IQBAAL & DARA (Bukan Cinta Biasa)

IQBAAL & DARA (Bukan Cinta Biasa)
Sebelum acara


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu. Hari ini hari terakhir sebelum pemilihan ketua osis. Di sekolah Dara dan Iqbaal mulai sibuk mempersiapkan semua nya dengan baik, mereka berdua sibuk dengan tim masing-masing. Meskipun begitu mereka berdua tetap menjaga komunikasi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.


"Bal ntar malam ulang tahun lu, jadi kita membuat pesta," tanya Aldy.


"Kayak nya gak deh Al, Lusa baru bisa. Ntar malam gua pasti sibuk, kalau Lusa kan setelah pemilihan ketua osis sekaligus merayakan kemenangan gua atau Dara," jawab Iqbaal.


"Iqbaal gua lu undang kan," tanya Anggi.


"Gua akan undang lu semua kalau lu pada kagak membuat masalah," ucap Iqbaal.


"Pasti bal, kami akan datang."


"Nah begitu kan enak bal, kita pada udah jarang kumpul rame-rame," kata Aldy.


"Cari kan gua hotel untuk acara nya Al, lu tau kan kenapa gua membuat acara di hotel," ucap Iqbaal.


"Siap bal, ntar gua cari tempat dan orang untuk mempersiapkan semua nya. Lu tinggal datang untuk merayakan semua nya," kata Aldy.


"Hahaha ya sudah al, gua percaya lu. Gua pergi bentar, yayang gua seperti nya sedang membutuhkan bantuan gua," ucap Iqbaal dan pergi meninggalkan kelas nya.


"Gua benci Dara, awas lu dara. Kena lu sama gua," batin Anggi.


"Sabar nggi, sudah kita jalankan saja rencana kita," bisik Anis.


Di kelas Ipa Dara dengan tim sukses nya sedang membahas acara mereka besok. Bagaimana menjalankan strategi agar semua orang memilih Dara sebagai ketua osis.


"Ra lu jangan dekat-dekat dengan tim lawan."

__ADS_1


"Lah mana bisa, tim lawan pacar nya Dara," ucap Aggata.


"Hahaha lu benar ta, gua bingung," kata Dara.


"Tu pacar lu ra, baru kita bicarakan," ucap Aggata.


"Halo boleh pinjam Dara nya," tanya Iqbaal.


"Mau apa lu, jangan sampai Dara kita lu culik," tanya Aggata.


"Culik sebentar, gua kangen," jawab Iqbaal.


Dara yang mendengar hal itu langsung berlari mendekati Iqbaal, ia malu dengan para teman-teman nya.


"Lu apaan si bal," ucap Dara.


"Lu," ucap Dara.


Cup.. Iqbaal mengecup bibir Dara, ia tidak peduli ada atau tidak yang melihat mereka berdua.


"Iqbaal," ucap Dara.


"Hahaha kenapa ra, sudah ayo kita pergi," kata Iqbaal.


"Kemana bal," tanya Dara.


"Aku ingin mencium mu ra," jawab Iqbaal.

__ADS_1


"Jangan aneh-aneh bal. Serius kok," tanya Dara.


"Hahaha tidak aku ingin mengajak mu makan," jawab Iqbaal.


"Kamu tau saja aku sedang lapar, ayo lah."


Iqbaal membawa Dara ke kantin sekolah. Beruntung kantin sedang sepi, jadi ada kesempatan Iqbaal untuk memeluk istri nya.


"Tangan," ucap Dara.


"Hehehe, oh iya ra, jangan lupa ulang tahun ku," kata Iqbaal.


"Nanti malam bal," ucap Dara.


"Iya tapi acara nya Lusa, nanti malam sibuk besok pasti juga sibuk, Lusa baru tenang dan aku mendapatkan hadiah ku," kata Iqbaal.


"Hadiah nya apa si bal, kamu katakan sekarang juga, nanti aku siap kan," ucap Dara.


"Tidak mau, nanti saja lah," kata Iqbaal.


"Tangan Iqbaal ku," ucap Dara.


"Tidak papa." Iqbaal memeluk Dara sebentar.


"Tidak enak bal, jangan membuat orang berpikir yang tidak-tidak," kata Dara.


"Hahaha iya iya ra, nanti malam aku pasti pulang terlambat, aku ingin mempersiapkan banyak hal," ucap Iqbaal.

__ADS_1


__ADS_2