
Setelah selesai makan mereka berempat langsung melanjutkan perjalanan, hari sudah semakin siang dan mereka harus segera sampai di sana, kalau tidak mobil mereka akan terjebak macet lebih lama lagi.
"Kita jadi belanja dimana," tanya Iqbal.
"Di sana saja, lebih baik dari pada berhenti lagi, nanti kita malah terkena macet," jawab Aldy
"Ya sudah kita langsung ke sana, kalau kau sudah tahu tempatnya kan."
"Tenang saja tempat itu milik keluargaku, beberapa kali aku sempat menginap di sana dan memang sangat cocok untuk kita," kata Aldy.
Perjalanan dari tempat mereka menuju puncak menanam ke waktu sekitar 5 jam lamanya, mereka sedikit terkena macet sehingga memerlukan waktu yang cukup lama. Sebelum sampai di Villa tempat mereka akan menginap, Iqbal membawa mobil mereka ke sebuah supermarket untuk membeli bahan bahan untuk barbequean nanti malam.
"Yang belanja aku dan Agatha saja, kalian berdua tunggu saja di dalam mobil."
"Sayang kopi seperti biasa jangan lupa ya, aku sudah mulai mengantuk takutnya malah tidur sebelum sampai tempatnya," kata Iqbal.
__ADS_1
"Iya sayang."
Agatha dengan Dara pun berjalan keluar di dalam mobil, keduanya langsung masuk ke dalam supermarket itu untuk mencari segala keperluan mereka di Villa nanti.
"Kau cepat kali mengantuknya, nanti aku saja yang membawa mobil, takutnya mana kau mengantuk dan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Aldy.
"Dan hanya kau yang tahu tempat itu, jadi kalau tidak kau siapa lagi," ucap Iqbal.
"Apa menikah itu melelahkan," tanya Aldy.
"Aku dapat merasakan bagaimana lelahnya dirimu, kau sangat aktif di perusahaan ayahmu dan kau setiap bulannya harus ke London untuk bertemu istrimu."
"Kau tau sendiri kan bagaimanalahnya aku, tetapi aku tetap dikatakan egois oleh Dara, aku tetap dikatakan tidak mengerti dia untuk menggapai cita cita nya," ucap Iqbal.
"Ternyata rumah tanggamu juga punya masalah, kupikir rumah tanggamu itu aman dan tentram."
__ADS_1
"Kalau sebenarnya aku tidak bisa menahan semua ini pasti akan lebih banyak masalah, aku berusaha untuk menahannya dan menyelesaikannya semuanya dengan pikiran yang baik, aku tidak mau salah mengambil langkah yang membuat hubungan aku dengan Dara semakin buruk," ucap Iqbal.
"Aku sudah mempunyai rencana yang sepertinya bisa membuat dia tidak kembali sama lagi, dia tetap akan kuliah tetapi indah ke sini saja," kata Iqbal.
"Lalu bagaimana jika Dara tetap ingin ke sana," tanya Aldy.
"Sebisa mungkin ya aku tahan, aku sudah mengurus perpindahannya tanpa sepengetahuan dia, aku yakin apa yang aku rencanakan berjalan dengan baik, aku sudah membicarakan masalah ini pada keluarganya dan keluargaku, dan mereka semua setuju dengan semua rencanaku."
"Semoga yang terbaik saja pada rumah tanggamu dan Dara, sebagai sahabat aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kalian berdua," kata Aldy.
Tidak lama Dara dan Agatha masuk ke dalam mobil, mereka berdua sudah selesai membeli semua keperluan mereka di Villa nanti. Iqbal dengan Aldy pun bertukar posisi agar Aldy bisa segera membawa mereka ke Villa yang ia katakan tadi.
"Apa masih jauh?"
"Tidak sampai 30 menit, kalian yang sabar sajalah," kata Aldy.
__ADS_1