
"Anggi apa maksud mu, sudah jangan ganggu aku dan Dara," ucap Iqbaal.
"Kenapa tidak boleh, atau kalian ada hubungan khusus," tanya Anggi.
"Ya aku dan Dara berpacaran kau puas," jawab Iqbaal.
"Iqbaal apa maksud mu," tanya Anggi.
"Iya aku dan Dara berpacaran, kami berdua sudah di jodohkan," jawab Iqbaal.
"Iqbaal kenapa..
"Sudah ra, biar dia tau aku malas kamu di salahkan terus," ucap Iqbaal.
Anggi sangat terkejut mendengar hal ini, ia tidak menyangka orang yang selalu bertengkar di sekolah ternyata memiliki hubungan khusus.
"Lu ngerebut Iqbaal dari gua," kata Anggi.
"Anggi jangan sampai gua berbuat kasar, pergi dan jangan ganggu gua lagi," ucap Iqbaal sambil membawa Dara pergi dari tempat itu.
"Bal kenapa, kamu tidak takut semua orang di sekolah tau kalau kita berpacaran," tanya Dara.
"Kita sudah menikah, untuk apa aku takut. Sudah tidak papa ayo kembali ke Vila," jawab Iqbaal.
Beberapa hari kemudian, Iqbaal dan Dara sudah kembali ke Jakarta. Mereka tinggal di apartemen milik Iqbaal yang di belikan oleh orang tua Iqbaal. Dara masuk ke dalam kamar mandi dengan pakaian yang cukup seksi, semenjak tinggal bersama Iqbaal di Vila membuat dara sudah tidak terlalu malu lagi pada suami nya.
__ADS_1
"Lu dimana," tanya Aldy.
"Gua udah di apartemen, sini kuy bawain makanan untuk gua," jawab Iqbaal.
"Oke gua ke sana sekarang, iya ntar gua beliin Martabak," ucap Aldy.
"Dara." ucap seseorang dari luar apartemen.
"Ra kamu mengundang siapa," tanya Iqbaal.
"Aggata bal, tolong buka kan pintu untuk nya," jawab Dara.
Iqbaal berjalan membuka pintu apartemen nya. Aggata terkejut melihat Iqbaal yang hanya Boxeran saja. Tubuh Iqbaal yang cukup atletis cukup membuat Aggata bengong.
"Hey mata lu," ucap Iqbaal.
"Masih mandi masuk lah," jawab Iqbaal.
"Iqbaal hanya memakai Boxer dan Dara sedang mandi, omg mereka habis melakukan nya, dara sudah tidak gadis lagi, bagaimana rasa nya." batin Aggata.
"Masuk ta." teriak Dara dari dalam kamar.
"Gua di sini saja," teriak Aggata.
"Jangan di sana, lu mau di makan Iqbaal, dia suka Mengigit," ucap Dara.
__ADS_1
"Masuk sana, mau gua gigit," kata Iqbaal yang membuat Aggata langsung berlari masuk ke dalam kamar Dara.
"Wanita sama saja," ucap Iqbaal.
Di dalam kamar Aggata langsung memeluk sahabat terbaik nya. Ia sangat senang bisa bertemu dengan Dara kembali.
"Bagaimana apa sudah isi," tanya Aggata.
"Sudah isi tai, lu ada-ada saja," jawab Dara.
"Ra bagaimana rasa nya? apa sakit atau apa enak? Iqbaal kasar tidak? apa seperti video yang kita tonton. Hmmm atau Iqbaal sangat lembut, tapi tidak mungkin Iqbaal dan Dara kan tidak pernah akur."
"Apaan si lu. Gua belum sejauh itu dengan Iqbaal," ucap Dara.
"Oh belum ya, apa kalian sudah berciuman, Iqbaal memegang anu mu," tanya Aggata.
"Hmmm kalau itu mah sudah, kata dia anu ku kecil dan kami sudah berciuman beberapa kali. Ternyata ciuman itu menyenangkan," jawab Dara.
"Ahkkkk gua belum pernah, gua mau," teriak Aggata.
Aldy juga sudah sampai di apartemen Iqbaal, seperti yang di minta Iqbaal ia membawa beberapa bungkus makanan salah satu nya martabak.
"Dimana istri lu," tanya Aldy.
"Di kamar," jawab Iqbaal.
__ADS_1
"Hahaha habis lu goyang ya, bagi dong Video nya," ucap Aldy.