IQBAAL & DARA (Bukan Cinta Biasa)

IQBAAL & DARA (Bukan Cinta Biasa)
Sudah isi?


__ADS_3

Keesokan harinya, hari ini Iqbal dengan Dara akan berkunjung ke rumah kedua orang tua Iqbal yang letaknya cukup jauh dari rumah mereka. Rumah mereka berdua berada di pusat, sedangkan orang tua Iqbal berada di pinggir kota. Kalau tidak macet mereka berdua harus menempuh ke jalan sekitar 40 menit lamanya, tetapi kalau macet bisa sampai tiga kali lipat lamanya dari biasanya.


"Sudah siap sayang," tanya Iqbal.


"Sudah sangat siap, maaf ya sayang tetap dari rumah orang tuamu kita bisa atau tidak ke rumah mamaku di desa," tanya Dara.


"Sebenarnya bisa saja, aku juga beberapa kali berkunjung ke sana. Semoga saja Ayah tidak memintaku untuk masuk ke kantor dengan cepat, masih ada waktu susah kita ke rumah ibumu ya, walaupun dia sudah bahagia dengan suami barunya dia pasti akan sangat senang bertemu kembali dengan anak semata wayangnya," jawab Dara.


"Iya sayang, aku sudah menghubungi Mama tadi malam, dan dia memintaku untuk segera melihat di desa, aku juga penasaran bagaimana wajah papah tiri ku."


"Menurut ku sih wajahnya tampan, sesuailah dengan mama kamu," ucap Iqbal.


"Ah kamu bisa saja, takutnya malah lebih tampan dia daripada kamu," kata Dara.


"Hahaha kalau itu tidak mungkin, ketampanan ku sudah masuk level up," ucap Iqbal.

__ADS_1


Setelah selesai bersiap-siap mereka berdua pun langsung berangkat, kemarin malam mereka juga sudah menyiapkan beberapa barang bawaan, dari pakaian sampai buah tangan. Dara merasa tidak enak jika tidak membawa apa-apa ke rumah mertuanya, apalagi dirinya juga jarang bertemu dengan mereka, beruntungnya ia membawa beberapa oleh-oleh dari London yang bisa ia berikan pada mertua nya.


Beruntung juga hari ini mereka berdua tidak terjebak macet sama sekali, setelah sekitar 50 menit berkendara akhirnya mereka berdua sampai di kediaman orang tua Iqbal, sudah lebih dari setengah tahun Dara tidak ke tempat ini. Tidak banyak yang berubah, hanya warna ini saja yang sudah diperbarui.


"Ayo masuk sayang mereka sudah menunggu kita di dalam," ucap Iqbal.


"Abang.." Kevin berlari memeluk abangnya, ia juga baru kembali dari luar negeri, mereka berdua sudah sangat lama tidak bertemu.


"Bagaimana kabarmu?" Iqbal memeluk Kevin dengan erat.


"Wah kalian berdua sudah akur ya, kanan dulu Kevin sering kamu ikat di pohon mangga, sekarang tidak seperti itu lagi kan," kata Dara.


"Tidak mungkin lah, aku sudah dewasa dan dia juga sudah mulai dewasa, kami tidak seperti itu lah. Ayo kita masuk ke dalam."


Dhanu dan Mona sangat senang anak-anak mereka kembali berkumpul setelah sekian lamanya, apalagi ada Dara menantu mereka yang sudah pulang dari London.

__ADS_1


"Wah kalau sudah datang, di sini duduk-duduk." Mona menyambut mereka berdua dengan baik.


"Mamah apa kabar? Aku sangat merindukan mamah." Dara langsung mertuanya dengan erat.


"Baik sayang bagaimana dengan kabarmu? Semuanya lancarkan tidak ada masalah?"


"Tidak ada masalah mah semuanya sangat lancar," ucap Dara.


"Wah banyak makanan enak nih, padahal baru satu minggu aku tidak pulang sudah rindu saja dengan masakan ini," kata Iqbal.


"Makanya pulang selalu, kau terlalu lama tidak pulang," ucap Dhanu.


"Hahaha maaf yah, namanya juga orang sibuk," kata Iqbal.


"Dara bagaimana sudah isi belum? Kalian sudah lama loh menikah nya " tanya Dhanu.

__ADS_1


__ADS_2