
Jika sudah berbicara tentang jatah, siapa yang akan marah, begitu juga dengan pasangan ini. Iqbaal tersenyum senang sambil melaksanakan apa yang di berikan Dara pada nya. Ini sudah bukan yang pertama untuk nya dan Iqbaal sudah bisa melakukan nya dengan lebih lembut.
Meskipun begitu bagi Dara ini masih hal yang menyakitkan untuk nya, ia selalu merinding melihat Iqbaal yang begitu lincah. Iqbaal yang dulu musuh bebuyutan nya sekarang menjadi suami yang setiap hari harus ia layani.
Pergulatan panas berlangsung cukup lama, Iqbaal tumbang setelah menanamkan benih nya. Tangan nya bergerak menarik Dara ke dalam dekapan nya.
"Enak ra," kata Iqbaal.
"Iyaa," ucap Dara.
"Apa?" Iqbaal menahan tawa nya.
"Eh biasa saja," kata Dara.
"Hahaha sudah akui saja, jika kamu tidak menikah dengan ku, kamu tidak akan merasakan ini," ucap Iqbaal.
"Kenapa begitu," tanya Dara.
"Karena hanya milik ku yang sampai masuk ke dalam sana," bisik Iqbaal.
"Dara kamu jangan pergi, aku tidak mau kita LDR," kata Iqbaal.
__ADS_1
"Aku sudah mendaftar, mau bagaimana lagi."
"Kamu kuliah di sini saja, aku akan bekerja untuk memenuhi kebutuhan kita, aku tidak mau bergantung dengan orang tua kita," kata Iqbaal.
"Tidak-tidak kamu harus kuliah, kamu tidak boleh putus kuliah. Aku kuliah di Belanda dan kamu di sini, aku janji hanya 2 tahun saja," ucap Dara.
"Dua tahun adalah waktu yang lama, kamu yakin bisa pisah dari ku," tanya Iqbaal.
"Hey Iqbaal, kenapa aku tidak bisa berpisah dengan mu, ahok kau ada-ada saja," jawab Dara.
"Aku yang tidak bisa, jangan pergi," rengek Iqbaal.
"Bukan karena itu, intinya aku tidak mau, aku akan marah lagi pada mu kalau kamu pergi dari sini," ucap Iqbaal.
"Hahaha iya iya aku pikirkan lagi ya, jangan ngambek ok," kata Dara.
"Aku tidak mau jauh dari mu." Iqbaal memeluk Dara dengan erat.
Hal itu membuat Dara berat untuk pergi, ia tidak akan pergi jika Iqbaal mengatakan sesuatu hal yang saat ini Dara rasakan sebenarnya, tetapi sebagai wanita Dara memiliki harga diri.
"Tampan jangan marah," kata Dara.
__ADS_1
"Kamu mengatakan aku tampan, kamu baru sadar aku tampan," ucap Iqbaal.
"Aku lihat-lihat wajah kamu memang tampan." Dara membelai wajah Iqbaal.
"Kamu juga cantik walaupun itu nya kecil, no bad," kata Iqbaal yang membuat Dara kesal. Iqbaal selalu saja mengatakan jika dada nya kecil walaupun memang kenyataan nya kecil.
"Aku pasti akan hamil," batin Dara. Ia bisa merasakan benih Iqbaal sangat penuh di dalam sana.
Sementara itu Aggata dan Aldy sudah selesai menonton Film. Sedari tadi tangan mereka berdua juga sudah saling bergandengan tangan, dan saat ini mereka berdua masih terlihat malu-malu.
"Kamu mau makan apa," tanya Aldy, ini pertama kali nya Aldy memakai bahasa kamu pada Aggata.
"Gua, eh aku makan apa saja," jawab Aggata.
"Kita ke sana, aku pernah makan di sana," kata Aldy.
"Dengan siapa," tanya Aggata.
"Dengan mantan ku," jawab Aldy yang membuat Aggata kesal. Ia langsung melepaskan tangan Aldy.
"Mampus gua salah bicara," batin Aldy.
__ADS_1