
"Sayang kamu sudah dalam perjalanan ke bandara," tanya Dara sambil merebahkan dirinya ke atas tempat tidur, ia baru pulang dari kampus.
"Iya aku sudah dalam perjalanan, kamu istirahat saja nanti saat kamu bangun aku sudah sampai di London," kata Iqbal.
Dara menganggukkan kepala nya, ia memang sudah sangat lelah. Beruntung sekarang ia sudah masuk liburan semester tiga beberapa Minggu lamanya. Iqbal datang ke tempat nya bukan hanya untuk menjenguk nya tetapi sekalian menjemputnya untuk kembali ke Indonesia.
Perjalanan dari Indonesia ke London hampir 14 jam lamanya, hal itu sebenarnya membuat Iqbal malas untuk bolak balik Indonesia London, tetapi mau bagaimana lagi ia tidak bisa apa apa selain melakukan hal itu. Ia tidak bisa berpisah lama dari sang istri, minimal sebulan sekali ia bertemu dengan sang istri.
Iqbaal berangkat pukul 4 sore, perkiraan ia akan sampai keesokan harinya waktu Indonesia. Kalau waktu London Iqbal tidak bisa menebaknya karena perbedaan waktu yang cukup jauh sekitar 7 jam lamanya.
Di London Dara tinggal di sebuah apartemen yang sudah ia sewa selama 3 tahun lamanya, ia sangat sangat cocok Demba Apartemen itu, selama ia kuliah ia akan tetap ditinggal di apartemen itu.
Setelah tidur beberapa jam Dara memutuskan untuk belanja, bahan bahan masakan di kulkas nya sudah kosong, ia harus segera mengisinya sebelum Iqbal sampai ke apartemen nya. Ia juga ingin membuat makanan yang sangat enak untuk sang suami, Dara juga begitu merindukan sang suami.
Dara kembali ke apartemen dengan membawa berbagai macam bahan makanan, ia juga membeli buah buahan segar karena Iqbal sangat suka makan buah, ia selalu ingat apa saja yang suaminya suka.
__ADS_1
Setelah perjalanan yang begitu melelahkan akhirnya Iqbal mendarat dengan selamat, ia berjalan keluar bandara sambil melihat liat mencari taksi, ia ingin segera ke apartemen tempat Dara berada.
Dara sendiri sedang memasak untuk menyambut kedatangan sang suami. Ia sudah dapat memprediksikan Iqbal akan segera sampai, tanpa ia jemput Iqbal akan langsung ke apartemen nya.
Ting tong.. Suara bell apartemen Dara.
Segera Dara berjalan ke arah pintu dan langsung membuka nya.
"Sayang.." Dara langsung memeluk Iqbal dengan erat, begitu juga dengan Iqbal, akhirnya ia bisa bertemu dengan Dara kembali.
"Kamu semakin cantik saja sayang," ucap Iqbal.
"Sayang kamu sedang masak ya," ucap Iqbal.
"Oh iya sayang, aku lupa." Segera Dara bergerak menuju dapur agar masakannya tidak gosong.
__ADS_1
"Sayang untung saja aku ingatkan," ucap Iqbal
.
"Hehehe aku lupa karena terlalu senang bertemu dengan kamu," kata Dara.
"Kamu sangat senang bertemu dengan aku," tanya Iqbal.
"Aku sambil senang bertemu dengan kamu sayang," jawab Dara.
Sambil tersenyum Iqbal berjalan mendekati Dara sambil memeluk nya dengan erat, ia juga begitu senang bertemu dengan istri nya kembali.
"Kamu belum hamil," tanya Iqbal.
"Bagaimana aku bisa hamil. Aku saja jarang berhubungan dengan kamu, kamu juga selalu memakai pengaman," jawab Dara.
__ADS_1
"Hahaha aku beberapa kali tidak memakai pengaman. Kita memang belum diberikan saja," ucap Iqbal dengan wajah yang pias. Ia sebenarnya sudah sangat menginginkan seorang anak.
"Sabar sayang," ucap Dara.