
"Mamah," ucap Iqbaal.
"Jangan katakan jika ada ayah mu di sana, mamah sedang malas berbicara dengan nya," kata Mona.
"Mamah jangan begitu ayah sangat menyedihkan, kasihan dia belum mandi, sudah bauk lagi. Kan kalau mertua ku datang aku jadi malu," ucap Iqbaal.
"Hmmm ya ya ya, suruh dia pulang," kata Mona.
"Nah begitu dong, kalau papah masih bandel juga potong saja burungnya, dan kalau mamah mau memberikan papa pelajaran, sekarang saja saat di rumah," ucap Iqbaal.
"Iqbaal kau mau menyelamatkan ayah, atau mau membuat papa terkena hukuman lagi dari mamah mu," tanya Dhanu.
"Hahaha maaf yah, tapi seperti kalau mamah tidak marah pada ayah itu tidak afdol.
"Ahkk kau sangat resek, sudah lah aku pulang dulu," kata Dhanu dan pergi meninggalkan Iqbaal.
Iqbaal hanya tertawa melihat ayah nya, memang kalau pria itu tempat salah dan wanita tempat kebenaran. Iqbaal berjalan masuk ke dalam kamar nya, ia terkekeh melihat Dara yang sedang bercermin.
"Kamu kenapa Dara, kamu bercermin seperti seseorang yang sedang terkena sesuatu," tanya Iqbaal.
__ADS_1
"Tidak ada bal, aku rasa itu ku bengkak, tu semakin menonjol," jawab Dara.
"Oalah Ra, itu karena ulah tangan ku, hahaha sudah kamu sudah cantik dan wangi tunggu aldy di depan aku ingin buang air besar," kata Iqbaal.
"Oke, kamu jangan lama-lama, kamu tidak cemburu aku dekat dekat dengan Aldy," tanya Dara.
"Ya tidak lah, Aldy teman ku, dia sangat setia pada ku," jawab Iqbaal.
"Hahaha ya ya ya, ya sudah sana." Sesuai dengan apa yang di katakan Iqbaal, Dara pergi meninggalkan kamar nya.
Aldy dan Aggata sedang dalam perjalanan ke apartemen Dara dan Iqbaal. Semenjak kepergian Dara dan Iqbaal mereka berdua terlihat semakin dekat. Ntah kenapa Aggata merasa Aldy sedang mendekati nya, tetapi Aggata tidak mau terlalu gr dahulu, ia tau jika Aldy seorang buaya Darat kelas kakap.
"Apa saja lah, yang penting tidak tangan kosong," jawab Aggata.
"Ta lu saja lah yang turun, ini uang gua," kata Aldy.
"Aldy gua cewek, ribet ah. Lu saja lah, gua tunggu du dalam mobil, mana panas lagi," ucap Aggata.
Biasa Aldy pasti sudah marah-marah pada Aggata tetapi kali ini ia tidak seperti itu. Ia hanya diam dan langsung turun dari mobil.
__ADS_1
Setelah selesai membeli beberapa makanan, Aldy kembali masuk ke dalam mobil. Ia memberikan makanan itu pada Aggata.
"Gak ada lagi kan," tanya Aldy.
"Gak ada, ayo langsung berangkat, gua sudah gak sabar bertemu dengan Dara," jawab Aggata.
Sesampainya di apartemen Iqbaal. Mereka berdua langsung masuk ke dalam, pintu apartemen tidak di kunci seperti nya memang sudah di sengaja oleh Dara dan Iqbaal.
"Dara," teriak Aggata dan langsung memeluk Dara.
"Lu kemana saja si, lu buat gua khawatir," kata Aggata.
"Maaf ta, gua egois, lu dengan Aldy. Tumben ni," ucap Dara.
"Apa Aldy bareng Aggata, wah wah ada yang tidak beres ni," kata Iqbaal.
Iqbaal berjalan mendekati mereka semua. Ia yakin sedang ada sesuatu hal yang sedang teman nya ini rencanakan.
"Apaan si lu bal," kata Aldy sambil memberikan tatapan tajam pada Iqbaal. Tatapan sebagai pertanda kalau memang ada sesuatu hal.
__ADS_1