IQBAAL & DARA (Bukan Cinta Biasa)

IQBAAL & DARA (Bukan Cinta Biasa)
Ahkkkkk


__ADS_3

Malam hari nya, acara yang seharusnya membuat Iqbaal dan Dara bahagia sudah di mulai. Hampir semua teman-teman nya datang ke acara itu. Tapi hal itu tidak sedikit pun membuat Iqbaal bahagia, otak nya masih terus memikirkan Dara.


"Bal sudah ayo," ucap Aldy.


"Iya al, santai lah," kata Iqbaal.


"Iqbaal sayang." Anggi dan Anis berjalan mendekati iqbaal.


"Anggi sudah berhenti memanggil gua sayang. Gua sudah punya Dara," kata Iqbaal.


"Mana Dara, tidak ada Dara, kalian sudah putus kan," tanya Anggi.


"Gua dengan Dara gak akan pernah putus," jawab Iqbaal.


"Anggi sudah jangan membuat mood teman gua rusak. Lu ingatkan apa yang gua katakan kemarin. Kalau lu mau datang jangan membuat masalah," ucap Aldy.


Semua hal yang ingin Iqbaal lakukan sudah berlangsung. Dari tiup lilin sampai potong kue, kue pertama yang seharusnya ia berikan untuk Dara ia berikan pada Aldy teman dekat nya. Setelah itu ia membebaskan teman-teman nya untuk berpesta dan melakukan apa saja yang mereka suka.


"Bal lu mau kemana," tanya Aldy.


"Gua mau cari Dara al, otak gua gak tenang," jawab Iqbaal.


"Lu udah cari Dara kemana saja, saudara nya sudah?"


"Saudaranya, hmmmm saudaranya. Kayak nya gua curiga satu tempat al," kata Iqbaal.


"Nah apa," tanya Aldy.

__ADS_1


"Gua dari kecil udah dekat sama Dara, keluarga kami pernah pergi ke desa tempat tante dan paman nya Dara. Hmmm apa dia disana," jawab Iqbaal.


"Lu masih ingat tempat nya, kita ke sana saja bagaimana?"


"Gua udah lupa, bentar." Iqbaal mengambil handphone nya untuk menghubungi mamah nya.


"Halo bal ada apa," tanya Mona.


"Mamah masih ingat alamat rumah tante nya Dara yang di desa itu," tanya Iqbaal.


"Oh iya mamah masih tau, kenapa bertanya kalian mau ke sana?"


"Rencana mah, tolong kirimkan alamat nya ya mah."


"Oh iya, langsung mamah kirim."


Tak lama alamat yang Iqbaal minta sudah di kirim Mona, ia sangat senang dan langsung ingin pergi ke sana.


"Pergi lah, lu jangan ikut kalau ada Dara gua bisa menjelaskan dari hati ke hati pada nya."


"Oke lah, gua yang handel di sini," ucap Aldy.


"Gua pergi dulu al, Terima kasih untuk semua nya.x" Iqbaal berlari meninggal Aldy.


"Goodluck bal," teriak Aldy.


"Iqbaal," ucap Anggi.

__ADS_1


"Eh lu mau kemana," tanya Aldy yang langsung menghalangi Anggi.


"Minggir," ucap Anggi.


"Diam atau lu mendapatkan apa yang tidak pernah lu dapatkan sebelum nya," ancam Aldy.


Di tempat lain. Dara sedang berada di depan rumah paman nya. Ia duduk sambil termenung memikirkan semua nya, seharusnya ia berada di pesta yang menyenangkan bersama dengan Iqbaal.


"Dara ayo masuk, sudah malam sekali loh," kata Nely tante Dara.


"Iya tan," ucap Dara sambil beranjak dari tempat nya.


"Kamu menangis lagi Ra, sudah jangan menangis terus, setiap masalah pasti ada jalan nya," kata Nely.


"Iya tan. Dara istirahat dulu," ucap Dara.


Malam ini Iqbaal benar-benar langsung pergi ke tempat tante Dara berada. Ia sangat berharap Dara ada di sana. Perjalanan malam membuat Iqbaal cukup takut, banyak hal yang tidak terduga terjadi, demi Dara Iqbaal rela melakukan perjalanan yang membahayakan itu.


Setelah satu jam perjalanan Iqbaal sampai di sebuah desa tempat tante dara berada. Ia cukup lupa dimana tepat nya rumah tante Dara.


"Itu ada wanita aku tanya saja lah," kata Iqbaal.


Iqbaal tidak berpikir panjang, tengah malam begini tidak mungkin ada wanita sendiri di pinggir jalan, mungkin karena ia terlalu mengkhawatirkan Dara ia tidak berpikir jauh ke sana.


"Maaf buk," ucap Iqbaal.


"Buk... Buk... buk..." Iqbaal berulang kali memanggil wanita itu, tetapi wanita itu tidak menjawab ucapan nya.

__ADS_1


Iqbaal melirik ke arah bawa, matanya terbelalak saat kaki wanita itu tidak berpijak ke tanah.


"Ahkkkkk." Iqbaal langsung menancap mobil itu dengan cepat.


__ADS_2