IQBAAL & DARA (Bukan Cinta Biasa)

IQBAAL & DARA (Bukan Cinta Biasa)
Jatah lagi


__ADS_3

"Lu suka Aggata kan," bisik Iqbaal.


"Diam," ucap Aldy.


"Lu pada ngomongi gua kan," tanya Aggata.


"Eh gr," jawab Iqbaal.


"Bal udah jangan ribut," kata Aldy.


Dara hanya bisa membuang nafas nya dengan kasar, ia sudah biasa dengan pertengkaran mereka semua, bagi mereka tidak ada hari jika tidak bertengkar.


"Hahaha Aggata lu jomblo," tanya Iqbaal.


"Napa lu tanya gua, jangan bilang mau cari bini kedua," tanya Aggata.


"Jawab dulu lu jomblo kagak," saut Aldy.


"Eahhh kenapa tu al, jangan bilang...


"Kagak, kagak ada apa-apa," ujar Aldy.


"Aggata ma selalu jomblo, ya gak ta," tanya Dara.


"Dara diam, gua bukan jomblo tapi gua single," kata Aggata.


"Jomblo tu al, gas," bisik Iqbaal.


"Oke maksud kedatangan gua ke sini, gua hanya ingin ngasih tau lu pada kalau biang dari semua masalah lu pada adalah Anggi dan Anis, mereka yang udah membayar anak-anak untuk vote lu bal," kata Aldy.

__ADS_1


"Apa!!." Mereka cukup terkejut mendengar hal itu. Tetapi tidak untuk Iqbaal yang memang sudah curiga sejak lama.


"Lu serius al," tanya Aggata.


"Iyap serius," jawab Aldy.


"Gua ma gak kaget lagi, gua udah curiga lama sama tu anak."


"Fans lu buat masalah muluk," kata Dara.


"Dih fans gua, fans gua mah elu," ucap Iqbaal.


Mereka semua merencanakan apa yang mereka lakukan selanjutnya. Pertama tama Iqbaal ingin menyerahkan jabatan ketua osis nya pada Dara. Ia tidak mau menjadi ketua osis yang berasal dari kecurangan.


"Kamu yakin bal," tanya Dara.


"Yakin lah," jawab Iqbaal.


"Seperti nya," jawab Dara.


"Dara kamu bilang pada ku belum tau, tapi sekarang....


"Hmmmm saat di rumah tante aku sedang bingung, aku mengambil keputusan yang tidak tepat, aku daftar ke sana."


"Kamu tidak meminta persetujuan ku, untuk apa kita menikah kalau kamu memutuskan segala hal sendiri," kata Iqbaal dan pergi meninggalkan Dara.


"Iqbaal," ucap Dara.


"Sudah dar, kejar saja dia kalau ngambek tidak lama kok, beri saja jatah. Jangan khawatir kami, kamu berdua bisa pulang," kata Aldy.

__ADS_1


"Maaf ya." Dara berjalan menyusul Iqbaal ia tidak bisa berlari karena kaki nya masih benar-benar terasa sakit.


"Cara dia berjalan, ahhh Iqbaal sudah mendapatkan hak nya, tapi tidak ada memberitahu gua," kata Aldy.


"Ih aneh, untuk apa Iqbaal memberitahu lu, itu mah masalah pribadi," ujar Aggata.


"Ta nonton yuk," ucap Aldy.


"Hmmm lu bayari kan," tanya Aggata.


"Kalau itu mah beres," jawab Aldy.


"Kuy lah, pulang ke Starbucks," ucap Aggata.


Iqbaal membaringkan tubuh nya ke atas kasur, ia sangat kesal pada Dara karena Dara mengambil keputusan tanpa membicarakan sedikit pun pada nya. Ia tidak mungkin bisa di tinggal oleh istri nya sendiri di sini.


Dara berjalan secara perlahan mendekati Iqbaal, ia merasa sangat bersalah pada Iqbaal. Kemarin suasana hati nya sedang buruk sehingga ia mendaftarkan diri.


"Iqbaal jangan marah dong."


"Hnmmm." Gumam Iqbaal.


"Iqbaal kamu kenapa muda sekali marah."


"Hmmmmm," Gumam Iqbaal.


"Jangan marah nanti kasih jatah," kata Dara.


"Kamu serius," tanya Iqbaal dan langsung duduk menghadap Dara.

__ADS_1


"Ehhh iya, tapi janji tidak akan marah lagi, semuanya bisa kita bicarakan baik-baik," jawab Dara.


__ADS_2