IQBAAL & DARA (Bukan Cinta Biasa)

IQBAAL & DARA (Bukan Cinta Biasa)
Perjodohan...


__ADS_3

Perjodohan...


Tak terasa hari sudah hampir gelap, Dara dan mamah nya sudah menyelesaikan tugas mereka di dapur...


"Sayang kamu mandi sana pakai baju yang mamah kasi tadi dan jangan lupa dandan secantik mungkin..." ucap rina...


"Iya mah dara kekamar dulu...." ucap dara...


Rumah Iqbaal...


Sementara itu keluaraga iqbaal sedang bersiap-siap untuk berangkat kerumah Dara, Mereka sedang berada di ruang keluarga menunggu kedatangan iqbaal...


"Mah mana iqbaal ko lama kali..." ucap dhanu...


"Itu dia pah..." ucap mona menunjuk ke arah iqbaal...


"Wah... Anak mamah tampan sekali..." ucap mona...


"Ehemmm.. Iqbaal memang tampan mah..."ucap iqbaal dengan sombong...


"Keren nan jug aku..." ucap kevin...


"Iya anak mamah keren..." ucap mona...


"Yasudah.. Ayo kita berangak takut telat..." ucap dhanu...


Rumah Dara...


Keluarga Iqbaal langsung menuju rumah Dara. Hanya perlu wakatu kurang lebih 30 menit untuk sampai di rumah tersebut, sesampai nya dirumah dara mereka masuk dan di sambut oleh rina...


"Wah.. Sahabat ku sudah datang cantik sekali..." ucap rina...


"Ah bisa aja kamu ris. Kamu juga cantik..." ucap mona...


"Mari semua masuk..." ucap rina...


Mereka semua masuk dan duduk di ruang keluaraga...


"Ris Dara mana..." ucap mona...


"Ada di kamar lagi dandan biar cantik..." ucap rina...


Dara sedang bercermin memandangi diri nya sendiri yang tampak beda malam ini. Dara memakai dress selutut berwarna merah marun dan kalung putih di leher nya tak lupa makeup tipis yang membuat nya cantik natrural..


"Sambil nunggu dara lebih baik kita keruang makan terlebih dulu..." ucap rina...


Mereka menuju ruang makan dan duduk mengelilingi meja makan...


"Mah kevin makan dulu ya, udah laper..." ucap kevin...


"Kevin ka dara nya kan belum turun, nanti ya tunggu sebentar..." ucap mona...


"Kevin kalau mau makan, makan aja. Makan semua yang kevin bisa..." ucap rina...


"Terimakasih tante..." ucap kevin dan langsung memakan makanan yang berada di hadapannya....


"Dasar bocil..." ucap iqbaal...


Tak lama Dara turun dari kamar nya...


"Malam semua..." ucap Dara...


"Malam..." ucap mereka semua...

__ADS_1


Iqbaal yang melihat Dara terkagum dengan kecantikan Dara sedangkan Dara tidak menyangka bahwa tamu mamah nya adalah keluarga Iqbaal..


"Dara kamu cantik sekali..." ucap mona...


"Iya dar kamu cantik kali, lihat tu iqbaal samapi tidak kedip..." ucap dhanu...


"Kedip woy, mau copot tu mata..." ucap kevin sambil menyenggol tangan iqbaal...


"Terimakasi ta. Ini juga karena baju nya baju nya bagus banget dara suka..." ucap dara...


"Serius kamu suka ya, kamu tau siapa yang pilih..." ucap mona...


"Siapa tan..." ucap dara...


"Itu laki-laki di depan kamu..." ucap mona...


"What bolot.. Nyesel banget gua muji nya, bisa besar kepalah dianya..." batin dara...


"Udah ngobrol lanjut nanti, sekarang kita makan makam dulu..." ucap rina...


Dara pun duduk tepat di depan iqbaal, mereka diam-diam saling mencuri pandang...


"Gila cantik banget dia..." Batin iqbaal..


"Kenapa wajah nya beruba 180 derajat taman sekali dia..." batin dara...


Setelah acara makan selesai mereka berkumpul di ruang keluarga untuk membahas suatu hal yang penting...


Tampak Dara dan Iqbaal duduk berdampingan, awal nya mereka menolak tetapi dhanu memaksanya...


"Sekarang papah ingin berbicara penting, tolong kalian dengarkan..." ucap dhanu...


"Saya dan mamah kamu Dara. Berniat untuk menikahkan kalian berdua..." ucap pak dhanu...


"Iya.. Kalian sudah kami jodohkan sejak kalian kecil dan itu juga janji saya pada almarhum ayah kamu dara..." ucap dhanu...


