IQBAAL & DARA (Bukan Cinta Biasa)

IQBAAL & DARA (Bukan Cinta Biasa)
Kecil


__ADS_3

"Enak ra, banyak amat makan mu," tanya Iqbaal.


"Wanita memang banyak makan bal," jawab Dara.


"Hahaha untung orang tua ku kaya, jadi tenang saja kamu tidak akan kelaparan," kata Iqbaal.


"Jika aku sampai kelaparan, tidak akan aku layani," ucap Dara.


"Layani apa ini Ra, jangan setengah-setengah, jangan membuat ku penasaran," tanya Iqbaal.


"Iqbaal aku tau arah otak mu, awas saja sampai berpikir yang tidak-tidak."


"Hahaha iya iya, kamu tenang saja aku tidak akan berpikir yang aneh aneh kok, aku akan berpikir seperti layak nya seorang pria," ucap Iqbaal.


"Sama saja otak pria semua nya mesum, tidak ada yang tidak mesum," kata Dara.


"Hahaha iya lah, itu sudah menjadi kelebihan nya. Ternyata menikah dengan musuh itu menyenangkan juga ya," ucap Iqbaal.


"Enak dari mana, aku kesal menikah dengan mu, kau selalu saja menggoda ku," kata Dara.


"Dara jangan berbohong kau saja saja seperti suka aku godain, nanti jangan lupa bantuin aku untuk membuat materi debat," ucap Iqbaal.


"Iya iya setelah ini, kita langsung pulang, aku bersih-bersih sebentar. Setelah itu aku akan langsung membuat materi debat," kata Dara.


Mereka berdua makan dengan cukup lahap, ntah kenapa Iqbaal sangat senang bisa berdua seperti ini dengan Dara. Padahal sebelum menikah dengan Dara ia sangat tidak suka dengan Dara, semua nya berubah begitu cepat.


Setelah selesai makan, mereka berdua memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar sebelum pulang ke hotel. Dara juga membeli berapa pernak pernik untuk teman teman nya di sekolah.


"Enak juga ya punya suami, semua nya di bayari," kata Dara.


"Kalau bukan karena orang tua ku yang meminta nya aku tidak akan mau membayari mu."


"Suami yang tidak bertanggung jawab jika begitu," ucap Dara.

__ADS_1


Iqbaal dan Dara berjalan masuk ke dalam Vila, sebenarnya Dara takut satu kamar dengan Iqbaal tapi ia juga tidak ada pilihan lain selain satu kamar dengan Iqbaal. Ia takut Iqbaal berbuat macam macam pada nya.


"Iqbaal kapan ulang tahun mu," tanya Dara.


"Kenapa tiba-tiba bertanya kapan ulang tahun ku," tanya balik Iqbaal.


"Aku rasa ulang tahun ku dekat dekat ini, tapi aku lupa. Aku hanya ingin memastikan nya."


"Hahaha iya kau benar satu minggu setelah kota kembali ke rumah. Berarti sekitar 10 hari lagi lah," kata Iqbaal.


"Jangan mengharapkan kado dari ku," ucap Dara.


"Aku pasti meminta kado lah, kamu ada-ada saja," kata Iqbaal.


"Apa yang kamu mau," tanya Dara.


"Ada deh, nanti saat malam ulang tahun ku aku minta," jawab Iqbaal.


"Pas Iqbaal kau akan mendapatkan semua nya saat usia mu 18 tahun," batin Iqbaal.


Selagi Dara mandi, Iqbaal memilih untuk membuat materi debat nya. Ia tidak terlalu ingin merepotkan Dara yang pasti juga membuat materi debat untuk diri nya sendiri.


"Iqbaal jangan lihat sini," ucap Dara.


"Aku ingin melihat nya," kata Iqbaal dan langsung melihat ke arah Dara yang sedang berganti baju.


Mata Iqbaal terbelalak saat melihat begitu mulus nya tubuh istri nya. Meskipun ia tidak melihat semua nya hal itu sudah membuat Iqbaal kesulitan menelan air liur nya.


"Aku tidak akan membantu mu," ucap Dara.


"Tiap aku tidak melihat nya," kata Iqbaal yang langsung membuang wajah nya.


"Gila aku tidak tau jika tubuh Dara semulus itu," batin Iqbaal.

__ADS_1


Dara sudah selesai mandi, sekarang giliran Iqbaal yang memilih untuk membersihkan diri nya. Otak nya masih saja ke arah tubuh mulus istri nya, membuat adik Iqbaal yang awal tertidur mulai bangun secara perlahan.


"Apa dia bisa tumbuh lagi, aku harap jangan usia ku masih 17 tahun. Dan dia sudah lebih dari 17 cm, ahkkk aku takut Dara menangis," batin Iqbaal.


Setelah selesai mandi Iqbaal berjalan mendekati Dara yang sedang melanjutkan pekerjaan nya tadi. Seperti biasa nya Iqbaal hanya memakai celana Boxer tanpa atasan.


Tanpa sepengetahuan Dara Iqbaal memeluk Dara dari belakang. Hal itu membuat Dara terkejut dan hampir berteriak.


"Iqbaal kau membuat ku terkejut," ucap Dara.


"Hahaha, aku juga terkejut saat aku terkejut," kata Iqbaal yang masih tidak melepaskan pelukan nya.


"Dara kenapa pakaian mu rapat sekali," tanya Iqbaal.


"Karena aku bersama dengan mu," jawab Dara.


"Aku saja hanya memakai boxer, itu pun tidak pakai dalaman.


"Tidak pakai dalaman, aku tau arah otak mu. Ini tugas ku sudah selesai, materi nya sudah jadi dan kamu bisa langsung menghafalkan nya," kata Dara.


"Terima kasih istri ku yang cantik," ucap Iqbaal.


"Kalau begini saja kamu memuji ku," kata Dara.


"Hahaha tidak begitu, tapi aku baru sadar ternyata kamu cantik juga. Tapi itu mu kecil sekali, aku suka yang sedikit besar," Ucap Iqbaal.


"Ini bukan kecil tapi minimalis, kalah mau besar menikah saja dengan teman mu itu," kata Dara.


"Hahaha minimalis konon, siapa yang kamu maksud," tanya Iqbaal.


"Teman sekelas mu, kamu jangan pura-pura pikun," jawab Dara.


"Oh dia iya si milik nya memang besar, aku pernah meremas nya." ucap Iqbaal sambil menutup mulut nya karena keceplosan.

__ADS_1


__ADS_2