IQBAAL & DARA (Bukan Cinta Biasa)

IQBAAL & DARA (Bukan Cinta Biasa)
Kamu hamil?


__ADS_3

"Sial, setan kurang ngajar," ucap Iqbaal yang benar-benar sangat kesal. Ia tidak tau kenapa setan itu bisa mengganggu nya, sudah malam begini dan tidak ada orang lagi selain setan itu tadi.


Iqbaal terus berkeliling di desa tersebut, sampai tiba ia di persawahan yang cukup luas. Iqbaal jadi teringat pertengkaran nya dengan Dara di sebuah sawa, ia pikir sawa ini adalah tempat ia bertengkar dulu.


"Ahkkk seperti nya aku mulai mengingat sesuatu," ucap Iqbaal.


Iqbaal terus melajukan mobil nya ke depan. Ada sebuah rumah cukup besar di sana, rumah yang menurut nya tidak asing bagi nya.


"Nah itu apa itu rumah nya, aku rasa iya," kata Iqbaal.


Karena tidak ada pilihan lain. Iqbaal membawa mobil nya ke rumah itu, setelah itu ia turun dari mobil untuk melihat rumah itu lebih dekat.


"Ya ya ya, aku rasa ini rumah nya," ucap Iqbaal


Iqbaal berjalan mendekati pintu rumah itu. Sebelum mengetuk pintu Iqbaal menarik nafas nya secara panjang, ia sangat berharap Dara ada di sana.


"Tok... tok... tok.. Selamat malam," ucap Iqbaal.


"Malam tunggu sebentar." Pemilik rumah itu membuka kan pintu rumah.


"Selamat malam paman," ucap Iqbaal.

__ADS_1


"Siapa ya, hmmm seperti tidak asing," kata Bowo.


"Saya Iqbaal paman anak nya Bapak Dhanu dan ibu Mona."


"Oalah Iqbaal, suami nya Dara. Ayo masuk," ucap Bowo.


"Ada Dara nya paman," tanya Iqbaal.


"Ada, sudah masuk lah, di luar dingin," jawab Bowo.


Iqbaal menceritakan semua nya, kenapa Dara pergi meninggalkan nya dan datang ke rumah ini. Untung saja Bowo paman Dara dapat mengerti semua nya, memang hal seperti itu adalah hal yang wajar bagi dalam rumah tangga.


"Sudah istirahat lah, ayo saya antar," kata Bowo


"Jadi kau kan sudah sah dengan Dara, lebih baik satu kamar, nanti saat Dara bangun ia terkejut melihat kau di samping nya," jawab Bowo.


"Iya paman," ucap Iqbaal.


Iqbaal masuk ke dalam kamar yang di dalam sudah ada Dara. Sebelum tidur Iqbaal mencari kamar mandi untuk mencuci muka, untung saja kamar itu sudah di lengkapi kamar mandi bagian dalam.


"Ahkkk akhirnya aku menemukan nya," ucap Iqbaal.

__ADS_1


Iqbaal berjalan mendekati Dara, ia sudah mencuci wajah dan ketiak nya agar tidak bauk. Secara perlahan Iqbaal naik ke atas ranjang, ia juga memeluk Dara yang sedang terlelap.


"Jangan pergi lagi Dara," batin Iqbaal.


Pagi hari nya, Dara merasakan ada seseorang yang memeluk nya. Secara perlahan ia membuka mata nya, ia cukup terkejut melihat Iqbaal yang sudah ada di depan nya.


"Sesejak kapan dia datang," batin Dara.


Dara melepaskan pelukan Iqbaal tetapi tangan Iqbaal tidak mau melepaskan pelukan itu. Iqbaal malah menarik Dara lebih dalam ke pelukan nya.


"Aku masih ingin memeluk mu, aku sangat merindukanmu," kata Iqbaal.


"Lepas Iqbaal aku masih marah pada mu," ucap Dara.


"Ya itu urusan mu, aku tidak marah pada mu jadi aku ingin terus memeluk mu," kata Iqbaal.


"Iqbaal jangan resek ah," ucap Dara.


"Dara yang resek itu kamu, kamu pergi begitu saja meninggal kan ku, tida memberikan ku kabar, hilang seperti di telan bumi. Kalau terjadi apa-apa bagaimana, aku harus menjelaskan apa pada orang tua mu," kata Iqbaal.


"Kamu malah memarahi ku, hiks hiks hiks.."

__ADS_1


"Dara kamu hamil?"


__ADS_2