
"Iqbaal," teriak Dara.
"Kenapa kamu malah berteriak pada ku," tanya Iqbaal.
"Kamu sudah pernah meremas milik nya. Tangan mu sudah tidak suci lagi," jawab Dara.
"Hahaha Dara Dara, kamu polos sekali ya. Kamu apa tidak pernah berpacaran. Hey dia melakukan itu karena dia suka dengan ku, kamu pikir baik-baik, waktu itu aku sedang berada di kelas sendiri, dia datang Menghampiri ku, dan mengarahkan tangan ku ke arah dada nya. Aku reflek meremas nya, setelah itu pun aku tidak mau lagi, aku katakan pada nya aku tidak suka, jadi jangan pernah lekukan itu pagi. Dan semua itu bukan salah ku," kata Iqbaal.
"Sama saja, kamu dari luar atau dari dalam," tanya Dara.
"Dari luar lah, mata ku masih suci, kalau kamu memperbolehkan ku untuk melihat nya, aku tidak masalah mata ku ternoda," jawab Iqbaal.
"Iqbaal aku masih masa pertumbuhan, usia ku masih 16 tahun, jadi wajar jika itu ku kecil, nanti juga besar sendiri," kata Dara.
"Hmmm kata teman ku, harus sering di pupuk, tangan ku bisa memupuk nya," ucap Iqbaal.
Iqbaal kembali mendekati Dara dan menarik Dara ke dalam pelukan nya.
"Dara kamu tidak memakai kaca mata," tanya Iqbaal.
"Tidak boleh, jika malam di larang memakai kaca mata, aku mau tidur dan itu akan menghalangi pertumbuhan nya," jawab Dara.
__ADS_1
"Oh begitu, aku kira hanya alasan mu saya, hmmm ini juga belum malam, aku belum mengantuk, bagaimana kalau kita jalan-jalan keluar," kata Iqbaal.
"Aku berganti pakaian dulu," ucap Dara.
"Tidak usah, kamu ambil kan aku kaus saja, aku tidak mau tubuh indah ku di lihat oleh wanita lain," kata Iqbaal.
"Kurus kerempeng gitu, kamu bilang indah," ucap Dara.
Setelah selesai bersiap-siap, mereka berdua langsung pergi ke salah satu tempat wisata di sana, jalan-jalan malam memang sangat enak jika bersama dengan pasangan.
"Iqbaal mau itu," ucap Dara.
"Tidak ada si, kamu kamu suami ku, jadi suami harus membelikan kemauan istri," jawab Dara.
"Ya sudah ayo, awas nanti malam tidak mau di pegang pegang," kata Iqbaal.
Dara mengambil beberapa makanan yang ia suka, sedangkan Iqbaal mengeluarkan dompet untuk membayar makanan yang istri nya ambil.
"Wah banyak uang mu bal," ucap Dara.
"Semenjak kita menikah, ayah ku memberikan kita jatah uang yang banyak," kata Iqbaal.
__ADS_1
"Jadi itu uang ku juga," tanya Dara.
"Tidak ada ini uang ku, kamu hanya boleh menggunakan nya kalau izin dengan ku," jawab Iqbaal.
Anggi teman sekelas Iqbaal berjalan mendekati mereka berdua. Ia sangat terkejut melihat musuh bebuyutan nya bersama dengan orang yang ia sukai.
"Iqbaal kamu bersama dengan wanita burik ini, kenapa kamu di sini," tanya Anggi.
"Anggi lu di sini juga," tanya balik Iqbaal.
"Iya gua lagi liburan, kamu dengan Dara?"
"Kami juga sedang liburan," kata Iqbaal.
"Berdua saja, kalian liburan berdua," tanya Anggi.
"Tidak orang tua kami liburan bersama, dan kebetulan kami di minta untuk pergi jalan-jalan bersama," jawab Dara.
"Hey wanita burik, jaga tangan lu ya, jangan pegang-pegang bebeb gua," ucap Anggi.
"Ih siapa juga yang mau dengan bolot." Dara langsung melepaskan pegangan tangan Iqbaal.
__ADS_1