
"Perlahan," kata Iqbaal.
"Iya iya, haduh perih," ucap Dara.
Dara di bantu oleh Iqbaal berjalan secara perlahan ke arah kamar mandi. Ia sangat kesulitan berjalan Kare merasakan rasa perih di bagian inti nya. Rasa perih itu semakin menjadi saat ia terlalu besar membuka kaki nya.
"Iqbaal itu mu sebesar apa si, sakit sekali," kata Dara.
"Hehehe jangan kamu bahas nanti dia bangun kembali," ucap Iqbaal.
Di dalam kamar mandi untuk mengurangi rasa nyeri di pangkal paha nya. Dara memutuskan untuk berendam di air hangat, saat ini berendam memang suatu hal yang sangat tepat. Tubuh nya yang terasa sangat pegal dan sakit agar terobati dengan hal itu.
Iqbaal membiarkan Dara berendam di bahdup. Sedangkan ia memilih untuk mandi saja. Iqbaal sangat beruntung sebagai seorang pria, ia hanya merasakan enak tanpa ada rasa sakit.
"Aku ingin lagi lagi lagi lagi dan lagi, ini sangat enak, jadi yang ayah katakan kemarin benar," kata Iqbaal.
Mata dara ternoda melihat Iqbaal yang mandi di dekat nya. Iqbaal mandi tanpa memakai apapun lagi, ia sudah tidak ada malu lagi pada istri nya.
__ADS_1
"Itu yang membuat ku sakit, yayaya aku yakin kalau sudah bangun pasti jauh lebih," batin Dara.
Setelah selesai mandi, Iqbaal turun dari hotel untuk membeli makanan, sebenarnya pihak hotel sudah membawa kan mereka makanan, tetapi karena ada makanan yang tidak bisa Iqbaal makan, Iqbaal memutuskan untuk membeli saja di luar.
"Nasi padang memang paling top," kata Iqbaal.
Iqbaal memutuskan untuk makan nasi padang saja, ia memang sangat lapar dan memang sangat cocok jika makan nasih padang. Semua makanan yang ia mau sudah ia dapatkan Iqbaal pun langsung naik ke lantai atas.
Di hotel Dara sudah keluar kamar mandi dengan sendirinya, ia berjalan sangat perlahan agar tidak terasa sakit lagi. Iqbaal tersenyum melihat Dara yang mau Mandiri, ia sangat bersyukur memiliki istri seperti Dara.
"Makan dulu Dara, nanti kita lanjut lagi," kata Iqbaal.
"Hahaha tidak kok, sudah ayo kita makan," jawab Iqbaal..
Di sekolah Aldy sedang menyelidiki siapa yang membuat semuanya kacau, dari Iqbaal yang mendapat voting yang tinggi, sampai Iqbaal yang di tuduh Dara melakukan kecurangan voting. Padahal ia tau jika Iqbaal tidak mungkin melakukan hal ini.
"Siapa yang bayar lu," tanya Aldy.
__ADS_1
"Tidak tau," jawab Ella.
"Kasih tau gua, pasti lu di beri uang untuk tutup mulut kan," ucap Aldy.
"Gak ada al, minggir gua mau masuk kelas," kata Ella.
"Oh lu mau main-main sama gua ya, lu lupa gua siapa," ucap Aldy.
"Al jangan gila," kata Ella.
"Jawab," bentak Aldy sambil memukul dingin di samping wajah Ella.
"Yang membayar kami semua, Anis dan Anggi," kata Ella.
"Bodoh." Aldy pergi meninggalkan Ella.
Aldy sudah curiga pada mereka berdua sejak lama, dan ternyata dugaan nya benar. Ia sangat ingin meratakan mereka berdua. Tetapi Aldy sabar dah memutuskan untuk menunggu Iqbaal, setelah Iqbaal kembali baru lah ia membantu Iqbaal untuk menghabis mereka berdua.
__ADS_1
"Mati lu," ucap Aldy dengan penuh kekesalan. Anggi dan Anis memang membuat masalah besar. Karena mereka berdua Dara dan Iqbaal bertengkar hebat. Acara yang sudah mereka rencanakan pun sudah hancur.