
Iqbaal yang sudah tidak bisa menahan emosi nya tiba-tiba memukul meja dan berjalan kerarah Dara, yang membuat Dara terkejut...
"Iii.. Iqbaal..." ucap dara...
"Buukkk..." satu tonjokan mendarat di wajah devandra...
Devandra yang di pukul tiba-tiba oleh iqbaal tidak tinggal diam, ia membalas pukulan itu...
Dara dan Aldy yang melihat itu langsung berusaha memisahakan mereka berdua...
"Lepas dy..." teriak iqbaal...
"Bal lu kanapa si, kanapa lu marah..." ucap aldy...
"Maksud lu apaan ha..." ucap devandara dengan nada yang tinggi...
"Ra pulang sama gua..." ucap iqbaal memegang tangan dara...
"Jangan sentuh tangan nya, dara berangkat sama gua pulang harus sama gua..." ucap devandra...
"Lu gak ada gak ngelarang gua..." ucap iqbaal...
"Kata siapa gua gak ada hak gua calon pacarndara..." ucap devandra...
"Calon pacar, gua jauh lebih berhak di bandingkan hanya seorang calon pacar..." ucap iqbaal sambil menatap ke arah dara...
"Maaf ka, aku harus pulang..." ucap dara...
"Tapi ra kenapa harus sama dia..." ucap devnadra...
"Dan untuk yang tadi aku gak bisa ka..." ucap dara...
"Ayo ra..." ucap iqbaal dan menarik tangan dara meninggalkan tempat itu...
Aldy yang berada di situ hanya linglung karena tidak mengerti dengan apa yang terjadi...
"Maksud kamu apa ra..." ucap iqbaal...
"Aku..." ucap dara ragu...
"Oke ra, pertunangan kita hanya sekadar perjodohan tapi bukan berarti kamu bisa bebas dekat dan jadian dengan laki-laki lain..." ucap iqbaal....
"Maaf bal, bukan begitu maksud aku..." ucap dara...
"Aku kecewa ra sama kamu, kamu izin keluar dari rumah untuk ketemu aggata dan ternyata apa ra. Apa kamu gak mikir ra, mamah kamu hubungi aku kalau kamu keluar dengan alasan gak jelas, mamah kamu khawatir ra tapi kamu apa malah berdua-duaan, bermesra-mesaraan sama laki-laki lain..." ucap iqbaal...
Dara tidak bisa berkata apa-apa memang benar semua ini memang salahnya ia hanya bisa menangis tanpa suara...
"Kalau gini ra, aku gak yakin kalau kita bisa lanjut..." ucap iqbaal...
"Ma.. Maksud kamu apa bal..." ucap dara...
Iqbaal melepaskannya cincin tunangannya dan menyerahkannya ke tangan dara...
"Maaf ra..." ucap iqbaal dan pergi meninggalkan dara...
"Dy gua minta tolong anteri dara pulang, gua tunggu di tempat biasa..." ucap iqbaal...
__ADS_1
"Tapi bal..." ucap aldy...
"Tolong dy. Nanti gua hubungi mamah nya dara kalau dia pulang sama lu. Ini mobil gua anterkan dia pulang..." ucap iqbaal dan pergi meninggalkan aldy...
Aldy pun mendekati dara yang sedang menangis untuk mengantarkan nya pulang...
"Ayo ra..." ucap aldy...
Di dalam perjalanan pulang tidak ada yang bersuara sedikit pun, dara hanya diam termenung memikirkan kejadian tadi...
"Sampai ra..." ucap aldy...
"Makasi dy..." ucap dara dan keluar dari mobil itu...
Dara berlari masuk kedalam rumah, saat membuka pintu ia melihat mamah nya sedang mondar-mandir dengan wajah yang gelisah...
"Mah..." ucap dara...
Rina yang menyadari kedatangan dara langsung berjalan menghampiri dara...
"Plak..." satu tamparan mendarat di wajah dara...
