
"Mata lu," ucap Iqbaal.
"Menikah enak bal," tanya Aldy.
"Ada enak dan tidak nya si, tapi ya jalani aja lah," jawab Iqbaal.
"Hahahaha, lu sudah dapat jatah belum, Dara takut tidak dengan anu itu," tanya Aldy.
"Jujur gua belum dapat jatah sedikitpun. Hahaha sudah gua minta tapi Dara masih tidak berani," jawab Iqbaal.
"Sagar bal, nanti juga di kasih," ucap Aldy.
Sementara itu di kamar Aggata dan Dara sedang membicarakan tentang pemilihan ketua Osis. Mereka berdua sudah banyak merencanakan hal jika Dara terpilih jadi ke tua osis. Tetapi Dara juga sudah antisipasi kalau Iqbaal yang terpilih ia akan memberikan semua rencana itu pada Iqbaal, membantu suami sendiri tidak ada salah nya.
"Sudah beres ra," tanya Aggata.
"Sudah semua nya, perencanaan sudah tinggal kita jalankan saja," jawab Dara.
"Ra menikah muda enak tidak?"
"Antara enak dan tidak si ta, enak nya ya lu ada teman setiap hari. Ada pria yang bisa lu mintain tolong. Gak enak nya, lu harus menyiapkan segala persiapan suami lo, membereskan semua nya," kata Dara.
"Lu dan bocah itu kan selalu bertengkar. Kok bisa kalian berdua bisa akur, hahaha sekarang kalian sudah tidak ada masalah lagi kan?"
"Hahaha iya juga ya, kita berdua sudah tidak ada masalah lagi dan awal nya memang tidak ada masalah, hmmmm pertengkaran kami mungkin hanya karena Iqbaal selalu membuat masalah padan gua, dan si bolot itu sudah tidak berani membuat masalah lagi," ucap Dara.
__ADS_1
"Gua lapar ra, cerita lu kayak novel. Kuy kita makan," kata Aggata.
"Kuy lah, mana tau si bolot sudah sediakan makanan," ucap Dara.
Dara dan Aggata berjalan keluar dari kamar, mereka berdua berjalan mendekati Iqbaal dan Aldy yang asik bermain game.
"Bal makan," kata Dara.
"Itu tadi aldy membawa makanan, ambil di meja makan," ucap Iqbaal.
"Kamu tidak makan," tanya Dara.
"Ntar satu game lagi," jawab Iqbaal.
"Iya iya, kembali kan handphone ku."
"Makan dulu baru di kembali kan," ucap Dara sambil meninggalkan Iqbaal.
"Dara aku lagi main."
"Makan dulu, kamu tidak ingat kamu punya mag," tanya Dara.
"Satu game ra, satu game tidak akan membunuh ku," jawab Iqbaal.
"Sudah bal makam dulu aja, tidak boleh membantah istri," ucap Aldy.
__ADS_1
"Dengar, sudah ayo makan," kata Dara.
Sore hari nya. Dara dan Aggata sudah kembali ke rumah, mereka berdua pergi ke mall mencari perlengkapan apartemen. Iqbaal dan Aldy yang di tinggal Dara juga sangat merdeka.
"Ra gua pulang dulu," ucap Aggata.
"Gua juga bal, sudah sore," ujar Aldy.
"Ya sudah antar lah Aggata," kata Iqbaal.
"Mau bareng gua," tanya Aldy.
"Ogah." Aggata pergi meninggalkan Aldy.
"Cih kecantikan," ucap Aldy dan ikut keluar dari apartemen Iqbaal.
Iqbaal mengikuti Dara yang berjalan masuk kamar. Ia tidak tau apa yang istri nya beli di mall tadi.
"Kamu beli apa," tanya Iqbaal.
"Tidak banyak kok, perlengkapan dalaman ku dan satu lagu apartemen, perlengkapan apartemen. Ada pengharum ruangan. Hiasan meja dan yang lainnya," jawab Dara.
"Iqbaal hmmm kamu tau kan, ulang tahun ju saat pemilihan ketua osis, kalau salah satu dari kita kalah kamu tidak masalah kan," tanya Dara.
"Ya tidak lah, aku senang sekali kalau kamu menang. Dara istri ku harus menang." Iqbaal memeluk Dara.
__ADS_1