IQBAAL & DARA (Bukan Cinta Biasa)

IQBAAL & DARA (Bukan Cinta Biasa)
Boleh


__ADS_3

Seperti yang Iqbaal katakan tadi. Karena banyak hal yang harus ia persiapkan ia pulang malam. Dara harus pulang sendiri karena ia tidak mungkin menunggu Iqbaal di sekolah.


Di rumah Dara mempersiapkan kejutan untuk Iqbaal yang berulang tahun malam ini. Ia juga memesan kue dan beberapa balon dengan harapan Iqbaal suka dengan kejutan yang ia berikan.


"Semoga saja Iqbaal suka," ucap Dara.


Pukul 9 malam, Dara sudah siap berada di tempat nya, ia sudah mendapatkan kabar dari Iqbaal jika Iqbaal sudah berada di perjalanan pulang.


"Kenapa gelap sekali," batin Iqbaal.


Iqbaal terus berjalan masuk ke dalam kamar nya, dari lampu yang mendadak gelap Iqbaal yakin istri nya sedang membuat kejutan untuk nya.


Saat masuk ke dalam kamar, Ia tersenyum melihat Dara memegang kue ulang tahun sambil berjalan mendekati nya, kejutan kecil seperti membuat hati nya terasa sangat senang. Apalagi istri nya sendiri yang melakukan hal ini.


"Happy birthday Iqbaal, semoga kamu menjadi pria yang lebih baik lagi. Menjadi suami yang baik untuk ku, Terima kasih telah membuat hidup ku lebih bahagia bal," ucap Dara.


"Ra Terima kasih untuk semua nya. Aku benar-benar sangat senang," kata Iqbaal sambil mengecup dahi istri nya.


"Tiup dulu Iqbaal," ucap Dara.

__ADS_1


"Aku ingin punya baby yang lucu." Iqbaal meniup lilin ulang tahun itu.


Iqbaal apa-apaan si, kok baby," tanya Dara.


"Ya karena aku ingin mempunyai baby yang lucu, tidak salahkan Ra?"


"Ya tidak si, hmmm apa yang kamu mau hal," tanya Dara.


Iqbaal meletakkan Kue yang ada di tangan Dara ke atas meja. Setelah itu ia mendekati bibir Dara dan mulai mencium istrinya dengan lembut. Ini sudah bukan ciuman pertama mereka berdua, jadi mereka berdua sudah tidak terlalu kaku lagi.


"Ra aku ingin tubuh kamu," jawab Iqbaal.


"Bal, hmmm aku belum siap," jawab Dara.


Iqbaal membuang nafas nya secara perlahan, ia berusaha tersenyum agar Dara pikir ia tidak memaksa nya.


"Boleh ra," tanya Iqbaal sekali lagi.


Dara tau ini adalah kewajiban nya dan hak Iqbaal, ia tidak tau sudah beberapa banyak dosa yang ia dapatkan karena ia selalu menolak Iqbaal.

__ADS_1


"Boleh, tapi setelah pemilihan ke tua osis," jawab Dara.


"Kami serius ra," tanya Iqbaal.


"Iya Iqbaal, lusa berarti," jawab Dara.


"Hahaha iya Ra, aku juga tidak minta sekarang kok, lusa baru aku minta, aku tau pasti akan repot," kata Iqbaal.


"Jadi itu hadiah yang kamu mau bal," tanya Dara.


"Hahaha iya Ra, sekali lagi terima kasih untuk semua nya Ra," Iqbaal memeluk Dara dengan erat..


Malam ini mereka berdua habiskan untuk mengobrol dan memakan kue ulang tahun Iqbaal, mereka berdua terlihat sangat senang.


Keesokan harinya. Pagi sekali mereka berdua sudah ada di sekolah. Itu pun di sekolah mereka berdua berpisah karena harus menyelesaikan tugas mereka masing-masing.


Hari semakin siang, acara sudah mau di mulai Dara berlari mencari Iqbaal karena mereka berdua di panggil ke ruang kepala sekolah. Saat di lorong sekolah Dara melihat beberapa siswa-siswi berkumpul di suatu ruangan, ia menguping karena penasaran apa yang mereka semua bicarakan.


"Hahaha kalau Iqbaal bayar kita, siapa yang tidak kau ngevote dia," ucap seseorang yang membuat dara terkejut.

__ADS_1


"Hahaha kau benar, awal nya gua mau vote Dara, tapi Iqbaal membayar kita."


__ADS_2