"Sejak kapan kamu belajar bohong ra..." ucap rina...
"Ma.. Maaf mah..." ucap dara...
"Mamah kecewah ra, kamu gak tau betapa khawatir nya mamah saat tau kalau kamu tidak pergi bersama aggata..." ucap rina...
Dara terdiam ia tidak menyangka perbuatan nya bisa berefek sejauh ini, ia hanya bisa menagis menyelasi perbuatannya...
"Mamah takut ra, cuma kamu yang mamah punya..." ucap rina dan memeluk dara sambil menagis...
"Udah sekarang kamu masuk kamar dan jangan perna ulangi kejadian ini lagi..." ucap rina...
"Iya mah..." ucap dara...
Sementara itu Iqbaal sedang berada di depan danau tampat ia biasa berkumpul dengan teman-teman nya, ia hanya diam termenung fikirannya melayang ntan kemana...
"Bal minum..." ucap aldy...
"Makasi dy..." ucap iqbaal...
Sebenarnya Aldy ingin bertanya tentang hubungan Iqbaal dan Dara tapi melihat kondisi Iqbaal ia mengurungkan niat nya...
"Lebih baik lu pulang bal..." ucap aldy...
"Tapi acara kita dy..." ucap iqaal...
"Bisa lain kali, sekarang lu langsung pulang, nanti gua naik taksi aja..." ucap aldy...
"Makasi dy, kalau gitu gua pulang ya..." ucap iqbaal...
"Iya bal hati-hati..." ucap aldy...
Malam yang panjang telah berlalu, hari ini dara berniat meminta maaf pada iqbaal dengan membawakanya nasi goreng...
"Semoga iqbaal mau maafin gua..." ucap dara...
__ADS_1
Setiba nya di kelas dara langsung di sambut oleh aggata dan mengujani dara dengan berbagai macam pertanyaan...
"Ra lu gak papa kan, lu gak kena usir dari rumah kan..." ucap aggata...
"Satu-satu ta..." ucap dara...
"Sekarang lu duduk dan jelasi semua nya..." ucap aggata...
Dara pun dengan detai menjelaskan semua yang tajadi pada malam itu...
"Terus nasib tunangan lu sama iqbaal gimana..." ucap aggata...
"Itu ta yang gua fikirkan, kalau orang tua kita tau pasti mereka kecewa..." ucap dara...
"Iqbaal wajar si ra kalau dia marah, tunangannya di tembak cowok lain, siapa yang enggak marah coba..." ucap aggata...
"Jam istirahat gua mau ke kelas nya, mau minta maaf..." ucap dara...
"Semoga berhasil ra..." ucap aggata...
"Iya ta..." ucap dara...
Ketika jam istirahat tiba, ia langsung menuju ke kelas ips a untuk mencari iqbaal...
"Eh ada si cupu..." ucap anggi...
"Minggir gua gak ada urusan sama lu pada..." ucap dara...
"Nggi si cupu udah berani..." ucap anis...
"Iya nis, kayak nya wajib di beri pelajaran ni..." ucap anggi...
"Dara..." ucap aldy yang datang dari arah belakang...
"Dy gua mau ngomong..." ucap dara...
"Ayo ra kita ngomong di luar..." ucap aldy dan berjalan keluar kelas...
"Apa ra..." ucap aldy...
"Iqbaal mana dy, ko gak ada..." ucap dara...
"Dia gak masuk ra, kata nya sakit..." ucap aldy...
"Sakit dy..." ucap dara...
"Iya izin nya si sakit..." ucap aldy...
"Oke dy, makasi..." ucap dara dan langsung berlari menuju kelas nya...
"Gimana ra, dia mau gak..." ucap aggata...
"Ta nanti kalau ada guru yang masuk bilang ya gua sakit..." ucap dara...
"Tapi ra..." ucap dara...
"Gua percaya lu ta..." ucap dara...
__ADS_1
Segitu dulu ya...