam bingung, bukankah saat umur 7 tahun Bianca pernah pergi ke museum? Apa dia tidak ingat? Ya itu memang sudah lama sih.


"Bagaimana kalau kita makan dulu."


"Makan? Aku masih ingin lihat-lihat."


"Kita kan belum makan siang, setelah makan siang kita ke lantai dua dan melihat-lihat patung yang di pahat oleh pemahat ternama."


Bianca terlihat berpikir mendengar ucapan Daniel. Ya itu ide bagus sih, Bianca juga sudah lumayan lapar.


"Baiklah."


Daniel cukup menikmati waktu yang seperti ini, ternyata tidak sebosan yang Daniel kira. Tapi melihat Bianca sangat menyukai museum, Daniel jadi berpikir untuk membuat museum di dalam Mansion utama. Bukankah selain bisa melihat-lihat sampai puasa Daniel juga bisa berbincang ringan seperti ini bersama Bianca?


Daniel rasa itu hal yang harus Daniel pertimbangkan mulai sekarang, Daniel juga tidak keberatan mengeluarkan beberapa dolar untuk membangun museum.


Bianca menatap Daniel yang sejak tadi terlihat serius dalam berpikir.


'Daniel tidak berniat untuk membuat museum dalam rumah kan?'


...🌺...


Bianca menyeritkan keningnya ketika menatap sebuah patung wanita setengah badan yang tengah memegang sebuah guci, raut wajah wanita itu sangat sedih.


Bianca melirik kebawah dan membaca tulisan yang ada di bawah patung itu. "women who want lots of affection", disana juga tertulis jika patung itu dibuat oleh seseorang yang berinisial 'J'.

__ADS_1


Entah kenapa Bianca merasa jika patung itu persis seperti dirinya yang dulu yang menginginkan kasih sayang. Tapi ada yang aneh juga dari patung itu, rasanya seperti....


"Bukankah patung ini terlihat seperti manusia asli?" bisik Bianca pada Daniel.


"Oh, ku kira hanya aku yang berpikir seperti itu." Daniel menarik tangan Bianca dan mengajaknya untuk melihat patung yang lain.


Bianca menghentikan langkahnya begitu melihat sebuah lukisan seekor burung yang seluruhnya berwarna merah darah. Itu benar-benar terlihat seperti darah asli.


Drtt... Drtt... Ponsel Daniel berbunyi membuat Bianca tersentak kaget.


"Maaf Bianca, aku pergi sebentar untuk mengangkat telepon dulu." Bianca mengangguk mendengar ucapan Daniel, hingga akhirnya Bianca menatap lukisan itu seorang diri.


Bianca membaca penjelasan tentang lukisan itu, "a bird that wants happiness with a body full of wounds." Karya itu juga di lukis oleh seseorang berinisial 'J'.


'Jack?'


Seketika nama itu terlintas dipikiran Bianca, mantan wakil ketua Shanka yang berkhianat sekaligus orang yang bekerjasama sama dengan profesor yang pernah menculiknya untuk dijadikan objek percobaan dulu.


"Bagaimana dengan lukisan yang ku buat." bisik seseorang tepat di telinga Bianca.


Deg. Seluruh tubuh Bianca mendadak merinding jantungnya juga berdebuk kencang.


Bianca melirik ke belakang, dan tepat disana ada seorang pria tampan yang tersenyum menatapnya.



"Akhirnya aku bisa menyapa mu secara langsung." pria itu tertawa yang terdengar mengerikan ditelinga Bianca.


Pria itu adalah Jack Wilshere. Mantan wakil ketua Shanka sekaligus orang yang telah membunuh Cristhoper, orang yang telah berkhianat pada dirinya dan juga orang yang telah memberikan obat itu kepada dirinya. Pemimpin penelitian Sapphire. Penjahat utama yang harus Bianca singkirkan.


"Lama tidak bertemu ketua."


Deg.


__ADS_1


Yeay akhirnya antagonis utamanya muncul😋 ada yang penasaran sama antagonis utamanya gk gaes?😁



__ADS_2