"Dara gak mau om, Dara masi sekolah..." ucap dara...


"Iya kalian apa-apaan si main jodoh-jodohkan..." ucap iqbaal...


"Dara mamah mohon ini janji mamah pada ayah mu nak..." ucap rina dengan menitihkan air mata...


"Tapi mah dara masi sekolah.. ucap dara...


"Bal.. Mamah mohon kamu harus mau ya..." ucap mona...


"Tapi mah..." ucap iqbaal...


"Gak ada kata tapi bal. Kamu harus mau..." ucap dhanu...


"Alya.. Kamu masi bisa sekolah pernikahan ini hanya keluarga saja yang tau dan kami akan mengurus masalah sekolah kamu..." ucap mona...


"Tapi tan..." ucap dara...


"Dara harus mau. Dara gak mau kan ayah Dara gak tenang disana karena dara menolak perjodohan ini..." ucap dhanu...


Dara dan iqbaal diam seribu bahasa mereka ingin menolak perjodohan ini tapi sekaras apapun mereka menolak perjodohan ini tatap akan berjalan....


"Kalau kalian diam berarti kalian setuju, kita lakuakan tunangan malam ini juga. Tante sudah siapkan cincin nya..." ucap mona sambil mengeluarkan cicin dari dalam tas...


"Apa tunangan..." ucap iqbaal dan dara kompak...


"Jadi cincin yang iqbaal pilih tadi bukan buat teman mamah..." ucap iqbaal...

__ADS_1


"Bukan ini untuk kalian..." ucap mona...


"Tan cepet banget tunangannya..." ucap dara...


"Semangkin cepat semangkin bagus sayang. Minggu depan kalian nika..." ucap rina...


"Apa nika..." ucap dara...


"Enggak-enggak iqbaal enggak setuju..." ucap iqbaal...


"Kalian harus setuju, dan ini cincinnya..." ucap mona sambil mememberikan cincin itu...


"Sekarang iqbaal pakaikan ke tangan dara dan dara pakaikan ke tangan iqbaal..." ucap rina...


Mereka berdua pun bertungkar cincin tunangan, yang di fikirkan tadi di toko perhiasan menjadi kenyataan...


Tampak kebahagiaan terpancar dari wajah orang tua mereka tetapi tidak dengan iqbaal dan dara mereka terpaksa menjakani ini semua...


"Ra ikut aku, aku mau ngomong..." ucap iqbaal...


"Iya bentar..." ucap dara...


Dara dan Iqbaal pun menjauh dari ruang keluarga...


"Ra kenapa lu terimah si Perjodohan ini..." ucap iqbaal...


"Percuma gua nolak to mereka juga udh kekeh..." ucap dara..


"Gini aja mending kita buat kesepakatan pernikahan. Nantin setelah 1 tahun kita nika kita cerai..." ucap iqbaal...


"Gila lu ya, lu mau mempermainkan pernikan ini. Lu gak mikir dosa, lu gak mikir orang tua kita. Kalau ngomong tu mikir..." ucap dara...


"Jadi kita harus gimana, gua gak mau nika mudah..." ucap iqbaal..


"Lu kira gua mau, tapi kita gak bisa nolak bal, ini udah keputusan orang tua kita..." ucap dara...


"Tapi ra..." ucap iqbaal...


"Sekarang gini aja deh itu kita pikir nanti, kita jalani dulu. Udah gua pusing mikirin ini..." ucap dara meninggalkan iqbaal...


"Loh ko cepat sekali ngobrolnya, ngobroli apa..." ucap mona...


"Cuma bahas pemilihan ketua osis mah..." ucap iqbaal...


"Oh iy mamah lupa ra kalian kan berdua kepilih jadi calon ketua osis..." ucap dara...


"Loh dara juga calon ketua osis..." ucap mona...


"Iya tante dara sama bolot saingan..." ucap dara...


"Dara panggilan kamu ke iqbaal di ruba kalian kan udah tunangan..." ucap rina...


"Iyah mah..." ucap dara...


"Yasudah kami pamit pulang dulu rin sudah malam..." ucap mona...


Iya mon udah gak sabar deh jadi besan..." ucap rina...


"Sabar rin minggu lagi. Yang mau nika aja sabar ko Malah kita yang gak sabar..." ucap mona sambil tertawa...


"Keluarga Iqbaal pamit pulang dari rumah dara, Dan dara langsung kembali kekamar nya untuk menenangkan fikirannya...


Terimakasih....

__ADS_1


__ADS_2