
Setelah dari rumah Dara, Iqbaal langsung pulang kerumah nya, dan ternyata ia sudah di tunggu orang tua nya di ruang keluarga...
"Kenapa pada ada di sini..." ucap iqbaal...
"Bagaimana jalan-jalan nya, kalian kemana aja..." ucap mona...
"Ya begitulah, kamu cuma ke taman kota, makan lalu pulang..." ucap iqbaal...
"Hanya itu doang, percuma dong papah kasi kartu tanpa batas..." ucap dhanu...
"Pah kartu nya untuk iqbaal ya pah..." ucap iqbaal...
"Enggak, nanti kamu boros, kembaikan kartu nya..." ucap dhanu...
"Pelit amat..." ucap iqbaal mengembalikan kartu itu...
"Bukan pelit tapi antisipasi..." ucap dhanu...
"Kevin mana mah..." ucap iqbaal...
"Ada di dalam kamar..." ucap mona...
"Kevinnnn..." teriak iqbaal...
"Bal jangan teriak-teraik napa, samperin kek..." ucap mona...
"Apa bang..." ucap kevin turun dari tangga...
"Mau martabak enggak..." ucap iqbaal...
"Mau..." ucap kevin berlari menghampiri iqbaal...
"Ada syarat nya..." ucap iqbaal...
"Apa..." ucap kevin...
"Kamu beresi kamar abang..." ucap iqbaal...
"Tidak..." ucap kevin...
"Oh yaudah kalau tidak mau..." ucap iqbaal sambil membuka bungkus martabak itu...
"Papah mau bal..." ucap dhanu...
"Ambil pah, abiskan aja..." ucap iqbaal...
"Iya..iya.. Nanti aku bereskan..." ucap kevin...
"Janji..." ucap iqbaal...
"Janji..." ucap kevin...
"Ni untuk kamu, jangan banyak-banyak nanti perut kamu sakit lagi..." ucap iqbaal...
"Iya..." kevin pun dengan lahap nya memakan martabak itu...
Hari minggu berganti menjadi hari senin, hari yang paling di benci oleh hampir seluruh pelajar, dimana mereka harus meninggal kan tempat ternyaman dalam hidupf meraka yang tak lain adalah kasur...
"Bal papah udah transfer uang jajan mingguan kamu..." ucap dhanu...
"Iya pah makasi..." ucap iqbaal...
__ADS_1
"Jangan boros, sisah nya di tabung..." ucap mona...
"Iya mah, pah iqbaal pinjam mobil nya satu dong, lagi males bawak motor..." ucap iqbaal...
"Ambil kunci nya di laci..." ucap dhanu...
"Makasi pah, iqbaal berangkat dulu..." ucap iqbaal...
Sementara itu dara yang sudah tiba di sekolah langsung masuk kedalam kelas, untuk melanjutkan tugas-tugas nya...
"Pagi ra..." ucap aggata...
"Pagi ta..." ucap dara...
"Rajin sekali calon ketua osis kita..." ucap aggata...
"Harus dong..." ucap dara...
"Ra itu cincin apa, ko kayak cincin tunangan gitu si..." ucap aggata yang melihat cincin di jari manis aggata...
"Enggak ini mah, cincin biasa..." ucap dara...
"Biasa apaan, kayak nya cincin mahal tu..." ucap aggata...
"Mana gua tau orang gua di kasi..." ucap dara...
"Di kasi sama siapa ra, apa jangan-jangan lu beneran tunangan lagi..." ucap aggata...
"Ngarang lu ta, di kasi nenek gua ko, kata nya suruh jaga..." ucap dara...
"Oww... Kirain beneran tunangan ra..." ucap aggata...
"Gak lah, eh gua bingung ni harus ngasi jawaban apa ke ka devan..." ucap aggata...
"Iya si ta, gak enak juga kalau nolak, tapi gua bingung ngomong nya, yakali gua kekelas nya..." ucap dara...
"Nanti di kantin paling kita jumpa dia..." ucap aggata...
Bel sekolah sudah berbunyi pertanda pelajaran akan segera di mulai, hari ini upcara di tidakan karena sedang hujan deras...
"Untung gua bawak mobil..." ucap iqbaal yang baru sampai di sekolah...
"Lama amat lu dateng bal..." ucap aldy...
"Suka-suka gua dong, Ni sekolah punya bokap gua..." ucap iqbaal...
"Jangan mimpi bal, kayak nya lu belum bangun ya..." ucap aldy...
"Tau aja lu..." ucap iqbaal...
"Kantin kuy..." ucap aldy...
"Maaf ya bapak aldy yang terhormat, gua kan calon ketua osis, jadi mulai sekarang gua mesti ruba kelakuan gua. Kalau kelakuan gua ancur siapa yang vote gua nanti..." ucap iqbaal...
"Iya calon ketua osis..." ucap aldy...
Tak lama guru yang mengajar pun datang, pelajaran segerah di mulai...
"Terimakasih anak-anak, oh iya karena teman sekelas kita kepilih jadi calon ketua osis, kalian wajib vote dia ya..." ucap buk guru...
"Iya buk, apa si yang enggak untuk bebeb iqbaal..." ucap anggi..
__ADS_1
"Mulai deh..." ucap iqbaal...
"Nah sekarang kan jam istirahat kuy kantin..." ucap aldy...
"Kuy la gua traktir..." ucap iqbaal...
"Wih tumben ni..." ucap aldy...
"Biasa jatah minggu baru masuk, dan tadi baru dapet transferan dari nenek..." ucap iqbaal...
"Wih panen dong..." ucap aldy...
"Jelas..." ucap iqbaal...
Mereka berdua pun langsung menuju ke kantin sekolah, Iqbaal melihat Devandra duduk di samping Dara membuat hati nya terasa gerah...
"Tu orang napa si deketi dara mulu..." ucap iqbaal...
"Suka-suka dia dong bal, lu cemburu ya..." ucap aldy...
"Cemburu lu bilang, mimpi..." ucap iqbaal...
"Gimana ra, lu mau kan..." ucap devandra...
"Mau ka..." ucap dara...
"Oke, nanti malam gua jemput ya..." ucap devandra...
"Jangan ka, kita langsung ketemu d tempat aja..." ucap dara...
"Lah kenapa ra..." ucap devan...
"Dara gak bawak temen cowok kerumah ka, gak enak sama nyokap..." ucap dara...
"Iya deh, jam 8 di animeal cafe ya...' ucap devandra...
"Iya ka..." ucap dara...
"Dy cepetan napa..." ucap iqbaal...
"Ayo gua udah siap..." ucap aldy...
"Kita duduk samping dara..." ucap iqbaal...
"Kagak ah, ntar lu berantem lagi..." ucap aldy...
"Udah ikut aja..." ucap iqbaal dan menuju tempat dara...
"Geser bud, gau mau duduk..." ucap iqbaal...
"Lu punya mata gak si, kan masi banyak yang kosong..." ucap dara...
"Bodok, gua mau duduk di sini..." ucap iqbaal...
"Udah ra, geser sikit doang, jangan di perpanjang deh..." ucap aggata...
Dan dengan terpaksa dara menggeser duduk nya memberikan iqbaal tempat untuk duduk...
"Jangan kira, gara-gara kita jalan-jalan kamerin, gua akan baik sama lu, gua tetap iqbaal yang sama..." bisik iqbaal...
"Bodok emang gua fikiri..." bisik dara...
__ADS_1
"Lu berdua napa si bisik-bisik..." ucap aldy...
"Kepo..." ucap iqbaal dan dara kompak...