
"Iya nanti aku kirim lagi," kata Dhanu.
"Oh iya tadi mamah agak gemuk ya," ucap Iqbaal.
"Ada yang ingin papah sampaikan bal," kata Dhanu.
"Apa pah? mamah baik-baik saja kan," tanya Iqbaal.
"Baik kok sangat baik, mamah mu hamil bal, dan kau akan punya adik," jawab Dhanu.
"Ahkkkk aku tidak mau, papah kenapa sampai bisa hamil," tanya Iqbaal.
"Ya mau bagaimana lagi, mamah mu main di atas terlalu menikmati dan tidak sengaja keluar di dalam," jawab Dhanu.
"Papah masih saja, papah sudah tau kenapa pulak masih minta jatah mamah," kata Iqbaal.
"Enak saja aku sudah tau, aku dan mamah mu menikah sama dengan mu, menikah mudah umur kami masih kepala tiga, dan itu masih hot hot nya, kau pikir kau saja," ucap Dhanu panjang kali lebar kali tunggi.
Malam hari nya mereka semua makan bersama, Dara dan Iqbaal senang bisa makan enak tanpa membeli di luar. Kehamilan Mona membuat Iqbaal berpikir jika Dara juga hamil, anak mereka berdua akan memiliki usia yang sama.
"Mamah kenapa bisa hamil si," tanya Iqbaal.
"Mamah hamil bal," tanya Dara.
"Iya ra, kan sudah mau punya cucu kenapa harus hamil lagi si," jawab Iqbaal.
__ADS_1
"Ya mana mamah tau, tanya saja pada papah mu, papah mu yang membuat mamah hamil," kata Iqbaal.
"Kan sudah papah katakan tadi, sudah lah jangan kau permasalah kan," kata Dhanu.
"Hadeh mau bagaimana lagi," kata Iqbaal.
Setelah selesai sarapan karena memang sudah mereka masuk ke dalam kamar masing-masing. Malam ini orang tua Iqbaal menginap di apartemen nya.
"Dara," ucap Iqbaal.
"Iya ada apa," tanya Dara.
"Ayah ku sudah membahas tentang cucu, bagaimana ya aku bingung," jawab Iqbaal.
"Ya kalau punya cucu harus itu kan, kamu saja tidak mau," jawab Iqbaal.
"Bal gimana ya, kita juga masih sekolah, mana mungkin kita punya anak," kata Dara.
"Iya juga si, kita bisa punya anak setelah kita lulus sekolah. Oke saat ini bulan 8 dan kamu menjabat sebagai ke tua osis sampai bulan 2. Setelah itu kita akan lulus di bulan 5. Jadi kalau kamu hamil saat setelah selesai jabatan mungkin bisa," ucap Iqbaal.
"Ini kamu yang ingin punya anak atau memang permintaan papah," tanya Dara.
"Hehehe aku ra, eh papah maksud ku," jawab Iqbaal.
"Ya ya ya aku terserah kamu saja," ucap Dara.
__ADS_1
"Jadi kamu sudah siap, ayo sekarang," kata Iqbaal.
"Tidak untuk sekarang juga Iqbaal. Sudah ah aku mau tidur besok sekolah dan langsung debat terakhir kita," ucap Dara.
"Aku tidak sabar debat dengan istri ku sendiri, hahaha pasti sangat menyenangkan."
"Awas kamu jangan curang, aku tidak suka kamu curang," kata Dara.
"Iya istri ku untuk apa aku curang," ucap Iqbaal.
"Mana tau kamu mau curang."
"Tidak ah, aku malah kamu berharap menang. Aku sudah malas, aku harus mencari nafkah untuk keluarga kecil kita," kata Iqbaal.
"Hahaha tumben bal bahas keluarga kecil, mulai bijak ya," kata Dara.
"Hehehe pegang ya," ucap Iqbaal.
"Pegang apa," tanya Dara.
"Itu squishy," jawab Iqbaal.
Dara membuang nafas nya perlahan, seperti nya setiap pria itu sama mau muda atau tua. Tetap berotak mesum.
Yok komen ada berapa yng masih membaca novel ini?
__ADS_1