
"Terus kamu," tanya Dara.
"Aku yang akan menang Dara, hahaha setiap langka mu ada aku." Iqbaal menggendong Dara ke sofa dan memangku nya.
"Sayang," ucap Iqbaal.
"Ya ela pakai sayang segala," kata Dara.
"Apa lah kamu, aku akan ingin romantis seperti pasangan pada umumnya," kata Iqbaal.
"Aku rasa kamu tidak akan bisa romantis," ucap Dara.
"Kata siapa, cup." Iqbaal mengecup bibir Dara.
"Iqbaal kamu pelanggaran ya, main asal sosor saja," kata Dara.
"Dara mencium istri sendiri tidak perlu izin, bahkan aku sudah ada hak untuk ini," ucap Iqbaal.
"Iqbaal mulai deh mesum ya," kata Dara.
"Dara pacaran saja sampai boleh pegang dan lihat lah kita pasangan suami istri," ucap Iqbaal.
"Ya tidak begini juga, ya sudah kamu boleh pegang," kata Dara.
"Tidak mau, aku harus boleh semua nya," ucap Iqbaal.
"Belum waktu nya Iqbaal, kamu tidak bisa tahan sebentar," tanya Dara.
Iqbaal tidak mendengar kan perkataan Dara. Ia membuka beberapa kancing baju istri nya.
"Bal mau apa si," tanya Dara.
__ADS_1
"Mau ini," jawab Iqbaal.
"Iqbaal dara." teriak seseorang dari luar apartemen.
"Ayah mamah," ucap Iqbaal.
Dengan cepat Iqbaal menyingkirkan Dara dari langsung berlari keluar kamar, adik nya yang sudah bangun langsung tertidur kembali. Begitu juga dengan Dara yang merapihkan pakaian nya kembali.
"Ayah mamah kenapa tidak bilang kalau datang," tanya Iqbaal sambil memeluk ke dua orang tua bya dan satu adik bocil nya.
"Lu bocil," kata Iqbaal.
"Abang." Kevin melompat memeluk Iqbaal.
"Hahaha dia kangen dengan mu, kalau jauh saja kangen kalau dekat seperti anjing dan tikus."
"Apa kabar mu, sudah sekolah lagi," tanya Iqbaal.
"Sedang di kamar, ayo mah pah masuk," kata Iqbaal.
Mona dan Dhanu langsung masuk ke dalam apartemen Iqbaal dan Dara. Mereka berdua sangat senang melihat Iqbaal yang seperti nya bahagia atas pernikahan mereka berdua.
"Selamat sore om tante," ucap Dara.
"Loh kok om dan tante si," kata Mona.
"Selamat sore mamah dan papah hehehe maaf," ucap Dara.
"Bawa apa mah," tanya Iqbaal.
"Makan malam untuk kita, Dara bantu mamah menyiapkan semua nya."
__ADS_1
"Iya mah," ucap Dara.
Dara dan Mona berjalan ke arah dapur untuk mempersiapkan makan malam mereka sedangkan Iqbaal dan Dhanu masih duduk di ruang keluarga.
"Bagaimana bal," tanya Dhanu.
"Hmmmm bagaimana apa nya?"
"Sudah belum," tanya Dhanu.
"Belum pah, Dara takut dia tidak mau," jawab Iqbaal.
"Lah papah pikir kalian di bali sudah ehmmm ternyata masih takut takut," kata Dhanu.
"Aku si enggak pah, tapi Dara takut kata nya milik ku terlalu besar," ucap Iqbaal.
"Hahaha umur mu masih 18 tahun kan, kalau lebih besar lagi bagaimana," kata Dara.
"Ntalah, hmmm aku ingin punya anak pah," ucap Iqbaal.
"Tahan lah dulu, punya anak di usia muda tidak semudah yang kau pikirkan," kata Dhanu.
"Iya aku tau pah, tapi ntah kenapa punya anak seperti nya hal yang menyenangkan, melihat istri hamil ahkkk itu hal yang aku inginkan sekarang."
"Hadeh selesai kan dulu sekolah mu Bal, setelah itu kau bebas, mau punya anak atau tidak," kata Dhanu.
"Iya pah, ulang tahun ku sebentar lagi aku akan mengadakan acara di apartemen ini."
"Hmmmm bagus lah," kata Dhanu.
"Papah tidak tau maksudku, aku perlu uang pah uang yang banyak," ucap Iqbaal.
__ADS_1