
"Iqbaal kau semakin membuat ku kesal," teriak Dara.
"Hahaha jangan kesal Dara, aku hanya bercanda, kamu marah-marah terus tidak capek apa," ucap Iqbaal.
"Sudah aku tidak peduli pada mu, untuk apa kau ke sini, lepaskan aku," kata Dara.
"Aku ingin menjelaskan semuanya Dara, aku tidak membayar orang-orang untuk vote aku. Aku tidak tau siapa yang melakukan hal itu."
"Aku tidak percaya bal, aku tidak percaya dengan mu," kata Dara.
"Dara kamu istri ku seharusnya kamu percaya pada ku, aku tidak mungkin melakukan hal itu. Aku malah ingin kamu yang menang, sekarang aku tanya pada mu, untuk apa aku melakukan itu," tanya Iqbaal sambil menatap mata Dara.
Mata mereka berdua saling menatap, Dara tidak melihat kebohongan di mata Iqbaal, ia juga salut pada Iqbaal yang berhasil menemukan nya di sini. Itu tanda nya Iqbaal tidak mungkin melakukan hal. itu.
"Kamu percaya pada ku," tanya Iqbaal sambil mengusap wajah istri nya.
"Iya aku percaya dengan mu. Hiks hiks hiks, maafkan aku." Dara memeluk Iqbaal sambil menangis ia sangat merasa menyesal karena tidak mempercayai suaminya sendiri.
"Sudah jangan menangis, kami tidak cantik lagi kalau menangis," kata Iqbaal.
"Kamu tau Dara, aku sangat tersiksa tanpa mu. Aku tidak bisa jauh dengan mu Dara. Aku sangat senang akhirnya kamu mau mendengar kan dan mempercayai ku," ucap Iqbaal.
"Maafkan aku, aku tidak datang di acara ulang tahun mu, aku pasti membuat mu sangat kacau," kata Dara.
__ADS_1
"Ia kamu membuat ku sangat kacau, tapi semua itu bisa di perbaiki kok, kamu mau kan Dara," tanya Iqbaal.
"Mau apa," tanya Dara.
Hak ku," jawab Iqbaal.
"Hari ini juga," tanya Dara.
"Iya Dara hari ini juga, pagi ini dan sekarang juga," jawab Iqbaal.
"Aku sudah siap," kata Iqbaal.
Iqbaal tersenyum mendengar hal itu, perlahan Iqbaal mendekati bibir Dara dan mulai mencium nya. Pertambahan usia nya membuat nya mendapatkan apa yang pria seusia nya belum dapatkan. Iqbaal membuka baju nya, ia meletakan tangan Dara ke atas lehernya. Hal. itu membuat Iqbaal dan Dara semakin Larut ke dalam suasana yang romantis.
"Ini hadiah terbaik ku Dara." Ciuman Iqbaal turun ke leher Dara.
Dan tiba-tiba. Ceklek..
"Eh maaf," ucap Bowo.
Dengan cepat Iqbaal menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua. Ia sangat malu dengan Bowo.
"Nanti saja lanjutkan lah." Bowo keluar dari kamar dan kembali menutup pintu kamar itu.
__ADS_1
"Aku malu," ucap Dara.
"Mau lanjut tidak Ra," tanya Iqbaal.
"Tidak aku sangat malu, kamu tidak malu?"
"Hehehe malu pasti tapi kalau mau gas tidak papa," kata Iqbaal.
"Iqbaal nanti saja lah," ucap Dara.
"Hahaha ya sudah aku ingin menjumpai paman dulu, pasti ada hal penting yang ingin di bicarakan," kata Iqbaal.
Iqbaal keluar dari kamar itu sambil memakai baju nya kembali, ia sangat senang bisa mencium Dara dengan bebas dan malam nanti ia akan mendapatkan semuanya.
"Ada apa paman," tanya Iqbaal.
"Itu sleting naik kam dulu, nanti terbang," kata Bowo.
"Hehehe maaf paman, aku lupa," ucap Iqbaal.
"Kenapa tidak lanjut?"
"Tidak papa."
__ADS_1