
Happy Reading...
.
.
.
Ben terdiam, ia tidak mengerti bahasa Portugis tapi jika dilihat isi buku itu sepertinya berisi pemberitahuan warisan dan beberapa rumus atau apapun itulah. Yang jelas itu bukan berisi curhatan hati.
"Begitu ya."
'Apanya yang begitu?'
Ben tidak mengerti sama sekali, dirinya masuk ke pelajaran bahasa asing hanya karena kebetulan saja. Bukan berarti Ben menyukai pelajaran bahasa asing itu. Tidak seperti Daniel dan Steve yang menguasai beberapa bahasa asing selain bahasa orang tua mereka.
Yang Ben kuasai hanya bahasa Indonesia yang merupakan negara ibunya, Bahasa Korea yang merupakan negara ayahnya dan bahasa Inggris yang ia gunakan sehari-hari. Sisanya ia tidak mengerti sama sekali.
"Jadi apa yang tertulis disana?" tanya Ben penasaran.
Kai menoleh dan menatap Ben. "Oh, kau tidak mengerti bahasa Portugis ya?" Kai pikir sejak tadi Ben diam dan terlihat serius karena mengerti bahasa Portugis, ternyata Ben diam karena tidak mengerti ya. Kalau begitu sejak tadi Kai akan membacakan isinya seperti membaca buku dongeng.
"Buku ini berisi apa saja yang harus dilakukan sebagai pewaris, ada juga beberapa rahasia mengenai sebuah perusahaan. Disini juga tertulis siapa yang akan mewarisi perusahaan itu."
"Siapa pewaris yang ditunjuk?"
Kai terdiam sebentar. "Bahiyyih. Dia pewaris resmi perusahaan HK."
"Apa?!" itu bukanlah Ben yang berbicara, tapi Bahiyyih yang entah sejak kapan sudah berdiri di ambang pintu sembari menatap kakaknya dengan ekspresi terkejut.
Ben dan Kai cukup terkejut namun mereka berdua kembali berekspresi tenang. Kai menyuruh Bahiyyih untuk menghampiri mereka dan Bahiyyih menurut, Bahiyyih juga ingin tau apa yang sedang terjadi sampai-sampai dirinya menjadi pewaris resmi perusahaan HK yang dipimpin oleh kakak dari kakeknya.
__ADS_1
"Bacalah." ujar Kai sembari memberikan buku itu, Bahiyyih menatap Kai sesaat dan kemudian kembali menatap tulisan yang ada di buku itu.
Bahiyyih dengan seksama membaca kalimat yang ada di buku itu, kalimat yang bertuliskan 'herdeiros legais de empresas de HK serão entregues a Bahiyyih Huening'.
(ahli waris sah perusahaan HK akan diserahkan kepada Bahiyyih Huening)
"Eh? Tapi kak, aku tidak tau harus berekspresi seperti apa."
Kai tersenyum, Kai tau kalau Bahiyyih memiliki bakat berbisnis yang lebih hebat dari dirinya. "Lebih baik kita temui orang itu, setelah itu baru kita diskusikan baik-baik." ucap Kai menenangkan yang sontak membuat Bahiyyih menunduk dan mengangguk.
Ben sendiri hanya menatap interaksi mereka berdua dalam diam, tugas Ben hanya membantu jika ada kesulitan bukan ikut campur dalam hak ahli waris.
Lagipula interaksi Bahiyyih dan Kai sangat damai membuat Ben yang melihat mereka hanya bisa tersenyum. Berbeda dengan dirinya dan Bianca atau Daniel yang setiap saat pasti ada adegan adu mulut ataupun pamer.
Drtt... Ponsel Ben berbunyi yang sontak membuat pria itu langsung mengeceknya. Pesan dari Steve yang memberitahu alamat rumah, alamat perusahaan dan nomor telepon orang kepercayaan orang itu.
...🌺...
"Disini tempatnya?" kata Ben yang lagi-lagi speechless. Ben menatap bangunan dihadapannya dengan tercengang, padahal perusahaan kakaknya juga semewah ini tapi entah kenapa aura perusahaan HK ini terkesan lebih 'WOW'.
"Katakan pada ku siapa kalian sebenarnya?" ucap Ben dengan ekspresi tak percaya.
"Hah? Kenapa tiba-tiba?" kata Bahiyyih dengan bingung. "Kai kan sudah tau siapa kami."
Ben seharusnya tidak heran tapi entah kenapa Ben malah merasa heran karena Huening bersaudara tidak mengeluarkan ekspresi apapun seolah-olah tempat-tempat mewah ini adalah hal yang sangat biasa saja.
Ben yakin kalau ada Terry disini, Terry pasti akan pingsan mendadak atau Terry akan menghitung jumlah uang yang harus dikeluarkan untuk membangun gedung mewah ini.
__ADS_1
"Senhoras e senhores Huening, eu estive esperando por você." (Tuan dan Nyonya Huening, saya sudah menunggu kalian) ujar seorang pria paruh baya yang berdiri di samping mobil mereka.
Sepertinya pria itu memang benar-benar sudah menunggu kedatangan mereka sejak tadi. Tapi siapa dia? Kai tau kalau pria itu bukanlah asisten kakak kakeknya, pria itu tidak terlalu tua. Tapi wajahnya juga tidak begitu asing.
"Senhor. Kai pode ter esquecido de mim, mas meu irmão sempre fala de você." (Tn. Kai mungkin sudah melupakanku, tapi kakakku selalu membicarakanmu) kata pria itu sembari tersenyum.
Ah sekarang Kai ingat siapa pria ini, pria itu yang dulu selalu menemani asisten orang itu setelah kakak kakeknya meninggal.
"podemos conversar por dentro?." (kita bisa bicara di dalam?) Kata Kai yang sontak membuat pria itu tersenyum. Aura Kai sudah berbeda dengan dulu.
Pria itu mengangguk sebagai jawaban dan mempersilahkan mereka untuk masuk.
'Aku, tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.'
...🌺...
Pria yang Kai ketahui namanya adalah Sam, dia adalah adik bungsu asistensi kakak kakeknya. Asisten pribadi orang itu sudah tewas beberapa hari yang lalu tapi sebelum meninggal orang itu meninggalkan pesan tentang apa yang orang itu ketahui mengenai pewaris sah perusahaan ini.
Dalam kata lain memang benar jika pewaris sah itu adalah Bahiyyih, Sam meminta Bahiyyih untuk segera mengambil alih perusahaan HK karena selama ini perusahaan ini berjalan tanpa adanya pemimpin. Sam juga cukup kewalahan dalam mengerjakan perusahaan ini.
Sam memang sudah tau mengenai kedatangan mereka dari Steve karena perusahaan mereka saling bekerjasama.
Mereka berdua mendengarkan ucapan Sam dengan seksama, mereka tidak tau harus berkomentar apa. Kecuali Ben yang sama sekali tidak mendengarkan Sam, karena Ben tidak mengerti apa yang Sam ucapkan.
"Saya..."
__ADS_1