
Dara sudah berada di dalam kamar nya, ia sudah menggunakan kebaya putih dengan riasan pengantin di wajah. Ntah harus bahagia atau sedih, dara tidak bisa mengartikan perasaan nya, ia hanya bisa diam menunggu iqbaal menyelesaikan ijab qobul.
"Ini pasti yang terbaik ra." ucap aggata sambil memegang tangan dara dengan erat.
Dara tidak menjawab ucapan dari aggata ia hanya mengganggu kan kepala nya, mengisyaratkan kalau ia baik-baik saja.
Iqbaal sedang berada di depan penghulu, tinggal beberapa detik lagi ia akan segera menikahi dara orang yang sama sekali tidak mencintai dan di cintai nya.
"Siap bal." ucap dhanu.
Iqbaal menganggukkan kepala nya pertanda kalau iya sudah siap untuk melakukan ijab qobul.
Iqbaal ramadhan bin dhanu ramadhan saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Dara anggita binti anggara dengan maskawin uang tunai 20 juta rupiah dibayar tunai" ucap penghulu.
"Saya terima nikah dan kawinnya
Dara anggita binti Anggara dengan maskawin tersebut di bayar tunai". ucap Iqbaal dengan satu tarikan nafas.
"Sah sah sah." ucap semua orang yang berada di tempat itu.
Rina masuk kedalam kamar dara untuk membawa nya keluar, di dalam kamar dara meniti kan air mata saat mendengar kata sah dari semua orang yang berada di luar kamar. Rina memeluk dara dengan erat kini tugas nya telah selesai, anak yang sangat ia sayangi sudah di resmi menjadi milik orang lain.
Dara mengusap air mata nya, dan berjalan keluar kamar di dampingi aggata dan tiba di samping nya. Iqbaal menatap dara dengan tatapan takjub, kecantikan dara benar-benar terpancar saat itu.
__ADS_1
Dara duduk di samping iqbaal bertukar cincin kawin, dara mencium tangan iqbaal dan iqbaal pun mencium dahi dara yang membuat mereka yang menyaksikan momen ini menjadi baper.
Setelah acara selesai dara dan iqbaal masuk kedalam kamar untuk beristirahat, sebelum masuk kamar mereka berdua di peringati oleh kedua orang tua mereka untuk tidak melakukan itu dulu.
Dara dan iqbaal hanya menganggukkan kepala pertanda mereka berdua mengerti dengan apa yang orang tua mereka maksud.
"Ra lu tau yang mereka maksud tadi." ucap. iqbaal yang berniat menggoda dara.
"Tau lah, gua juga belum siap." ucap dara.
"Emang apa ra, gua kagak paham." ucap iqbaal.
"Jangan sok polos deh lu bal, gua yakin lu pada usah pernah kan ngelakuin itu dibuat sana." ucap dara.
"Kagak la, gini-gini gua masi suci." ucap iqbaal.
"Ra gua udah siap ni, main yuk." ucap iqbaal.
"Apaan si bal, gua kagak mau hamil dulu." ucap dara.
"Kan bisa pakai pengaman." ucap iqbaal mendekat kearah dara sambil membuka baju nya.
"Bal jangan aneh-aneh deh." ucap dara sambil menelan air luda nya saat melihat iqbaal membuka baju nya.
__ADS_1
iqbaal semakin mendekat kearah dara kini ia mulai membuka ikat pinggang celana nya, dara yang melihat itu langsung menutup mata nya.
"pikiran lu terlalu mesum ra." ucap iqbaal sambil meletakan baju nya keatas kepalah dara.
"Iqbaal." teriak dara.
"Gua mandi dulu ra." ucap iqbaal sambil berlari kearah kamar mandi.
Setelah iqbaal selesai mandi kini giliran dara yang berada di dalam kamar mandi, ia sangat kesulitan saat membuka riselting belakang kebaya nya.
"Bal bantuin gua dong." teriak dara dari kamar mandi.
Iqbaal yang mendengar suara dara meminta tolong langsung berjalan menghampiri nya.
"Apa ra." tanya iqbaal.
"Bukain riselting ini." ucap dara.
Iqbaal pun membuka nya, betapa terkejut nya ia saat melihat punggung putih mulus milik dara. Junior nya langsung mulai beraksi membuat nya tidak nyaman.
"Udah bal." ucap dara.
"Ra beneran ini kita gak bisa ngelakuinnya sekarang." ucap iqbaal.
__ADS_1
"Apaan si bal, sana gua mau mandi." ucap dara.
Iqbaal pun keluar dari kamar mandi dengan junior nya yang masi menegang.