Innefabel {END}

Innefabel {END}
Perubahan Tanpa Senyuman


__ADS_3

Happy Reading...


.


.


.


...1 Minggu Kemudian.......


New York, Amerika.


05.00 Am.


Di Mansion Utama Siegfried.



Ben dengan santainya memasuki Mansion itu, seminggu setelah kematian Steve sudah banyak yang berubah. Salah satunya adalah hilangnya senyuman Terry dan Bianca.


Tidak ada siapapun di Mansion ini selain dirinya, Daniel sedang mengurus kelompok Butterflies di Korea, seperti Daniel juga sedang menyiapkan sesuatu.


Terry masih dalam masa pemulihan namun pemuda itu memaksakan dirinya untuk berlatih di Las Vegas, dan Bianca. Entah apa yang sedang gadis itu rencanakan. Ia masih berada di China, sepertinya ia fokus menyelidiki tentang Sapphire.


Hueningkai juga kembali ke Brazil untuk membantu Bahiyyih mengurus perusahaan. Riki kembali ke Jepang untuk proses penerusan tahta ketua Yakuza. Riki juga sudah mengetahui tentang kematian Steve, tentu saja pria itu merasa sedih dan menangis. Riki bersumpah akan membantu mereka menyerang kelompok yang sudah membunuh Steve.


Walaupun begitu mereka semua sudah terpencar sekarang, mereka sibuk dengan tugasnya masing-masing namun tujuan mereka tetap sama. Yaitu menghancurkan musuh sampai ke akar-akarnya.


"Apa ada pesan dari kakak?" tanya Ben pada mantan asisten Steve. Jake.


Jake menggelengkan kepalanya yang berarti tidak ada pesan apapun dari Daniel. "Tapi kami mendapatkan kiriman email dari nona Bianca."


"Kiriman email?"


"Apa anda ingin memeriksanya sendiri?"


"Ya."


Ben langsung melengos pergi memasuki kamarnya, ia langsung membuka laptopnya dan mengecek laporan yang masuk.


Ternyata email itu berisi tentang laporan mengenai Sapphire. Sapphire adalah lembaga penelitian legal yang hanya memiliki satu markas dan markas itu berada di China.


Terkadang mereka mengambil beberapa mayat untuk di jadikan bahan penelitian. Jack berperan sebagai penanggungjawab Sapphire.

__ADS_1


"Apa? Jadi bukan dia pemimpinnya?!"


Pimpinan Sapphire membiarkan Jack melakukan apapun yang disukainya, jadi bisa di bilang jika pimpinannya tidak mau tau tentang Sapphire yang dipimpin oleh Jack.


Beberapa anggota Sapphire :



Ketua Dewan Huening (kakek Kai).


Kim Rei.


Roy.


Dll.



"Ku pikir kakaknya Riki juga termaksud anggota Sapphire." mengingat dia sangat dekat dengan Jack. Tapi ternyata bukan.


Lalu lokasi terakhir yang di kunjungi Steve adalah markas Sapphire. Sepertinya Steve mendengar sesuatu di markas itu jadi Steve dibunuh secara terburu-buru.


Penelitian terakhir yang sedang Jack coba adalah penukaran jiwa.


"Jiwa manusia itu bukan barang."


"Tuan Muda, sepertinya Nona Bianca akan segera menyusup ke markas Sapphire." ucap Jake yang membuat Ben semakin kaget.


Ben saja belum menaklukkan Shanka bagaimana bisa Bianca menyerang Sapphire begitu saja? Terry yang biasa menghentikan Bianca juga tidak bisa di hubungi.


Ben menggigit jarinya, ia merasa frustasi dengan apa yang terjadi. Apa yang harus ia lakukan sekarang? Terakhir kali yang Bianca ucapkan tentang cara menaklukkan Shanka adalah dengan pembuktian, tapi pembuktian apa yang Bianca maksud?


Hanya Steve dan Bianca yang tau.


"Jake, apa yang kakak lakukan terakhir kali sampai membuat Shanka menurut begitu?" tanya Ben sembari menatap Jake yang berdiri dibelakangnya.


"Itu... Tuan Steve menangkap salah satu buronan sekaligus bandar narkoba dalam kelompok, ia bisa menyelesaikan misi itu hanya dalam sehari."


Apa? Bukankah itu seperti permainan petak umpet?


"Kalau begitu apa yang harus aku lakukan sekarang?"


...🌺...

__ADS_1


Terry merebahkan dirinya seraya menatap langit-langit kamarnya dengan tatapan kosong. Tubuh Terry yang masih terluka dan dibalut perban, ia memaksakan dirinya untuk terus berlatih.


Terry bahkan menyalakan dirinya atas kematian Steve, walaupun kata keluarga Siegfried yang lainnya itu bukanlah salah Terry. Tapi tetap saja, saat itu Terry ada disana tapi Terry tidak bisa melakukan apapun.


Kalau saja dirinya sedikit lebih kuat pasti Terry bisa menolong Steve.


Air mata mengalir dari kedua matanya, sudah lebih dari seminggu Terry meratapi kesedihan ini seorang diri. Saat ini dirinya ada di Lav Vegas, tempat tinggalnya yang dulu.


"Padahal semuanya sedang berjuang keras untuk balas dendam, tapi apa yang aku lakukan disini? Huh!"


"Meratapi nasib?" Terry tertawa hampa, ia bahkan tidak tau apa yang harus di lakukan.


Kriet... Pintu kamarnya terbuka menampilkan seorang pria imut yang tersenyum ramah padanya.


Tunggu! Bagaimana dia bisa masuk? Terry kan sudah mengunci pintu depan.


"Kak Daniel memberikan ku kuncinya." pria itu menjawab seolah sudah tau apa yang Terry pikirkan.


Terry menghapus air matanya dan bangkit dari tidurnya, namun ia masih mendudukkan diri di ranjang. "Apa yang kau lakukan disini Sunoo?"



Sunoo berjalan masuk dan duduk disamping Terry. "Aku sudah dengar beritanya, maksud ku tentang Steve. Aku kesini karena khawatir pada mu dan juga aku kesini karena Daniel meminta ku." jelasnya.


"Sejak kapan kau dekat dengan kak Daniel?"


"Ah, mungkin kalian tidak tau. Tapi perusahaan ayah ku dan perusahaan Daniel bekerja sama."


Awalnya Sunoo ingin menghibur Terry dan Bianca saat acara pemakaman, tapi mereka berdua tidak datang ke acara pemakaman Steve saat itu.


Lalu beberapa hari yang lalu Daniel menelepon Sunoo dan meminta Sunoo untuk mengecek keadaan Terry, ini kesempatan untuk Sunoo menghibur Terry tapi melihat kondisi Terry yang terlihat putus asa seperti ini membuat hati Sunoo sedih.


Bagaimana pun juga Terry adalah sahabatnya. Sunoo juga jadi penasaran kenapa Terry se depresi ini, orang-orang hanya tau jika Steve tewas karena kecelakaan lalu lintas.


Tapi melihat kondisi Terry, Sunoo yakin jika itu bukanlah karena kecelakaan lalu lintas biasa.


Sunoo memegang tangan Terry dan menatapnya lekat. "Aku tidak akan memaksa mu bercerita tapi sejujurnya aku penasaran dengan apa yang terjadi." jujur Sunoo.


Sunoo tersenyum menenangkan. "Kau terlihat sangat terluka, ku pikir aku bisa membantu mu walau hanya sedikit."


Terry terdiam dan berpikir sejenak. Kemudian Terry kembali membuka mulutnya dan bercerita.


__ADS_1



__ADS_2