
"Aku tidak yakin bisa Ra, udah lah Ra, kamu saja yang menjadi ketua osis," kata Iqbaal.
"Tidak ma bal, kamu harus mau berjuang dengan ku," ucap Dara.
"Oke aku akan berjuang bersama mu, tapi jangan salahkan aku jika aku yang menang," kata Iqbaal.
Alya tersenyum melihat Iqbaal yang kau kembali mau berjuang. Siapa pun yang menang nanti Dara yakin memang itu yang terbaik untuk mereka.
Sore hari nya Dara dan Iqbaal memilih ke pantai yang dekat dengan Vila mereka, pantai yang sangat cocok untuk pasangan yang baru saja menikah.
"Iqbaal kamu tau aku sebenarnya tidak menyangka jika aku menikah dengan manusia seperti mu," kata Dara.
"Kamu kira hanya kamu saja, aku juga ya. Kita musuh bebuyutan sejak dulu. Tapi takdir sudah menjatuhkan kita, mau bagaimana lagi coba."
"Hahaha kau benar, ya sudah kita mulai hidup kita menjadi lebih baik," tanya Dara
"Iya Ra, aku pasti akan menjadi suami yang bertanggung jawab untuk mu dan hidup kita pasti jauh lebih baik," jawab Iqbaal.
Perlahan Iqbaal mendekati bibir Dara, ntah apa yang membuat nya berani melakukan itu. Rasa nya ia ingin sekali merasakan bibir manis milik istri nya. Dara memejamkan mata nya saat Iqbaal mulai mengecupnya, ia pikir hanya kecupan biasa. Ternyata Iqbaal sudah berani melakukan yang lebih.
"Hmmmm." Dara mendorong tubuh Iqbaal karena ia belum siap jika harus melakukan lebih dari kecupan biasa.
__ADS_1
"Dara kamu tidak suka aku cium," tanya Iqbaal.
"Bal aku hanya belum siap, lagi pula ini di tempat umum," jawab Dara.
"Kalau tidak di tempat umum mau?"
"Bisa aku pikirkan," kata Iqbaal.
Iqbaal dan Dara berjalan menuju arah restoran terdekat yang ada di pantai ini. Mereka berdua ingin makan sambil menikmati indah nya matahari terbenam.
"Aku ingin makan seafood," ucap Dara.
"Ra aku tidak bisa makan seafood, kamu lupa aku elergi," kata Dara.
"Iya aku mau ikan bakar, aku bisa makan cumi, aku mau cumi," kata Iqbaal.
"Baik mas mbak, bisa di tunggu sebentar." Pelayan itu pergi meninggalkan Iqbaal dan Dara.
"Ra masih soal pemilihan ke tua osis, kamu mau bantu aku menyiapkan materi debat," tanya Iqbaal.
"Bisa, aku akan menyiapkan nya," jawab Dara.
__ADS_1
"Oke sangat senang, istri ku yang terbaik," ucap Iqbaal
"Hahahaha iya iya, aku memang yang terbaik," kata Dara.
"Aldy," ucap Iqbaal saat mendapatkan panggilan dari sahabat nya.
"Halo al," kata Iqbaal.
"Lu ke Bali, gua ikut ke sana ya," tanya Aldy.
"Lu mau mengganggu gua, tidak usah ke sini," jawab Iqbaal.
"Ayo bal, boleh ya. Lu mau apa dengan Dara, ingat kalian berdua masih sekolah, jangan sampai Dara hamil," kata Aldy.
"Hahaha jangan bilang lu iri dengan gua, hahaha gua sudah punya istri dan lu masih jomblo," Iqbaal mematikan sambungan telepon itu.
"Ada apa bal," tanya Dara
"Dara usia kamu sudah 17 tahun, kamu sudah bisa melakukan nya dengan ku," kata Iqbaal.
"Iqbaal sudah aku katakan jangan membahas ke arah sana."
__ADS_1
"Dara orang tua kita meminta kita untuk liburan ke sini kan agar kita melakukan hal itu. Jadi percuma saja kalau kita tidak melakukan apapun," kata Iqbaal.
"Nanti saja kita bicarakan, makanan yang aku pesan sudah datang."