
"Ayah mau cucu," tanya Iqbal.
"Hahaha sudah pasti bal, kamu anak pertama aku ayah. Sudah pasti Ayah ingin segera mempunyai cucu," jawab Dhanu.
"Iya yah, aku dengan Dara sedang berusaha setiap hari nya, tetapi maklum saja yah, Dara kan sedang kuliah di London aku tidak bisa sembarangan," ucap Iqbal.
"Iya sayang, ayah paham kok, tapi kalau bisa cepat kenapa tidak," ujar Dhanu.
Dara hanya diam mendengar apa yang Dhanu katakan, ia cukup merasa terpojok. Mungkin ini juga alasan kenapa Iqbal ingin mempunyai anak, bukan hanya keinginan Iqbal sendiri tetapi keinginan juga keluaga Iqbal.
"Sayang sudah, jangan membahas masalah anak," ucap Mona.
Mereka pun mulai makan bersama, suasa makan terasa sangat hangat, kedekatan keluarga ini tidak lengkang oleh waktu, dari pertama mereka menikah sampai sekarang Dara masih dapat merasakan kehangatan di keluarga ini.
Setelah selesai makan Iqbal membawa Dara ke kamar mereka, ia kepikiran dengan pertanyaan ayahnya tadi pada Dara, takutnya pertanyaan tadi menyinggung hati istrinya.
__ADS_1
"Maafkan pertanyaan ayahku tadi ya, aku juga tidak tahu kenapa dia tiba-tiba bertanya seperti itu," ucap Iqbal.
"Tidak papa sayang untuk apa kamu mau minta maaf, ayah kamu tidak salah kok. Kan memang hal yang wajar seorang mertua menginginkan cucu yang menggemaskan," kata Dara.
Iqbal menarik Dara ke atas tempat tidur, ia juga langsung memeluk wanita itu dengan erat.
"Anak itu akan ada di sini." Iqbal mengusap perut Dara dengan lembut.
"Sayang.." Dara membalik tubuhnya dan memeluk Iqbal dari depan.
"Hmmm." Dara terlihat berpikir, kalau Iqbal sudah memberikan penawaran seperti ini sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan dengan baik.
"Katakan saja cepat, mau tas, pakaian atau perhiasan mewah. Selama kita menikah aku jarang memberikanmu hadiah yang mahal," ucap Iqbal.
"Iya sih aku juga jangan mintanya, kan aku berada di London kamu berada di sini sulit untuk meminta hal-hal yang aku inginkan pada kamu, jadinya kalau aku menginginkan sesuatu aku menggunakan uangku sendiri deh," kata Dara..
__ADS_1
"Ya sudah sekarang kamu mau minta apa? Jangan malu dan jangan ragu katakan saja."
"Aku mau kamu saja," ucap Dara.
"Serius kamu mau apa? Aku lihat kamu sudah tidak memakai perhiasan, besok kita membelinya ya atau nanti malam," ucap Iqbal.
"Kita berada di pinggiran kota, kalau mau ke pusat kota memerlukan waktu yang cukup lama, kalau macet bagaimana? Kita akan sulit untuk kembali ke sini lagi," kata Dara.
"Ya sudah berarti besok saja ya, besok sebelum kita pulang ke rumah kita mampir dulu ke toko perhiasan, tadi aku sudah berkata kalau aku ingin ke rumah orang tuaku, kata ayah pergi saja lah memang sudah menjadi kewajiban kita untuk ke rumah mereka," ucap Iqbal.
"Syukurlah kalau ayahmu memberikan izin, aku juga sangat senang bisa bertemu dengan mamaku kembali, sudah sangat lama aku tidak bertemu dengannya kami hanya bisa memberikan kabar melalui video call ataupun chattingan."
"Iya besok malam kita akan berangkat, jadinya kita akan sampai pagi sehingga kita bisa langsung beraktifitas," ucap Iqbal.
"Terimakasih sayang." Dara memberikan ciuman manis di wajah suaminya.
__ADS_1