
Setelah bersiap-siap Aggata dan Dara pun keluar dari dalam kamar, mereka berdua bergabung dengan dua pria yang sudah mendukung mereka sejak tadi. Dua pria sudah biasa menunggu wanita yang bersiap siap begitu lama, apalagi Aldy yang hampir setiap hari menunggu Aggata yang terbilang paling lama di antara para wanita lainnya.
Selain mencintai kebaikannya mereka juga harus mencintai kekurangan pasangan masing-masing, itu semua akan mereka tidak terkejut saat hubungan mereka menuju ke babak yang lebih serius.
"Sudah siap kalian berdua," tanya Iqbal dengan pacar yang cukup kesal, tadi ia menunggu Dara yang sekarang ini harus menunggu Aggata.
"Sudah kamu bisa saja dong, namanya wanita itu harus mempunyai persiapan yang lama untuk berdandan, kami cantik juga agar kalian tidak mau membawa kami pergi," kata Aggata.
"Sudah sudah kalian malah berdebat seperti ini, ayo kita pergi sekarang. Kita harus sarapan setelah itu membeli beberapa barang untuk keperluan di puncak nanti, sepertinya arah ke puncak juga macet kalau tidak berangkat sekarang akan terjebak macet biar lama lagi," ujar Aldy.
Mereka pun pergi meninggalkan rumah Aggata, mereka berempat memutuskan untuk sarapan di tempat biasanya mereka makan saat masih SMA dulu. Hal ini mengingatkan mereka bagaimana kehidupan mereka saat SMA dulu, termasuk Iqbal dan Dara yang saling menatap sejenak, Keduanya masih tidak menyangka bisa saling mencintai seperti ini.
__ADS_1
"Dara kamu sudah isi," tanya Aldy.
"Aku belum makan jadi aku belum isi, kenapa kamu ingin memberikanku makanan banyak?"
"Bukan itu yang aku maksud, tapi isi yang lainnya. Kata Iqbal kalian itu tidak menundanya, tapi sampai sekarang belum kenapa belum ada kabar."
"Sayang tidak boleh menanyakan seperti itu, aku sangat tidak sopan minta maaf pada Dara dan Iqbal," ujar Aggata sambil menutup pundak Aldy.
"Sudah tidak apa-apa, aku dengan suamiku memang tidak ada menundanya, ya kami sedikasihnya saja, mungkin memang Tuhan belum mempercayakan kami karena kami berdua juga masih sama-sama sibuk, aku sibuk dengan kuliah aku dan Iqbal sibuk dengan pekerjaannya."
"Wah galak sekali dirimu, jangan dong kalau kau cabut bagaimana aku nanti mempunyai anak," ucap Aldy.
__ADS_1
"Kalian akan menikah di rumah, di hotel atau di gedung? Jangan lupa mengundang kami berdua," ujar Dara, ia sengaja mengalihkan pembicaraan agar tidak begitu serius.
"Kami akan menikah di gedung, kemungkinan besar kalian jadi salah satu tamu spesial," ujar Aggata.
"Kamu masih di sini kan Dara?"
"Iya aku masih di sini kok. Aku dua bulan di sini, jadi aku bisa menyaksikan pernikahan kalian berdua, dua orang yang dulu nya saling membenci sekarang malah menikah," ucap Dara.
"Bukan nya awal semua ini dari kamu Dara, kalau karena kamu tidak menikah dengan Iqbal aku tidak akan dekat dengan Aldy," kata Aggata.
"Hahaha memang jodoh tidak bisa di prediksi, mau bagaimanapun hubungan kita sebelumnya kalau memang jodoh kita dia ya pasti akan bersatu," ucap Dara sambil menatap Iqbal.
__ADS_1
"Sayang aku tau maksud kamu, ya memang hubungan kita dulu tidak baik, tapi kan diam diam aku sudah mencintai kamu," kata Iqbal.
"Hahaha berbeda dengan kami berdua, kalau kami benar benar tidak saling mencintai tetapi sekarang malau sangat saling mencintai." Aldy mengusap rambut Aggata.