Istri Tak Diakui

Istri Tak Diakui
Gaun Yang Sama


__ADS_3

Ting … tung …


Terdengar suara bel pintu pintu kediaman keluarga Lewis, sehingga Riana yang di saat itu sedang menemani anaknya bermain bergegas membukakan pintu karena sang ART sedang sibuk di dapur. Ternyata yang datang adalah seorang kurir yang mengantarkan paket untuknya dan mengatakan jika paket tersebut dari Steve, sehingga dengan cepat Riana pun menandatangani surat tanda terima dan membawa paket tersebut masuk ke dalam rumah.


"Siapa Ma?" Tanya Alana yang melihat ibunya telah kembali.


"Itu tadi ada kurir yang mengantar paket untuk Mama," jawab Riana.


"Oh … kurir," gumam Alana tanpa bertanya lagi.


"Iya Sayang. Oh ya Mama mau simpan paket ini ke kamar dulu ya, kau tidak apa-apa 'kan sendiri dulu di sini," kata Riana.


"Ya nggak apa-apa dong Ma," sahut Alana, lalu Riana pun segera saja membawa paket tersebut ke dalam kamarnya.


Saat di kamar ia langsung membuka paket tersebut yang isinya adalah sebuah gaun yang begitu indah, membuat Riana benar-benar takjub melihat gaun tersebut.


"Ada apa ya Mas Steve mengirim gaun ini untukku?" Riana bertanya-tanya hingga di saat itu ia teringat jika nanti malam Steve mengajaknya dan Alana untuk menghadiri pesta anniversary kliennya.


Riana yakin jika Steve memang sengaja mengirimkan gaun ini untuk ia gunakan nanti malam, membuatnya benar-benar merasa sangat senang, apalagi setelah dicoba gaun itu benar-benar sangat pas untuknya. Ia juga memutuskan untuk tidak menghubungi suaminya saat ini, nanti saja ia akan menggunakannya agar Steve dapat menilainya secara langsung.


Setelah menyimpan gaunnya dengan baik, Riana pun turun ke bawah untuk menemani Alana kembali.


*****


"Ternyata apa yang kau katakan itu benar. Dia benar-benar Riana, wanita yang selama ini masih sangat aku cinta. Jika memang apa yang kau ceritakan padaku itu adalah benar, aku pasti akan merebut Riana dari pria itu," ucap Pras yang saat ini sedang bertemu dengan sahabatnya di sebuah restoran.

__ADS_1


"Sudah aku katakan aku tidak mungkin salah orang, bahkan aku sendiri pernah menyukai Riana, tetapi karena Riana sudah memiliki suami jadi aku memendamnya dan mana aku tahu jika dia akan menikah dengan suami sepupuku karena permintaan sepupuku sendiri sebelum meninggal. Ya aku rasa memang sudah tidak ada kesempatan lagi untukku mendekatinya, lagipula aku juga sama sekali tidak pernah berniat untuk merebut istri orang lain. Tetapi jika kau yakin, apalagi kau juga sudah lama mencintainya, aku akan mendukung. Lebih baik kau memang mengambil Riana dari pria itu, pria sombong yang sejujurnya dari dulu tidak pernah aku sukai," tukas Leo.


Ya pria itu adalah Leo, pria yang sudah dianggap Riana sebagai saudaranya sendiri karena dia merupakan kakak sepupu Devina sahabatnya itu. Leo dan Pras sudah bersahabat lama saat mereka berada di luar negeri. Leo juga baru tahu bahwa Riana adalah wanita yang pernah dicintai Pras waktu dulu, sehingga ia menceritakan kepada sahabatnya itu bagaimana kondisi rumah tangga Riana dan Steve saat ini.


"Oke, kau tenang saja. Apapun nantinya akan aku lakukan untuk merebut Riana dari pria itu. Tidak sia-sia aku jauh-jauh kembali dari luar negeri menyusulmu ke Indonesia karena ternyata berita yang kau berikan itu benar-benar akurat. Terimakasih Leo, kau benar-benar sahabat terbaikku," ucap Pras.


"Tidak perlu sungkan, aku pasti akan selalu mendukungmu. Apalagi ini juga untuk kebaikan Riana, aku kasihan melihat Riana karena dia hanyalah Istri Tak Diakui oleh Steve. Jika saat ini kau melihat Riana dan suaminya itu baik-baik saja, aku yakin Steve hanya bersandiwara di depan orang lain. Pria brengsek itu hanya ingin menjaga image-nya, sebagai pemimpin tidak mungkin dia memperlakukan istrinya dengan tidak baik," ujar Leo yang terlihat memanasi Pas.


"Ya, kau benar. Lihat saja nanti, pria itu akan menanggung akibatnya karena sudah berani menyakiti wanita yang aku cintai," ucap Pras yang menatap dengan penuh kebencian.


"Ya mudah-mudahan saja kau berhasil," ucap Leo.


"Leo, kau tenang saja. Selama ini apapun yang aku lakukan tidak pernah gagal dan apapun yang aku inginkan selalu bisa aku dapatkan kecuali 1 hal yaitu aku tidak bisa menggapai cinta Riana, itu karena Riana lebih memilih untuk menikah dengan mantan suaminya waktu itu. Untuk itu aku pergi ke luar negeri untuk melupakan Riana dan tidak mau mengganggu kebahagiannya itu. Tetapi pada kenyataannya sampai sekarang hanya Riana yang masih tetap berada di hatiku meskipun aku sudah berusaha untuk menjalin hubungan dengan wanita-wanita lain di sana. Sama sekali tidak ada yang bisa menggantikan posisi Riana di hatiku," ungkap Pras yang begitu yakin dengan perasaannya.


