IQBAAL & DARA (Bukan Cinta Biasa)

IQBAAL & DARA (Bukan Cinta Biasa)
Bab 5 S2


__ADS_3

"Kamu mengeluarkannya di dalam," tanya Dara dengan wajah yang terkejut.


"Ada masalah sayang," tanya balik Iqbal.


"Bagaimana kalau aku hamil sayang? Aku kan sedang kuliah," jawab Dara.


Iqbal menyingkir dari atas tubuh sang istri. "Ya kamu ambil cuti lah. Fokus dengan kehamilan kamu sampai anak kita lahir," kata Iqbal.


"Tidak semudah itu sayang, setidaknya 2 tahun lebih aku akan cuti jika aku hamil, kamu tidak memikirkan itu."


"Sayang kenapa wajah kamu tampak kesal? Apa yang salah dari ku? Aku sudah berusaha untuk sabar, aku berusaha untuk tidak mempermasalahkan kamu yang jauh di sana. Aku hanya menginginkan anak untuk tempat aku menghibur diri, kamu tidak pernah berpikir bagaimana aku menjalani kehidupan ini tanpa kamu, kamu pikir selama beberapa tahun ini aku baik baik saja. Aku bekerja dari pagi sampai sore, saat aku kembali ke rumah seharusnya aku mendapatkan pelayanan yang baik dari istri ku, tapi apa aku tidak mendapatkannya, aku memberikanmu izin untuk melanjutkan kuliah kamu sesuai dengan keinginan kamu." Iqbal juga terlihat mulai emosi.


"Kamu egois." Dara beranjak dari atas tempat tidur dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


"Ya aku egois," ucap Iqbal.


Ia memilih untuk langsung beristirahat, tubuh nya begitu lelah, ia bukan hanya lelah fisik tetapi juga Demba pikiran.


Malamnya Dara dan Iqbal duduk berdua di ruang makan. Mereka berdua masih belum tampak diam karena masalah tadi, keduanya merasa diri mereka yang paling benar, hal itu lah yang membuat permasalahan ini menjadi lebih sulit.


"Ambilkan aku buah," ucap Iqbal sambil memainkan Handphone nya, ia baru menyelesaikan makan malamnya.


Walaupun sedang marah Dara tetap melakukan apa yang suaminya minta, itu sudah menjadi tanggung jawab nya dan ia tidak bisa me menghindari hal itu.


Iqbal paling tidak bisa terlalu lama diam pada sang istri, mereka berdua baru bertemu setelah sekian lama dan tidak mungkin saling diam seperti terus menerus, yang ada keduanya malah semakin berjarak bukannya semakin dekat.


Dara menggelengkan kepalanya, ia memang masih kesal tetapi tidak mau saling diam lebih lama lagi, ia ingin liburannya kali ini bersenang-senang bukan malah saling marah.

__ADS_1


"Oke aku minta maaf. Mungkin aku terlalu egois, aku tidak akan memaksakan kehendakku lagi," ucap Iqbal sambil memeluk sang istri


Dara hanya diam sambil memeluk sang suami, ia rasa Iqbal tidak egois apa yang Iqbal inginkan adalah hal yang normal untuk seorang suami, tetapi dirinya saja yang belum bisa menerima semua ini.


"Kamu jangan diam saja dong sayang," ucap Iqbal.


"Aku sudah tidak marah, maafkan aku juga," ucap Dara sambil mencium wajah Iqbal, di usia mereka berdua yang masih muda memang hal yang wajar keduanya berselisih paham, mereka berdua belum mempunyai umur yang cukup untuk menghadapi berbagai macam masalah rumah tangga.


"Besok kita akan bertemu dengan Aldy dan Aggata, aku sudah membuat janji dengan mereka berdua," ucap Iqbal.


"Akhirnya sayang, aku sudah lama tidak bertemu dengan Aggata," kata Dara.


"Kita juga akan ke puncak untuk barbequean dengan mereka berdua," ucap Iqbal.

__ADS_1


"Kamu yang terbaik sayang," ujar Dara


"Hahaha aku memang yang terbaik," ucap Iqbal dengan sangat bangga.


__ADS_2