
Malam ini mereka berempat tertawa dan bercanda bersama, mereka berempat begitu menikmati pertemuan yang sudah lama mereka inginkan. Entah kapan mereka bisa seperti ini lagi, mereka sudah sibuk dengan urusan masing-masing, dan jarang bisa memberikan waktu untuk berkumpul seperti ini.
"Sudah sangat malam, aku juga sudah sangat kenyang," ucap Iqbal.
"Bukan hanya kau tapi kami semua juga kenyang, kita terlalu banyak membeli daging, kalau tidak dihabiskan akan membahas makanya aku menghabiskannya," ujar Aldy.
"Membawamu ke tempat seperti ini memang tidak ada ruginya, kau selalu bisa diandalkan," ucap Iqbal.
"Kira-kira kapan ya kita mempunyai waktu bisa seperti ini lagi, untuk berkumpul seperti ini saja kita memerlukan waktu yang lama, sudah 1 tahun baru kita bisa berkumpul seperti ini," ujar Aghata.
"Kalian berdua membeli rumah jangan jauh-jauh dari rumahku, kalau rumah kita berdekatan sudah pasti kita bisa berkumpul lebih sering lagi. Tetapi kalau jauh ya sudah pasti memerlukan rencana yang matang baru bisa berkumpul seperti ini," ucap Iqbal.
__ADS_1
"Sudah besok saja kita bahas, sekarang sudah malam dan waktunya untuk tidur," kata Dara yang memang sudah sangat mengantuk.
Karena sudah tidak ada lagi yang bisa mereka makan dan tempatnya sudah sangat mengantuk, mereka pun memutuskan untuk masuk ke kamar masing-masing. Untuk Dara dan Iqbal sudah pasti mereka satu kamar, karena mereka sudah menikah, sedangkan untuk Aldy dan Agatha mereka tidak boleh satu kamar, Iqbal melarangnya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Tadi saat kamu melarang Aldy untuk tidur bersama dengan anggota wajahnya langsung terlihat kusam, memang otak pria tuh sama semua," kata Dara sambil berbaring di atas tempat tidur.
"Hahaha itu sebabnya aku melarangnya untuk tidak bersama dengan Agatha, orang tua Agatha sudah sangat percaya pada kita jangan sampai kita mengecewakan kepercayaan mereka, kepercayaan itu sangat mahal sulit untuk didapatkan jika seseorang pernah dikecewakan."
"Sayang jatah yuk, di sini dingin sekali, ya paling enak memang olahraga malam," kata Iqbal.
Dara menganggukkan kepala nya. Ia juga ingin sekali, malam ini begitu dingin sekali, kalau dingin begini memang paling enak membuat tubuh mereka berdua menjadi hangat, salah satunya ya melakukan hal itu.
__ADS_1
"Ini yang Aldy inginkan," ucap Iqbal.
"Dia harus menikahi dulu untuk mendapatkan nya," kata Dara.
"Nah itu baru benar, kalau mereka sudah menikah aku tidak akan melarang mereka untuk tidur bersama," ucap Dara.
Pertempuran berlangsung begitu menyenangkan, keduanya sudah bisa mendapatkan Pucak mereka masing masing. Dara sadar ini kesekian kalinya Iqbal menumpahkan benih nya di dalam sana.
"Kemungkinan untung aku hamil bisa lebih besar lagi, semoga tidak dulu deh aku belum siap." Dalam memejamkan matanya agar bisa tidur, ia begitu lelah setelah memberikan pelayanan ekstra pada sang suami.
Begitu juga dengan Iqbal yang langsung tidur dengan lelap, pria memang seperti itu segera berhubungan suami istri, mereka seperti kehilangan tenaga seketika. Entah kenapa bisa seperti itu, sampai sekarang keduanya belum mengerti.
__ADS_1
Sedangkan di kamar lain Agatha dengan Aldy hanya bisa berbalas pesan saja, mereka berdua terlihat begitu ingin bersama tetapi memang sekarang mereka berdua belum boleh tidur bersama, keduanya tidak ingin mengambil resiko tinggi, setan ada dimana mana takut nya terjadi hal yang tidak diinginkan.