Innefabel {END}

Innefabel {END}
Kunci


__ADS_3

Happy Reading...


.


.


.


"CARI KUNCI ITU DENGAN BENAR!! KALAU TIDAK KETEMU KEPALA KALIAN AKAN KU PENGGAL!!" Bentak Jack dengan penuh amarah.


Seluruh ruangan itu hancur, Jack benar-benar mengamuk hanya karena kehilangan kunci yang bahkan bukan miliknya. Bagi Jack kunci itu sama seperti nyawanya sendiri, lebih baik Jack mati daripada kehilangan barang dari Ketua Shanka itu. Walaupun sebenarnya barang itu Jack curi.


"Gk boleh... Aku gk boleh sampai kehilangannya lagi." Jack menggigit kukunya dengan kencang hingga kuku itu berdarah. Jack benar-benar gelisah dan benar-benar takut jika ia kehilangan kunci itu.


"Harus di temukan." Jack melirik kearah patung wajah Ketua Shanka yang ada di ruangan itu. Jack mengelus patung itu dengan penuh cinta dan kasih sayang.


"Aku pasti akan menemukannya untuk mu, walaupun aku harus mengacak-acak seluruh dunia, kunci itu pasti akan ku temukan."


Oh, Jack menggila lagi.


...🌺...



Setelah 1 Minggu lebih Terry mencari kunci itu tanpa beristirahat akhirnya ia menemukan kunci yang sebenarnya Steve larang untuk di cari. Namun entah kenapa menurut Terry kunci ini sangat berharga.


Terry bahkan rela kembali ke China dengan meminta bantuan Sunoo hanya untuk mencari kunci ini. Semoga saja Terry tidak terlambat.


Begitu menemukan kuncinya Terry dengan cepat kembali ke Mansion di China.


BRAK.

__ADS_1


Kedatangan Terry bertepatan dengan kedatangan Ben, mereka semua berkumpul di ruangan Bianca yang penuh dengan layar proyektor itu.



Bianca yang berada disana bersama Flower jelas terkejut dengan kehadiran mereka..


"Ben? Terry? Kalian kenapa?" tanya Bianca yang melihat mereka berdua seperti terburu-buru.


"Eh kau?" Terry menunjuk kearah Flower. "Kau kenal dengan pria itu Bianca?"


"Ah? Ya dia informan ku, Flower." jelas Bianca. Ah tapi Terry kesini bukan untuk membahas masalah Flower, itu nanti saja.


"Bianca apa kau tau tentang kunci ini?" menunjukkan sebuah kunci.


"Bianca apa kau tau apa yang di butuhkan Shanka?"


Apa ini? Ben dan Terry berbicara bersamaan membuat Bianca bingung ingin menjawab yang mana dulu.


"Darimana kau mendapatkannya?" tanya Bianca.


"Aku mencarinya di tempat kecelakaan itu."


"Pegang kunci itu Ben, itu yang kau butuhkan." Bianca dengan santainya melempar kunci itu dan dengan sigap Ben menangkapnya.


"Apa? Kunci apa ini?"


"Kau akan tau jika sudah menemukan sebuah ruangan di bawah tanah markas utama Shanka." jelas Bianca yang membuat Ben mengangguk.


"Tapi kau sedang apa?" tanya Ben curiga karena melihat Bianca sangat serius.


Ben menatap layar proyektor itu yang menampilkan seluruh kegiatan di sebuah laboratorium atau di sebuah rumah sakit mungkin.

__ADS_1


"Itu kan markas Sapphire. " ujar Terry terkejut.


"Aku menyelinap dan menempelkan beberapa kamera tersembunyi disana agar Bianca bisa memantau pergerakan Sapphire dengan leluasa." jelas Flower yang membuat Bianca mengangguk Bianca kembali fokus menatap layar yang menampilkan Jack yang sedang mengamuk.


"Tentu saja itu juga berguna untuk membuat rencana penyerangan." jelas Bianca, "Bagi ku ini adalah langkah terakhir yang membuat ku memilih antara hidup dan mati."


Bianca tau jika dia mati sekarang maka ia tidak akan bisa hidup kembali, karena itu ini adalah penentuan untuk semuanya. Bianca juga harus mengakhiri semua penderitaan yang di peroleh oleh keluarganya karena dirinya.


'Mereka tidak boleh menderita lebih jauh lagi, mereka tidak boleh kehilangan lagi.'


Ben mencengkram pundak Bianca dan memaksa Bianca untuk menatapnya. "Katakan apa yang ingin kau lakukan?! Kau ingin menyerang Sapphire sendirian?!" Ben terlihat marah namun Bianca mungkin tidak punya pilihan lain, Bianca juga tidak ingin menundanya lebih lama lagi.


Lagipula sejak awal dia bukanlah ingin menyerang Sapphire melainkan menyerang Jack.


"Kau salah paham, aku tidak memiliki urusan dengan Sapphire. Aku hanya memiliki urusan dengan Jack." ucap Bianca. "Setelah ku selidiki lebih lanjut, Sapphire hanyalah tempat Jack bermain, sedangkan apa yang kita alami semuanya adalah ulah Jack dan Jack juga bukan pemilik Sapphire, tidak ada alasan untuk ku menghancurkan organisasi legal itu."


Benar, Bianca hanya akan menghancurkan Jack. Jika Jack hancur maka Sapphire tidak menderita kerugian apapun dan Sapphire juga tidak akan balas dendam karena organisasi itu hanyalah tempat berkumpulnya orang-orang gila yang tidak ada sangkut-pautnya sama sekali, bisa dibilang mereka saling tidak memperdulikan satu sama lainnya.


"Walaupun begitu Jack adalah anggota eksekutif tertinggi sekaligus wakil pimpinan dan dia juga punya banyak anak buah, kita tidak bisa asal menyerangnya. Lalu stalker yang mengikuti Ben itu ada di pihaknya."


Bianca menghela nafas. "Aku tau, makanya aku mengawasi pergerakan Jack. Paling lambat adalah minggu depan. Itu adalah batas kesabaran ku untuk tidak menyerang Jack." Bianca menatap Ben. "Karena itu ku harap sebelum minggu depan kau sudah berhasil menaklukkan Shanka, sekalipun tidak berhasil tidak masalah. Karena aku akan pergi sendiri."


Benar, tujuan Bianca hanya membunuh Jack. Bianca tidak peduli dengan Sapphire karena pasti nanti akan ada orang lain yang menghancurkannya. Tapi untuk Jack, harus Bianca sendiri yang menghancurkan pria itu. Bianca tidak akan berbelas kasih sedikitpun.


'Jack, kau harus berhenti bermain-main.'



Iyups... Beberapa chapter lagi cerita ini akan tamat... 🤗


__ADS_1


__ADS_2