"Ternyata cintamu untuk Riana benar-benar besar, berbeda denganku hanya sekedar menyukai dan itu juga sudah berlalu. Saat ini aku benar-benar ingin mencari calon istri yang bisa aku nikahi secepatnya, aku tidak mau menunggu yang tidak pasti," kata Leo.


*****


Steve dan Alana yang di saat itu sudah selesai karena mereka akan menghadiri acara klien bisnis Steve yang mengadakan acara anniversary pernikahannya, terlihat sedang menunggu Riana di ruang keluarga. Karena tadi Riana sibuk mempersiapkan Alana terlebih dulu sehingga ia belum selesai mempersiapkan dirinya sendiri.


Beberapa menit kemudian, Riana yang telah selesai itu langsung saja melangkahkan kakinya menuju ke ruang keluarga untuk menemui anak dan suaminya.


"Pa, itu Mama sudah selesai. Mama cantik banget Pa," ucap Alana yang melihat sang Ibu sedang berjalan mendekati mereka, sehingga membuat Steve langsung saja menatap ke arah Riana.


Benar saja apa yang dikatakan oleh anaknya bahwa istrinya itu terlihat sangat cantik dengan menggunakan gaun berwarna hitam, senada dengan setelan tuxedo yang digunakan oleh Steve dan juga dress yang digunakan oleh Alana. Riana juga menggunakan riasan yang begitu natural dan juga rambut yang dibiarkan tergerai dengan sedikit bergelombang membuatnya terlihat semakin cantik, membuat Steve tidak bisa mengalihkan pandangannya itu.

__ADS_1


"Mas, Alana, aku sudah siap. Yuk kita pergi," ucap Riana yang membuat Steve tersadar dari lamunannya.


"Oh iya, ayo Sekarang kita pergi," sahut Steve yang langsung saja menggandeng tangan istri dan anaknya menuju ke dalam mobil.


------


Karena Riana terlihat begitu mempesona, bahkan saat di dalam perjalanan pun Steve masih terlihat mencuri-curi pandang karena baru kali ini ia menyadari jika Riana itu benar-benar wanita yang sangat cantik dan jika dilihat secara mendetail Riana sangat mirip sekali dengan mendiang istrinya. Mungkin karena Steve baru mulai belajar untuk menerima Riana, untuk ia terlambat menyadari akan hal tersebut.


"Papa, sudah dong, dari tadi Papa lirik-lirik Mama terus. Fokus dong nyetirnya Pa, aku tahu kok Mama cantik," goda Alana yang membuat Steve merasa sangat malu karena ketahuan oleh anaknya itu.


Begitu juga dengan Riana, ia juga merasa malu tapi juga sangat senang dan sebenarnya ia juga tahu jika dari tadi Steve memandanginya, hanya saja Riana berpura-pura tidak mengetahuinya saja.


"Alana, matamu benar-benar sangat teliti ya," ujar Steve tersenyum malu.


*****


Kini mereka pun telah tiba di lokasi pesta dimana di sana terlihat para tamu undangan yang hadir dengan keluarga masing-masing dan tentunya mereka juga menggunakan pakaian yang begitu elegan. Riana berpikir mungkin inilah alasan Steve memberikannya gaun mewah seperti ini agar ia dapat menyeimbangi tamu lainnya karena acara ini benar-benar begitu meriah.


"Ayo kita masuk," ajak Steve yang memberikan tangannya untuk Riana gandeng, sedangkan Alana dipimpin oleh Riana, berada di posisi sebelah kanannya itu.


Lalu mereka bertiga pun melangkahkan kaki masuk ke ruang acara dan langsung saja mereka menjadi pusat perhatian beberapa mata yang melihat mereka bertiga sebagai keluarga kecil yang begitu bahagia. Steve yang begitu tampan dan Riana yang begitu cantik membuat mereka terlihat menjadi pasangan yang paling serasi dan sempurna di malam ini, serta Alana juga yang begitu sangat cantik membuat keluarga mereka terasa semakin sempurna, tak heran jika di antara para hadirin yang melihatnya itu ada yang merasa kagum, ada juga yang merasa iri.


Akan tetapi tiba-tiba saja pandangan para hadirin itu teralihkan oleh seseorang yang juga baru saja tiba sendirian. Mereka tampak kebingungan sembari menatap seorang wanita yang baru saja tiba dan Riana secara bergantian. Membuat Steve, Riana dan Alana membalikkan tubuh mereka dan melihat siapa wanita yang saat itu ada di belakang mereka.


Betapa terkejutnya Riana karena melihat wanita tersebut adalah Bella, menggunakan gaun yang sama persis dengan yang ia gunakan saat ini. Pantas saja para hadirin begitu terlihat keheranan karena mereka menggunakan pakaian yang sama sekali tidak ada bedanya.

__ADS_1


"Jadi ternyata Mas Steve tidak memberikan gaun ini hanya untukku saja tetapi untuk Bella juga," batin Riana yang tadinya begitu senang tetapi saat ini terlihat begitu kecewa.


Bersambung …


__ADS_2