
Keesokan harinya, Iqbaal dan yang lainnya masuk ke ruangan pembina osis untuk menjelaskan semuanya. Iqbaal tidak mau menang dengan kecurangan, ia lebih suka melihat Dara menjadi ketua OSIS dan menggapai cita-citanya.
"Ada apa ini, kalian ramai ramai ke sini," tanya Stive.
"Pak kami akan menjelaskan semuanya, bapak dengar baik-baik dan proses mereka dengan baik, atau ayah saya sendiri yang akan mengurus semua nya," kata Iqbaal.
Setelah Iqbaal dan beberapa saksi menjelaskan semuanya. Stive langsung memanggil Anggi dan Anis, apa yang mereka berdua lakukan sangat keterlaluan, semua nya sudah di luar batas. Anggi dan Anis sangat ketakutan, mereka berdua tidak menyangka jika rencana jahat mereka bisa ketahuan.
"Kalian berdua akan di keluarkan dari sekolah ini," ucap Stive.
"Tapi pak, kamiii...
"Jangan membuat ku marah Anggi, kau ingin ayah ku yang turun tangan, kau ingin tidak bisa sekolah dimana pun lagi. Pergi atau aku akan melakukan hal itu," ucap Iqbaal.
Anggi dan Anis terpaksa pergi meninggalkan ruangan itu, mereka tidak ingin memperkeruh keadaan, dengan keluar dari sini mereka masih bisa sekolah di tempat lain.
"Jadi Dara kamu yang akan maju," tanya Stive.
"Iya bapak. Dara yang akan maju," jawab Iqbaal.
"Ya sudah, kamu akan menjadi ketua OSIS dan Iqbaal akan menjadi wakil ketua OSIS," kata Stive.
Setelah semua nya jelas. Pelantikan ketua dan wakil Ketua OSIS di laksanakan. Mereka semua menyambut Iqbaal dan Dara dengan sangat baik, karena mereka sudah tau tentang masalah Anggi dan Anis.
"Selamat sayang," bisik Iqbaal.
Dara terkejut saat Iqbaal mengatakan sayang ini pertama kali nya Iqbaal mengatakan hal itu pada nya.
"Selamat juga untuk mu," kata Dara sambil tersenyum pada Iqbaal, kalau sedang tidak di tempat umum Iqbaal sudah mencium bibir manis Dara.
Waktu pulang sekolah telah tiba, Dara pulang sendiri karena Iqbaal memberikan kabar pada nya jika Iqbaal tidak bisa pulang cepat. Hal itu sedikit membuat Dara kecewa.
"Dimana tempat nya," tanya Iqbaal.
"Tongkrongan," jawab Aldy.
"Bagus ayo kita siapkan semua nya," kata Iqbaal.
__ADS_1
Malam hari sudah tiba Iqbaal memberikan pesan pada Dara untuk pergi ke suatu tempat. Dara yang sedang bete awal nya tidak mau, tetapi Iqbaal memaksa nya dan akhirnya ia pun mau pergi ke tempat yang di maksud oleh Iqbaal.
Sesampainya di sana, ia bertemu dengan Aggata mereka berdua tampak kebingungan karena tempat ini terlihat sangat sepi.
"Aldy meminta mu juga," tanya Aggata.
"Tidak lah Iqbaal," jawab Dara.
"Ra gua ke sana, Aldy meminta gua ke sana." Aggata pergi menjauh.
Setelah Aggata pergi tiba-tiba musik mulai terdengar, Dara melihat seseorang pria mendekati nya, pria itu yang tak lain adalah Iqbaal sendiri.
Goin' out tonight, changes into something red
Her mother doesn't like that kind of dress
Everything she never had she's showin' off
Drivin' too fast, moon is breakin' through her hair
She's headin' for somethin' that she won't forget
We're only gettin' older, baby
And I've been thinkin' about it lately
Does it ever drive you crazy
Just how fast the night changes?
Everything that you've ever dreamed of
Disappearing when you wake up
But there's nothing to be afraid of
Even when the night changes
__ADS_1
It will never change me and you.
Iqbaal berjalan mendekati Dara sambil bernyanyi, hal itu membuat Dara terlihat sangat senang. Ia tidak menyangka Iqbaal bisa begitu romantis pada nya.
Setelah selesai bernyanyi, Iqbaal berlutut di hadapan Dara, ia ingin mengungkapkan semua perasaan nya pada Dara.
"Dara aku sadar apa yang aku lakukan mungkin tidak seromantis pria lainnya. Tapi yakin lah aku melakukan ini tulus dari dalam hati ku. Aku ingin mengakui semua, bahwa aku mencintaimu gadis di depan ku. Aku ingin hidup bahagia bersama mu sayang, maukah kamu hidup bahagia dengan ku," tanya Iqbaal.
"Aku juga mencintaiku bal," Dara menarik Iqbaal ke dalam pelukan nya.
Dua manusia yang awal nya bermusuhan akhirnya di satukan dengan kata cinta. Mereka berdua akan hidup dengan bahagia bersama sama.
Aldy dan Aggata menyanyikan momen itu, mereka berdua sangat senang melihat Iqbaal dan Dara bersatu.
"Al mereka sangat cocok ya," kata Aggata.
Aldy mengambil bunga yang ada di dekat nya, setelah itu ia memberikan bunga itu pada Aggata.
"Apa al," tanya Aggata.
"Mau kah kamu jadi pacar ku ta, aku sebenarnya sudah lama memiliki perasaan pada mu."
"Hahaha kamu serius al," tanya Aggata.
"Serius Aggata," jawab Aldy.
"Kalau aku tolak bagaimana," tanya Aggata.
"Aku melompat ke danau," jawab Aldy.
"Jangan." Aggata memeluk Aldy.
"Jadi kamu mau ta," tanya Aldy.
"iya aku mau," jawab Aggata.
Dan akhirnya bukan hanya Iqbaal dan Dara yang menemukan cinta mereka, Aldy dan Aggata pun menemukan cinta mereka berdua.
__ADS_1
Selesai....
Terima kasih untuk semua nya. Jangan lupa mampir ke novel yang lainnya ya...