
Happy Reading...
.
.
.
Bianca bangun dari tidurnya, sejak pulang dari pantai kemarin yang Bianca lakukan hanyalah tidur karena kepalanya yang mendadak pusing. Bianca jadi kesal sendiri karena tubuhnya yang menjadi lemah.
Tapi apa boleh buat? Bianca juga tidak bisa melakukan apapun dengan tubuh ini. Bianca bukanlah tipe orang yang bisa berdiam diri, Bianca adalah orang yang selalu bergerak bahkan saat tidak ada masalah sekali pun dan mendapati tubuh yang lemah dan mudah sakit seperti ini sejujurnya saat merugikan dirinya.
Biasa saja Bianca memaksakan tubuh ini untuk tetap kuat, tapi apa itu akan berhasil? Bianca tidak begitu yakin.
Gadis itu menghembuskan nafasnya, kepalanya memang sudah tidak pusing lagi tapi badannya masih panas. Lagipula sekarang ia sedang liburan jadi tak masalah mau bangun malam pun.
Pada akhirnya Bianca membaringkan tubuhnya kembali dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya hingga leher.
"Aku heran kenapa sejak tadi ada serangga yang memperhatikan ku? Haruskah aku bergerak duluan?" gumam Bianca karena merasa ada yang terus memperhatikan dirinya dari balik pintu kamar hotel.
"Hotel ini sangat jelek. Aku akan protes pada kakak nanti." setelah berbicara seperti itu, Bianca memilih untuk kembali tidur.
......🌺......
Terry dan Ben menikmati sarapannya di sebuah restoran kecil dekat pesisir pantai, tentu saja menu makanan mereka adalah seafood.
"Apa tak masalah tidak membangunkan Bianca?" tanya Terry mengingatkan tadi mereka meninggalkan gadis itu yang masih tertidur.
"Biarkan saja, kalau lapar ia juga akan bangun. " Ben mengibaskan tangannya. Lagipula Bianca itu paling marah jika waktu tidurnya diganggu.
Terry sendiri hanya mengangguk mendengar ucapan Ben. Tapi ngomong-ngomong mereka tidak hanya sarapan berdua saja, entah bagaimana ceritanya Kai juga ikut sarapan bersama.
Terry tau kalau Kai habis menjalani syuting iklan disini tapi Terry tidak berpikir jika Kai akan ikut sarapan bersama mereka. Kai terlihat nyaman dengan Ben dan Ben sendiri terlihat bodo amat dengan kehadiran pria itu.
__ADS_1
Ya Terry hanya berharap kalau Kai tidak akan merubah genre cerita ini saja. Walaupun memang menyenangkan memiliki teman dari keluarga Siegfried tapi akan sangat merepotkan jika keluarga Siegfried berbuat ulah. Terutama si kembar.
"Terry kau ternyata punya fans juga ya." ujar Kai sembari tersenyum.
"Oh apa Kau juga merasa jika sejak tadi ada yang memperhatikan kita?" ujar Terry.
Sebenarnya sejak tadi mereka merasa ada yang terus memperhatikan mereka, ya Ben sudah tau siapa orangnya tapi Ben akan diam saja selagi orang itu tidak melakukan apapun.
Tapi setelah Ben pikir-pikir wajah pria yang menabrak Bianca kemarin sangat tidak asing, Ben pernah melihatnya dimana ya? Ia sama sekali tidak ingat.
"Menurut kalian apa yang paling penting di dunia ini?" tanya Kai tiba-tiba. Entah kenapa Kai ingin tahu tentang hal itu.
"Kenapa kau bertanya tentang itu?" ujar Ben.
"Hanya ingin tau." Kai menggidikan kedua bahunya tak acuh.
"Kalau kau siapa?" tanya Terry.
Ben terdiam, entah kenapa ia jadi merasakan aura seorang kakak dari Kai dan hal itu mengingatkannya pada ketiga kakaknya.
Walaupun Ben sering berkelahi dengan Bianca dan Daniel, bukan berarti mereka benar-benar tidak akur. Justru perkelahian seperti itu membuat tali persaudaraan mereka sangat kuat.
Steve juga, walaupun ia terlihat pendiam dan hanya mencintai Bianca. Sebenarnya ia juga akan mengamuk jika ada yang menyakiti Ben.
Sejak dulu pun, Ben tidak pernah membenci Bianca. Ia hanya kesal, tapi tidak artinya juga mengenang masa lalu karena gadis itu sudah berubah.
Tanpa di jawab Kai sudah tau jawaban Terry. Karena bagi Terry orang terpenting di seluruh hidupnya hanyalah keluarga Siegfried. Terry berhutang budi pada keluarga Mafia itu, awalnya Terry memang hanya menganggap sebagai balas budinya saja tapi siapa sangka justru keluarga heboh itu kini menjadi bagian terpenting dalam hidupnya.
"You will know if the person is important or not if you lose them." lagi-lagi Kai menggidikan kedua bahunya, ia berkata sambil tersenyum.
Ben tertawa kecil. "Memangnya kau pernah kehilangan orang?"
Pertanyaan Ben dibalas dengan tawa keras dari Kai yang sontak membuat mereka bingung. "Bukan hanya kalian, aku juga pernah kehilangan seseorang tau."
__ADS_1
......🌺......
Bianca membuka mata dari tidurnya, hari sudah sore dan Bianca baru terbangun dari tidurnya. Pantas saja tubuh Bianca jadi sakit.
Tapi rasanya juga menjadi lebih segar setelah tidur panjang, sudah lama Bianca tidak tidur senyenyak ini.
"Cris, aku lapar." ucap Bianca yang sedikit ngelantur.
Deg. Benar juga, sekarang dirinya bukan ketua Shanka, tapi Bianca dari keluarga Mafia Butterflies. Kenapa Bianca jadi memanggil nama itu ya?
Sepertinya Bianca mengigau. Cristhoper adalah nama asisten ketua Shanka. Dirinya membeli anak itu dari uang hasil perjudian, atau lebih tepatnya anak itu dijadikan bahan taruhan oleh ayahnya. Ayahnya penggila judi dan karena tidak ada yang bisa dijual akhirnya ia menjadikan anak lelaki yang 5 tahun lebih muda dari dirinya itu sebagai bahan taruhan.
Siapa sangka jika anak itu menjadi orang yang cukup penting dalam hidupnya?
"Senorita, jika anda tidur terus tubuh anda akan sakit." suara lembut yang mengalun dengan indah ditelinga seorang wanita yang tengah berbaring. Pria itu membuka gordennya agar sinar matahari bisa memasuki kamar tidur yang suram itu. Senyuman menghiasinya wajah pria tampan itu.
Setelah diingat-ingat, mantan suaminya juga memiliki wajah yang hampir mirip dengan Cristhoper, walau tentu saja Cristhoper 200% lebih tampan.
Bianca mendudukan tubuhnya, ia menggenggam selimut itu dengan erat. "Kenapa aku jadi mengingatnya?"
Ah sial, ini bukan situasi dimana ia merindukan orang lain. Padahal jelas-jelas ada segerombol serangga yang sedang mengepungnya.
"Sebaiknya kita tunda dulu suasana melakonis ini. Aku tidak bisa mengabaikan serangga yang datang berkunjung kan?" ujar Bianca seraya menatap 10 orang yang kini sudah mengepung ranjang Bianca.
(Ketua Mafia Shanka / Bianca di kehidupan sebelumnya)
(Benvolio, Kai & Terry)
__ADS_1