IQBAAL & DARA (Bukan Cinta Biasa)

IQBAAL & DARA (Bukan Cinta Biasa)
Episode 9


__ADS_3

Akhirnya setelah berjalan dengan sangat panjang mereka pun sampai di Villa yang Aldy maksud, mereka berempat langsung membawa barang barang mereka masuk ke dalam villa itu. Villa itu cukup besar, mempunyai 4 kamar, halaman yang luas dan, berbagai macam ruangan yang tak kalah luas nya. Villa yang sangat cocok untuk digunakan liburan bersama keluarga.


"Berapa kau beli? Aku jadi tertarik mobil Villa seperti ini," tanya Iqbal.


"Aku kurang tahu kan keluargaku membeli, menurutku sih kalau luasnya seperti ini ya tidak kurang dari 10 M."


"Cukup mahal ya, tetapi sangat cocok untuk digunakan liburan akhir pekan," kata Iqbal.


"Memang sangat cocok, berapa kali aku liburan di sini. Villa ini tidak jauh dari taman kreasi, kebun teh yang luas, di Curug juga, dan lain sebagainya. Itu sebabnya villa di sini mahal mahal," ucap Aldy.


"Bagaimana sayang kita membelinya? Daripada kita liburan jauh-jauh kan lebih enak liburan di sini."


"Aku terserah kamu, kamu yang bekerja dan kamu yang mempunyai uang," kata Dara.


"Nanti kita minta ayahku untuk mencari satu villa untuk kita, sekarang kita siap-siap untuk barbequean," ucap Iqbal.


Setelah selesai bersiap siap mereka berempat membagi tugas dalam dua hal, para pria menyiapkan tempat dan bara api untuk mereka memanggang daging. Sedangkan para wanita bertugas menyiapkan bahan yang akan mereka panggang, Dara dan Agatha juga membuat beberapa minuman segar sebagai pelengkap kegiatan mereka malam ini.


"Dara bagaimana sih rasanya menikah muda," tanya Agatha.

__ADS_1


"Rasanya campur aduk, lelahnya ada, senang nya ada, kesal nya ada."


"Lalu bagaimana kamu bisa melewati semua itu," tanya Agatha.


"Dengan kedewasaan, walaupun aku tidak sepenuhnya dewasa aku mempunyai Iqbal yang lebih dewasa dariku. Dia lebih mengerti aku, dia lebih bisa menangani masalah yang ada, dan dia tidak mementingkan egonya sendiri. Kalau antara kalian berdua tidak ada yang seperti itu, akan terasa lebih sulit," jawab Dara.


"Wah aku jadi takut, Iqbal yang seperti itu saja bisa dewasa ya. Bagaimana dengan Aldy, selama aku menjalin hubungan dengan nya dia juga yang banyak ngalah sih, tetapi banyak mengalahkan belum tentu dewasa," kata Agatha.


"Aku tanya sekarang alasan kalian menikah kenapa?"


"Aku dengan dia sudah diminta untuk segera menikah oleh kedua orang tua kami, takutnya malah terjadi hal yang tidak diinginkan," kata Agatha.


"Lalu bagaimana dengan malam pertama kalian," tanya Agatha.


"Itu seperti malam yang sangat horor untukku, sakit banget karena waktu itu kan aku masih 17 tahun," jawab Dara.


"Sekarang aku sudah mau 20 tahun, semoga saja rasanya tidak sesakit itu," ucap Agatha.


"Iqbal tidak meminta anak? Dia seperti nya sudah ingin segera menggendong anak."

__ADS_1


"Dia sudah meminta nya, tetapi aku belum mau, aku masih kuliah akan terasa ribet kalau aku kuliah sambil hamil," ucap Dara.


"Iya sih, aku juga tidak akan mau kalau sedang kuliah sedang mengandung, apa hubungan suami istri itu enak," tanya Agatha.


"Pakai tanya lagi. Nanti kamu akan merasakan nya sendiri, jangan banyak tanya deh," jawab Dara.


Setelah bara api dan bahan bahan makanan sudah siap, mereka berdua mulai berkumpul bersama, para pria bertugas membakar daging yang ada. Sedangkan wanita bersantai sambil memakan makanan yang mereka beli tadi, mereka hanya menunggu suami mereka selesai membakar daging.


"Sayang bumbu nya enak," ucap Iqbal.


"Sudah pasti enak, resep dari ku," kata Dara.


"Kalian mau makan tidak. Jangan jauh jauh, sini mendekat enak di makan saat lagi panas panas nya," ucap Aldy.


"Sayang mau." Agatha berjalan mendekati Aldy sambil membuka mulutnya.


"Coba ini, yang ini sudah matang," ucap Aldy sambil mengarahkan daging matang ke mulut Agatha.


"Wah rasanya enak sekali sayang, Dara kamu sangat keren."

__ADS_1


"Hahaha sudah pasti," ucap Dara dengan sangat senang.


__ADS_2