IQBAAL & DARA (Bukan Cinta Biasa)

IQBAAL & DARA (Bukan Cinta Biasa)
Belanja untuk mamah


__ADS_3

Sesuai apa yang mereka rencanakan siang ini mereka memutuskan untuk pulang ke rumah, sebelum pulang keduanya terlebih dahulu kepada kedua orang tua Iqbal, beruntungnya kedua orang tua Iqbal tidak mempermasalahkan kepulangan mereka yang terbilang sangat cepat, asalkan kedepannya mereka berdua lebih sering mengunjungi rumah ini.


"Kita beri hadiah untukmu dulu, atau membeli buah tangan untuk mamamu," tanya Iqbal.


"Membeli beli hadiahku dulu, sepertinya aku tahu harus membeli apa."


"Jangan mahal-mahal ya, di bawa 100 juta, uangku belum begitu banyak," kata Iqbal.


"Hahaha ya terserah aku dong, mau mahal atau murah itu ku, kan kamu sendiri yang menawarkan hadiah padaku, aku tidak memintanya," ucap Dara.


"Ya iya terserah kamu deh, nanti kalau kita kekurangan dan jangan salahkan aku."


Dara tersenyum ke arah Iqbal. "Tidak mungkin, keluarga kamu kaya raya mereka tidak akan membiarkan kamu kekurangan sana," ucap Dara.


Iqbal membuang nafas sedang memperlahan, semua perkataan sudah bisa dibantah langsung oleh Dara, itu memang apa yang Dara katakan itu benar, tidak mungkin keluarganya membiarkan dirinya kekurangan Dana.

__ADS_1


Mereka berdua berhenti di sebuah Mall terbesar di kota itu, pertama-tama Dara mengajak Iqbal ke sebuah toko pakaian brand ternama, kalau sudah masuk ke tempat itu tidak mungkin tidak mampu sesuatu, setidaknya sendal seharga 10 juta harus mereka beli.


"Sayang aku mau yang ini saja," ucap Dara.


"Lah tumben kamu beli pakaian hangat seperti itu, biasanya pakaian kamu terbilang cukup terbuka."


"Di tempat mamaku tuh sangat dingin, tadi dia memberikanku kabar, bahkan suhunya terkadang bisa sampai 10 derajat Celcius itu sangat dingin untuk kita, jadinya aku harus bersiap-siap mau beli pakaian hangat agar aku tidak kedinginan," ucap Vivy.


"Ya sudah kalau begitu, ambilkan aku satu juga yang senada dengan punya kamu, aku mau couplean dengan kamu."


Setelah membeli pakaian hangat itu mereka berdua langsung turunkan lantai dasar agar bisa segera membeli buah tangan untuk keluarga Dara di desa, entah apa yang ingin mereka beli keduanya belum mempunyai keputusan yang pasti.


"Sayang sebaiknya kita membeli kebutuhan pokok saja, seperti beras minyak gula dan lain lain."


"Kalau itu mah di sana pasti ada sayang, bawalah sesuatu yang tidak ada di sana," kata Iqbal.

__ADS_1


"Aku tidak tahu apa yang tidak ada di sana, saat aku tanya Mama mau aku bawakan apa kata dia tidak perlu, semua hal ada di sini," ucap Dara.


"Hmmm jadi mau membawa apa ya. Kamu membuat aku bingung saja," kata Iqbal.


"Aku sih ada beberapa hadiah yang aku beli dari London memang aku siapkan khusus untuk mama. Jadi untuk selingan lebih baik kita membeli kebutuhan barang pokok saja," ucap Dara.


"Ya sudah kalau anaknya berkata seperti itu, berarti memang di perlukan, kita ambil bahan bahan yang berkualitas ya sayang, jangan mengambil yang asal."


"Aku lebih tau mana bahan yang berkualitas, kamu saja tidak pernah belanja bagaimana kamu mana bahan yang berkualitas atau tidak," kata Dara.


"Tinggal yang harganya saja, kalau packingnya bagus dan harganya mahal sudah pasti barang itu berkualitas."


"Ah belum tentu sayang, ada loh sesuatu yang harganya mahal dan packingnya bagus tetapi tidak berkualitas," ucap Dara.


"Seperti nya aku tau maksud kamu apa."

__ADS_1


__ADS_2