IQBAAL & DARA (Bukan Cinta Biasa)

IQBAAL & DARA (Bukan Cinta Biasa)
Tidak papa


__ADS_3

"Dara, bangun Ra," Ucap Iqbaal sambil membawa Dara ke atas ranjang.


Iqbaal langsung menghubungi dokter untuk memeriksa kondisi Dara. Kepala Dara mulai mengeluarkan darah segar, dengan cepat Iqbaal mengusap darah itu menggunakan handuk yang darah pakai tadi.


"Hanya luka sedikit, semoga saja tidak papa,"ucap Iqbaal.


Setelah menunggu cukup Lama, akhirnya dokter yang Iqbaal panggil datang. Iqbaal langsung membawa dokter itu ke rumah sakit agar dokter cepat memeriksa keadaan Dara.


"Jangan di buka dok, istri saya sedang tidak memakai apa-apa," kata Iqbaal.


"Istri, saya pikir pacar," ucap dokter.


"Tidak dok, kami berdua sudah menikah," kata Iqbaal.


Setelah memeriksa keadaan Dara dan menjelaskan semuanya pada Iqbaal dokter itu langsung pulang. Di ikuti oleh Iqbaal yang ingin ke apotek untuk membeli salep sesuai dengan apa di perintah kan dokter.


"Untung saja tidak sampai amnesia, tapi aku tadi melihat Dara tidak memakai apapun. Ahkkk aku jadi seperti ini," batin Iqbaal.


Iqbaal sudah mendapatkan salep untuk Dara. Ia langsung pulang agar Dara tidak kebingungan mencari keberadaan nya jika Dara sudah bangun dari pingsan nya.

__ADS_1


Sesampainya di rumah Iqbaal mengusapnya salep itu ke luka yang ada di kepala Dara, ia tidak tau kenapa sampai ada luka seperti ini, untung saja luka tersebut kecil yang kemungkinan besar tidak meninggalkan bekas yang berarti.


Iqbaal masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya yang terasa lengket dan gerah. Selagi Dara masih tidur ia mengambil kesempatan ini dengan baik.


"Ahkkkk segar nya." Setelah bersih dan wangi Iqbaal kembali mendekati Dara.


Otak nya langsung tertuju pada tubuh Dara. Tadi ia belum puas melihat nya, itu sebabnya Iqbaal ingin membuka nya kembali untuk melihat isi di dalam selimut tersebut.


"Dara maaf ya," Iqbaal ingin menurunkan selimut yang menutupi tubuh Dara


"Hmmmm." Dara memegang kepala nya yang terasa sangat sakit.


"Bal sakit ahhh," ucap Dara.


"Kamu kenapa si, kenapa bisa sampai jatuh. Kamu membuat ku khawatir Ra," kata Iqbaal.


"Aku tadi terburu-buru, aku tidak membawa pakaian, kamu aku panggilin tidak menjawab," ucap Dara.


"Dara hey apa yang harus kamu maluin, aku suami kamu aku mempunyai hak untuk melihat setiap inci tubuh kamu. Kamu berusaha untuk menutupi mya kan tapi apa yang terjadi kamu jatuh pingsan dan aku melihat semua nya."

__ADS_1


"Iya aku tidak akan mengulangi nya lagi," kata Dara.


"Bagus, tadi aku sudah lihat Ra, tapi yang bawa tidak jelas," ucap Iqbaal.


"Kamu benar-benar melihat semua nya," tanya Dara.


"Tidak aku tidak sempat, aku terlalu panik. Jadi aku melihat atas nya. Kok kecil ya Ra," jawab Iqbaal.


"Iqbaal," teriak Dara.


"Hahaha iya Ra kecil, tapi kan masih masa pertumbuhan, nanti jika sering di pupuk juga akan besar."


"Ahkkk Iqbaal, otak kamu terbuat dari apa si," tanya Dara.


"Aku tidak tau." Iqbaal mendekati Dara dan menarik nya ke dalam pelukan nya.


"Dara ingat beberapa hari lagi kamu ulang tahun ku. Aku ingin hadiah dari mu," kata Iqbaal.


"Iya nanti aku akan membelikan nya," ucap Dara.

__ADS_1


"Tidak jangan, nanti aku meminta nya saat aku di Malam ulang tahun ku."


__ADS_2